"Melihat Balikpapan Lebih Dekat, Berita Tanpa Jeda"

Mahasiswa PNP Tewas di Padang, Sosok Pendiam yang Hilang Kontak 4 Hari

Sosok FDA, Mahasiswa yang Ditemukan Meninggal Dunia di Kamar Kos

Sosok FDA, seorang mahasiswa Politeknik Negeri Padang (PNP) yang ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya dengan cara gantung diri, dikenal sebagai pribadi pendiam oleh teman-temannya. Informasi ini disampaikan oleh Bima Adistia (21), teman sekaligus tetangga korban di kampung halaman di Jorong Pincuran Tujuh, Nagari Lubuk Gadang, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan.

“Setahu saya dia orangnya pendiam,” ujarnya saat ditemui di RS Bhayangkara Padang, Sabtu (11/4/2026). Bima menyebut bahwa korban sehari-hari di kampung dikenal sebagai sosok yang sederhana dan membantu orang tua.

“Kalau di kampung, dia bantu orang tuanya berjualan di grosir. Kebetulan orang tuanya punya grosir di kampung,” katanya.

Ia mengaku cukup terkejut saat mengetahui kabar meninggalnya korban. Informasi tersebut pertama kali ia ketahui dari media sosial.

“Kami tahu dari media sosial, dari foto dan video yang beredar. Dari situ kami langsung tahu itu dia,” ujarnya.

Menurutnya, keluarga korban di kampung juga sempat kehilangan kontak dengan korban selama beberapa hari terakhir sebelum ditemukan meninggal dunia.

“Dari keluarga, sudah sekitar empat hari tidak ada kabar,” katanya.

Saat ini, pihak keluarga telah berada di Padang untuk mengurus proses administrasi sebelum jenazah dibawa pulang ke kampung halaman di Solok Selatan.

Penemuan Jenazah di Kamar Kos

Sebelumnya, seorang mahasiswa Politeknik Negeri Padang (PNP) berinisial FDA (24) ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di kawasan Jawa Gadut, Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat, Sabtu (11/4/2026) pagi. Korban ditemukan dalam kondisi tergantung di pintu kamar mandi setelah pihak keluarga kehilangan kontak selama beberapa hari.

Peristiwa ini pertama kali diketahui sekitar pukul 08.25 WIB oleh pemilik kos, Mesi (25). Penemuan tersebut berawal dari kecurigaan ayah korban yang berada di kampung halaman. Sang ayah merasa khawatir karena panggilan telepon dan pesan singkat yang dikirimkan kepada anaknya tidak mendapatkan respons sejak beberapa hari terakhir.

Mesi menjelaskan, dirinya diminta secara khusus oleh ayah FDA melalui pesan singkat WhatsApp untuk mengecek kondisi putranya di kamar kos. Ayah korban merasa ada yang tidak beres karena komunikasi rutin yang biasanya terjalin tiba-tiba terputus tanpa alasan yang jelas.

Setibanya di depan kamar korban, Mesi mendapati pintu dalam keadaan terkunci dari dalam. Setelah upaya mengetuk pintu tidak membuahkan hasil, ia memutuskan untuk menggunakan kunci cadangan guna membuka akses masuk. Namun, saat pintu terbuka, ia justru mendapati pemandangan yang memilukan.

“Saat dibuka menggunakan kunci cadangan, saya melihat korban sudah dalam posisi tergantung di pintu kamar mandi. Kondisinya sudah menghitam dan mengeluarkan aroma menyengat,” ujar Mesi saat memberikan keterangan di lokasi kejadian, Sabtu pagi.

Berdasarkan pengamatan reporter, Muhammad Iqbal di lokasi korban ditemukan menggunakan tali tambang plastik berwarna putih. FDA yang saat itu mengenakan kaus berwarna hitam diperkirakan sudah meninggal dunia lebih dari satu hari, mengingat kondisi fisik jasad yang sudah mulai mengalami dekomposisi dan perubahan warna.

Pihak kepolisian dari sektor Pauh dan Tim Inafis Polresta Padang segera tiba di lokasi sesaat setelah menerima laporan. Polisi langsung memasang garis pembatas di sekitar bangunan kos yang terletak tepat di depan rumah makan Ampera Rafli untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP).


Peringatan Penting

Disclaimer: Berita atau artikel ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri. Apabila Anda atau seseorang terdekat memiliki dorongan untuk melakukan bunuh diri, segera hubungi profesional kesehatan mental atau pihak berwenang.

Ratna Purnama

Seorang reporter yang gemar meliput isu publik, transportasi, dan dinamika perkotaan. Ia memiliki kebiasaan membaca opini koran setiap pagi untuk memperluas perspektif. Hobi utamanya adalah jogging, fotografi, dan menikmati senja. Motto: "Kepekaan adalah modal utama seorang penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *