"Melihat Balikpapan Lebih Dekat, Berita Tanpa Jeda"

Prof Anhar Gonggong, Sejarawan yang Minta Status WNI Dwi Kewarganegaraan Suaminya Dicabut

Prof Dr Anhar Gonggong MA Minta Status Kewarganegaraan Dwi Sasetyaningtyas Dicabut

Sejarawan ternama, Prof Dr Anhar Gonggong MA, mengeluarkan pernyataan tajam terkait perilaku Dwi Sasetyaningtyas yang dinilai tidak bertanggung jawab sebagai warga negara. Ia bahkan menyebut Dwi sebagai orang yang sok pintar tetapi bodoh. Anhar mengecam sikap Dwi yang memperlihatkan paspor Inggris anaknya di media sosial dan menyatakan bahwa hanya dirinya sendiri yang ingin menjadi WNI, sementara anak-anaknya jangan.

Perilaku Dwi ini dinilai oleh Anhar sebagai penghinaan terhadap bangsa Indonesia. Ia menilai bahwa dengan mendapatkan kesempatan belajar di luar negeri melalui biaya negara, Dwi seharusnya lebih memiliki rasa tanggung jawab terhadap tanah air. Anhar bahkan meminta pemerintah untuk mencabut status kewarganegaraan Dwi dan suaminya.

“Padahal, dia mendapatkan posisi dengan itu dengan biaya dari Republik Indonesia. Jadi terbalik pikirannya gitu sebagai dia orang pintar tapi yang bodoh. Orang pintar yang bodoh,” ujarnya dalam video yang diunggah di akun YouTube-nya.

Anhar juga menekankan pentingnya loyalitas bagi penerima beasiswa negara. Ia meminta agar Dwi diberhentikan sebagai warga negara karena dinilai tidak pantas menerima bantuan dari negara. “Kami tidak butuh orang ini kok sepintar apapun kami tidak butuh. Kami butuh orang-orang pintar yang pintar dan mau berbuat baik bagi bangsa dan negara,” katanya.

Siapa Prof Dr Anhar Gonggong MA?

Prof Dr Anhar Gonggong MA lahir di Pinrang, Sulawesi Selatan, pada 14 Agustus 1943. Sejak kecil, ia tumbuh dalam pergulatan sejarah bangsa. Ayahnya menjadi korban pembantaian Westerling, sebuah peristiwa kelam yang meninggalkan luka mendalam bagi keluarganya. Pengalaman ini membangkitkan rasa ingin tahu Anhar tentang sejarah, khususnya peristiwa-peristiwa yang pernah menimpa bangsanya.

Setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya, Anhar melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Ia meraih gelar sarjana dari Universitas Gadjah Mada, kemudian melanjutkan studi S2 di Universitas Leiden, Belanda. Pendidikan formal ini membekali Anhar dengan pengetahuan sejarah yang mendalam serta kemampuan menganalisis sumber-sumber sejarah secara kritis.

Setelah kembali dari Belanda, Anhar aktif sebagai dosen di berbagai perguruan tinggi, termasuk Universitas Indonesia dan Universitas Negeri Jakarta. Ia juga menjabat sebagai peneliti di Pusat Penelitian Sejarah dan Antropologi. Sebagai seorang akademisi, Anhar telah menghasilkan sejumlah karya tulis ilmiah yang membahas berbagai aspek sejarah Indonesia, mulai dari sejarah politik, sosial, hingga budaya.

Dikenal Kritis dan Berani Mengungkapkan Pendapat

Anhar dikenal sebagai sejarawan yang kritis dan berani mengungkapkan pendapatnya. Ia tidak segan-segan mengoreksi kesalahan sejarah yang telah beredar luas di masyarakat. Salah satu contohnya adalah ketika ia meluruskan kesalahan mengenai perancang lambang negara Indonesia.

Ia juga kerap memberikan pandangan kritis terhadap berbagai isu kontemporer yang berkaitan dengan sejarah. Anhar seringkali menjadi narasumber dalam berbagai diskusi dan seminar tentang sejarah. Melalui tulisan dan ceramahnya, Anhar berupaya untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mempelajari sejarah.

Selain sebagai akademisi, Anhar juga pernah menjabat sebagai birokrat. Pengalamannya sebagai birokrat memberikannya perspektif yang lebih luas tentang permasalahan bangsa. Ia kerap menyuarakan pentingnya peran sejarah dalam membangun bangsa.

Pandangan Mendalam Tentang Pancasila

Anhar Gonggong memiliki pandangan yang mendalam tentang Pancasila. Ia menegaskan bahwa Pancasila bukanlah ideologi tunggal milik Soekarno, melainkan hasil dari pemikiran kolektif berbagai tokoh bangsa, terutama dari kalangan Islam. Anhar tidak segan-segan mengkritik kebijakan pemerintah yang dianggapnya menyimpang dari nilai-nilai Pancasila.

Ia juga kerap menyuarakan pentingnya kepemimpinan yang berintegritas dan menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi. Anhar Gonggong telah memberikan kontribusi yang sangat besar bagi dunia sejarah Indonesia. Karya-karyanya menjadi rujukan bagi para peneliti dan mahasiswa sejarah. Selain itu, pemikiran-pemikiran kritisnya juga menginspirasi banyak orang untuk terus menggali dan mempelajari sejarah bangsa.


Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *