"Melihat Balikpapan Lebih Dekat, Berita Tanpa Jeda"
Bisnis  

Strategi ASLC Tumbuh Doble Digit Setelah Pendapatan Capai Rp1 Triliun pada 2025



Strategi dan Tantangan yang Menggerakkan Pertumbuhan Pendapatan ASLC pada 2026

PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) telah merancang sejumlah strategi untuk meningkatkan pendapatan pada tahun 2026. Target utama perusahaan adalah mencetak pertumbuhan dengan tingkat dobel digit, setelah berhasil menembus angka pendapatan Rp 1 triliun selama tahun 2025. Pencapaian ini menjadi bukti bahwa ASLC, sebagai emiten mobil bekas pertama di Indonesia, mampu mencatatkan kinerja yang signifikan.

Pendapatan ASLC meningkat sebesar 14,51% secara tahunan atau year on year (yoy) dari Rp 876,55 miliar pada 2024 menjadi Rp 1 triliun pada 2025. Menurut manajemen ASLC, pencapaian ini menjadikannya sebagai perusahaan mobil bekas pertama yang mencapai pendapatan sebesar Rp 1 triliun berdasarkan kinerja setahun penuh.

Presiden Direktur Autopedia Sukses Lestari, Jany Candra, menyatakan bahwa kinerja ASLC didukung oleh tiga bisnis utama: lelang melalui JBA, penjualan retail mobil bekas melalui Caroline.id, serta pegadaian melalui MotoGadai. “Pertumbuhan ini merupakan hasil dari strategi agresif ASLC dalam memperkuat ekosistem pelaku usaha mobil bekas, kesadaran merek, dan keunggulan operasional,” ujarnya.

Penjualan dan Kinerja Bisnis

Caroline.id, sebagai platform online to offline jual beli mobil bekas, mencatatkan penjualan sebesar Rp 730,5 miliar pada 2025. Jumlah mobil bekas yang terjual mencapai hampir 4.500 unit, meningkat sebesar 24,5% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, JBA Indonesia, balai lelang kendaraan bekas, berhasil menjual lebih dari 124.000 unit kendaraan dengan pendapatan sebesar Rp 272,5 miliar pada 2025.

Unit bisnis ASLC yang masih dalam tahap awal, yaitu MotoGadai, juga menunjukkan kinerja yang memuaskan. Pada tahun 2025, MotoGadai membukukan pendapatan sebesar Rp 5,4 miliar, meningkat sekitar 72% dari tahun 2024.

Meskipun kinerja positif pada 2025 memberikan keyakinan bahwa langkah-langkah ekspansi yang dilakukan tepat, ASLC tetap menghadapi tantangan dalam meningkatkan laba. Beban pokok pendapatan ASLC naik sebesar 21,14% (yoy) menjadi Rp 732,56 miliar, dibandingkan Rp 604,72 miliar pada tahun sebelumnya. Hal ini menyebabkan laba bruto ASLC sedikit menyusut sebesar 0,22% menjadi Rp 271,23 miliar pada 2025. Laba tahun berjalan ASLC turun sebesar 10,44% menjadi Rp 45 miliar, sementara laba bersih mencapai Rp 42,07 miliar, turun 6,71% dari Rp 45,10 miliar pada 2024.

Strategi untuk Masa Depan

Menginjak tahun 2026, ASLC terus berupaya memperbaiki kinerja dan menjaga tren pertumbuhan pendapatan. Salah satu strategi yang telah dijalankan adalah pembukaan cabang baru MotoHub di Serpong. MotoHub merupakan physical touchpoint dalam ekosistem Motogadai yang menghubungkan dealer dan customer dalam satu pengalaman transaksi praktis.

“Ini menjadi langkah strategis untuk mendekatkan Motogadai dengan dealer rekanan dan pelaku usaha mobil bekas lainnya, sehingga memudahkan customer yang ingin mengecek unit dapat langsung datang ke Motohub,” kata Jany.

Bagi dealer dan pelaku usaha jual beli mobil bekas, MotoHub akan menjadi saluran distribusi tambahan untuk memperluas jangkauan pasar. Selain itu, MotoHub juga menjadi jembatan penghubung ke ekosistem pembiayaan Motogadai, sehingga mempercepat dan mempermudah transaksi.

Sedangkan bagi Motogadai, kehadiran MotoHub memiliki peran strategis untuk mendekatkan brand dengan dealer dan pelaku bisnis jual beli mobil bekas lainnya. “Adanya MotoHub membuat customer dapat langsung melihat unit kendaraan sekaligus mengakses layanan pembiayaan di tempat, sehingga proses transaksi menjadi lebih cepat,” imbuh Jany.

Peluang dan Optimisme

ASLC juga melihat peluang dari pertumbuhan permintaan mobil bekas pada musim mudik Idulfitri 2026. Manajemen ASLC melihat tradisi mudik serta lonjakan mobilitas selama Lebaran akan menjadi pendorong utama peningkatan permintaan mobil bekas. Momentum ini secara historis konsisten memberikan kontribusi positif terhadap penjualan.

Untuk mengoptimalkan momentum ini, ASLC telah memperkuat ketersediaan stok kendaraan di berbagai titik showroom Caroline.id. Bersamaan dengan itu, ASLC juga mengoptimalkan platform digital serta jaringan online-to-offline.

Dengan melihat prospek tersebut, ASLC menargetkan pertumbuhan penjualan dobel digit sepanjang tahun 2026. Manajemen ASLC optimistis dapat mencapai target tersebut seiring penerapan strategi ekspansi jaringan yang berkelanjutan, optimalisasi ekosistem omnichannel bisnis mobil bekas yang terus dilakukan, serta kesiapan untuk memanfaatkan setiap momentum yang ada, seperti pada momen Lebaran.

Jany menegaskan bahwa ASLC masih melihat prospek bisnis yang cerah, meskipun ada ancaman ketidakpastian ekonomi terkait situasi geopolitik terkini di Timur Tengah. “Karena mobil bekas selalu menjadi alternatif rasional di tengah daya beli yang selektif,” tutup Jany.

Badriyah Fatinah

Reporter yang menaruh minat pada isu-isu transportasi, publik, dan urbanisasi. Ia gemar naik kereta untuk mengamati dinamika kota, membaca laporan transportasi, dan memotret suasana perjalanan. Motto: “Setiap perjalanan menyimpan cerita baru.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *