Pengalaman Ngobrol dengan Bupati Pati
Saya sempat terlalu asyik berbicara panjang lebar dengan Risma Ardhi Chandra, hingga lupa menyampaikan satu pertanyaan yang sejak awal sudah saya persiapkan. Pada hari Kamis (26/2/2026), saya memang mendapatkan jadwal untuk bertemu secara formal setelah beberapa kali mengajukan permohonan audiensi. Namun, pertemuan tersebut justru berlangsung dengan suasana santai dan tidak terlalu formal.
Kami malah ngalor-ngidul membicarakan topik yang cukup dalam namun tetap hangat. Perbincangan kami berfokus pada sejarah panjang peradaban Pati yang dikenal luas. Sebagai seseorang yang berasal dari Yogyakarta, saya bisa ikut terlibat dalam diskusi tersebut karena Pati memiliki kaitan erat dengan sejarah peradaban Mataram di Jogja. Chandra, Bupati Pati, menjelaskan kisah ini dengan penuh semangat dan pengetahuan yang mendalam.
“Pati memiliki sejarah yang sangat penting dan harus bisa diubah menjadi peluang bagi kemajuan daerah ini. Saya perlu banyak berkoordinasi dengan semua pihak, termasuk Tribun Jateng, untuk bisa memanfaatkan peluang ini,” ujarnya.
Saya harus mengakui bahwa Bupati Pati ini memiliki pemahaman sejarah yang cukup baik. Ia juga memahami bahwa sejarah Pati harus menjadi fondasi untuk menentukan masa depan yang lebih baik. Salah satu gagasan utama yang ia usung adalah festival budaya sebagai upaya untuk memperkuat identitas Pati. Ia juga berkomitmen untuk memperkuat semboyan “Bumi Mina Tani”, yang pernah membuat Pati menjadi barometer perekonomian nasional.
“Pati selalu punya peluang untuk menjadi barometer nasional. Ini harus menjadi inspirasi bagi kita semua. Kita perlu menyosialisasikan bahwa ‘Pati Ora Sepele’ benar-benar nyata. Sejarah telah membuktikan bahwa Pati luar biasa,” tegasnya.
Dari sejarah yang kuat, Bupati Chandra juga sadar bahwa dirinya harus menjadi nakhoda yang mampu membuat Pati mandiri secara fiskal. Namun, ia menekankan bahwa langkah-langkah ini harus dilakukan dengan cara-cara yang cerdas.
“Saya perlu mengajak birokrat di Pati untuk berpikir kreatif, karena meningkatkan PAD harus dilakukan di luar pajak agar tidak memberatkan rakyat Pati,” katanya.
Saat Bupati Chandra membicarakan peningkatan pendapatan daerah, saya langsung teringat dengan peristiwa besar yang terjadi pada Agustus 2025 lalu, yang akhirnya mengantarkan dia menjadi orang pertama di Kabupaten Pati. Saya memahami betul bahwa situasi ini tidak mudah bagi Risma Ardhi Chandra, yang tentu memegang teguh nilai-nilai Jawa seperti mikul dhuwur mendhem jero.
Meskipun saya tidak bertanya secara langsung, Bupati Chandra sendiri kemudian bercerita tentang berbagai pertanyaan yang sering dia terima tentang sikapnya. Misalnya, pertanyaan klise tentang mengapa ia tidak bertemu dengan Bothok dkk dan lainnya. Meski ia tidak menjawab secara terbuka, sikapnya yang tidak menjalin komunikasi dengan Sudewo menunjukkan kebijaksanaan yang dewasa. Ia ingin menunjukkan bahwa ia berpihak kepada rakyat Pati tanpa mengabaikan prinsip mikul dhuwur mendhem jero.
Saya sepakat bahwa saat ini Bupati Chandra lebih fokus pada penguatan soliditas di lingkungan birokrasi Kabupaten Pati. Dengan dasar sejarah dan potensi Pati yang luar biasa, ia berharap dapat membawa Pati ke arah yang lebih baik. Tentu saja, ia tidak bisa bekerja sendirian. Ia membutuhkan dukungan dari perangkat di Pemkab Pati, wakil rakyat di DPRD Pati, serta masyarakat Pati.
Bupati Chandra memiliki pekerjaan rumah besar untuk melupakan hal-hal negatif yang masih melekat di benak publik Pati. Ia perlu segera memotong tali-tali yang mengikat dan mengajak seluruh potensi yang ada di Pati untuk membangun daerah dengan semangat baru Kota Pati.
Semangat dan inovasi yang akan dibawa oleh Bupati Chandra untuk Pati ke depan ini terkait dengan satu pertanyaan yang sempat saya lupa sampaikan saat pertemuan kami. Pertanyaan itu adalah, mengapa Bupati Chandra hingga saat ini belum berkantor di Pendapa Kabupaten. Jawaban singkatnya adalah, ketika ia masih menjabat sebagai Wakil Bupati Pati, ia juga tidak berkantor di Pendapa.
Jika ada kesempatan lain, saya tetap akan menanyakan pertanyaan ini. Namun dengan tulisan ini, rasanya saya harus menunjukkan antusiasme dan harapan bahwa, di bawah kepemimpinan baru Risma Ardhi Chandra sebagai Bupati Pati, Bumi Mina Tani akan menjadi lebih baik. Selamat bertugas, Mas Risma Ardhi Chandra, untuk membawa Pati menjadi lebih baik dengan semangat baru Kabupaten Pati!
Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."











