"Melihat Balikpapan Lebih Dekat, Berita Tanpa Jeda"

Presiden Iran: Kami Ingin Akhiri Perang dengan Martabat

Presiden Iran Menegaskan Tidak Akan Menyetujui Syarat AS untuk Mengakhiri Perang

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menegaskan bahwa ia ingin mengakhiri perang dengan Amerika Serikat dan Israel tanpa mengorbankan martabat negaranya. Ia menolak untuk menyetujui syarat-syarat yang diajukan oleh AS, khususnya terkait penghentian program senjata nuklir. Meskipun perang telah berlangsung lebih dari sebulan, Iran tetap bersikeras untuk tidak menyerah pada tuntutan tersebut.

Pezeshkian menyampaikan pernyataannya saat berkunjung ke Kementerian Olahraga dan Pemuda Iran. Ia menyoroti bahwa AS tidak memberikan penjelasan yang jelas tentang kejahatan apa yang dilakukan Iran. “(Donald) Trump mengatakan Iran seharusnya tidak menggunakan hak nuklirnya. Namun, (ia) tidak menjelaskan kejahatan apa yang telah dilakukan Iran,” katanya.

Penghentian Program Senjata Nuklir Jadi Syarat Utama untuk Mengakhiri Perang

Sebagaimana diketahui, penghentian program senjata nuklir merupakan salah satu syarat utama yang diberikan oleh AS kepada Iran agar perang bisa berakhir. Namun, Iran memutuskan untuk menolak syarat ini. Penolakan ini menyebabkan kegagalan total dalam negosiasi perdamaian tahap pertama antara AS dan Iran di Islamabad, Pakistan, pada pekan lalu.

“Kita perlu melihat komitmen tegas bahwa mereka tidak akan berupaya mendapatkan senjata nuklir, dan mereka tidak akan berupaya mendapatkan alat-alat yang memungkinkan mereka untuk dengan cepat memperoleh senjata nuklir. Itulah tujuan utama presiden Amerika Serikat, dan itulah yang telah kami coba capai melalui negosiasi ini,” kata Wakil Presiden AS, JD Vance, usai melakukan pertemuan dengan perwakilan Iran.

Trump Mengklaim Iran Setuju Menyetop Program Senjata Nuklirnya

Namun, Presiden AS, Donald Trump, pada Kamis (16/4/2026) lalu menyebut bahwa Iran kini sudah setuju untuk menghentikan program senjata nuklirnya. Ini dilakukan agar perang dengan AS dan Israel bisa berakhir secara permanen. Selain itu, Trump juga mengklaim bahwa Iran kini sudah setuju untuk menyerahkan pasokan uraniumnya kepada AS.

Semua klaim yang dilontarkan Trump tadi dibantah keras oleh Iran. Iran menegaskan bahwa mereka tidak akan setuju untuk menghentikan program nuklir dan memberi cadangan uraniumnya ke AS. “Presiden Amerika Serikat membuat tujuh klaim dalam satu jam. Ketujuh klaim tersebut salah. Mereka tidak memenangkan perang dengan kebohongan ini. Mereka pasti tidak akan mendapatkan apa pun dalam negosiasi,” tulis Juru Bicara Parlemen Iran, Mohammad-Bagher Ghalibaf, dalam sebuah unggahan di X.

Ghalibaf Meminta Semua Pihak Jangan Terpapar Klaim Palsu Trump

Bantahan yang dilontarkan Ghalibaf tadi lantas dipertegas oleh Kementerian Luar Negeri Iran. Mereka mengatakan bahwa Iran tidak akan pernah menyerahkan cadangan uraniumnya ke negara mana pun, termasuk ke Negeri Paman Sam.

“Uranium yang diperkaya milik Iran tidak akan dipindahkan ke mana pun; memindahkan uranium ke Amerika Serikat bukanlah pilihan bagi kami,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, dilansir Jerusalem Post.

Oleh karena itu, Ghalibaf meminta semua pihak agar jangan termakan klaim palsu yang kerap dilontarkan Trump. Sebab, menurutnya, semua klaim Trump yang menyangkut Iran adalah hoaks dan berpotensi menyesatkan publik.

Isu Kapal Perang AS di Perairan RI dan Krisis Iran-Venezuela

Beberapa isu lain juga muncul dalam konteks konflik regional. Salah satunya adalah kabar tentang kapal perang AS yang disebut masuk ke perairan Indonesia di Selat Malaka. Hal ini menjadi perhatian khusus bagi masyarakat dan pemerintah.

Selain itu, AS juga disebut akan memburu dan menyita kapal Iran di perairan internasional. Sementara itu, Megawati Soekarnoputri menilai krisis antara Iran dan Venezuela sebagai bukti dunia sedang diguncang oleh berbagai tantangan geopolitik.

Dalam situasi seperti ini, penting bagi semua pihak untuk tetap waspada dan mencari informasi yang akurat serta dapat dipercaya.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *