"Melihat Balikpapan Lebih Dekat, Berita Tanpa Jeda"

AHY Perintahkan Menteri PU Buka Jalur Terputus Akibat Banjir dan Longsor di Sumatera

Kepala Koordinator Infrastruktur Berkoordinasi dengan Stakeholder untuk Bantuan Bencana di Sumatera

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), telah mengambil langkah-langkah penting dalam menangani bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi di Sumatera. AHY memastikan bahwa pengerahan alat berat dipercepat guna membuka jalur-jalur transportasi yang terputus akibat bencana tersebut.

Penggunaan alat berat menjadi krusial karena banyak akses transportasi dan logistik yang terganggu. AHY menyampaikan rasa belasungkawa atas korban jiwa, warga yang hilang, serta masyarakat yang masih terisolasi. Pemerintah terus bekerja cepat dan tepat dalam upaya memberikan bantuan kepada saudara-saudara kita yang sedang menghadapi situasi sulit.

Percepatan Pemulihan Jaringan Listrik dan Logistik

Selain itu, AHY juga berkoordinasi dengan Direktur Utama PLN untuk percepatan pemulihan jaringan listrik yang terdampak oleh bencana. Ia juga memastikan komunikasi dengan PT Pertamina guna mengamankan pasokan BBM yang dibutuhkan untuk alat berat, logistik, dan operasional fasilitas publik.

AHY menjelaskan bahwa situasi saat ini tidak mudah. Jalur transportasi yang putus, cuaca buruk, dan keterbatasan BBM menjadi tantangan besar. Meski demikian, ia menegaskan bahwa armada udara, termasuk helikopter TNI-Polri, akan digunakan secara optimal untuk dropping logistik dan bantuan medis. Hal ini sangat penting mengingat banyak jalur darat masih terputus.

Kepala BNPB Laporkan Korban Jiwa dan Pengungsi

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, melaporkan peningkatan jumlah korban meninggal dunia dan orang hilang akibat bencana banjir dan longsor di Sumatera Utara. Hingga Minggu (30/11/2025), BNPB mencatat sebanyak 217 orang meninggal dunia dan 209 lainnya dinyatakan hilang dalam bencana tersebut.

Suharyanto menjelaskan bahwa penambahan jumlah korban jiwa disebabkan oleh operasi pencarian dan pertolongan oleh Satgas Gabungan yang berhasil menemukan sejumlah orang yang sebelumnya dinyatakan hilang. Sementara itu, penambahan jumlah orang hilang terjadi karena adanya laporan-laporan baru dari masyarakat terdampak.

Peningkatan Jumlah Pengungsi

Selain itu, jumlah pengungsi juga bertambah di sejumlah wilayah. Suharyanto mengatakan bahwa kondisi tempat pengungsian sudah relatif lebih baik, dengan dapur lapangan yang beroperasi dan logistik yang mulai tersedia. Sehingga, masyarakat yang awalnya mengungsi secara mandiri kini mulai masuk ke titik-titik pengungsian.

Beberapa wilayah yang terdampak antara lain:

  • Tapanuli Tengah: sekitar 1.600 KK yang mengungsi
  • Tapanuli Selatan: 4.661 jiwa pengungsi yang tersebar di 12 Kecamatan
  • Kota Sibolga: 4.456 jiwa
  • Humbang Hasundutan: 2.200 jiwa
  • Mandailing Natal: 1.738 jiwa

Data ini menunjukkan bahwa pengungsi dihitung berdasarkan jumlah jiwa, bukan hanya kepala keluarga (KK).

Langkah-Langkah Penanggulangan Bencana

AHY menekankan bahwa seluruh unsur pemerintah memiliki tanggung jawab moral untuk bekerja sebaik mungkin bagi masyarakat yang terdampak. Meski belum diketahui secara detail tindak lanjut dari arahan AHY terhadap beberapa stakeholder, ia tetap memastikan bahwa semua pihak terlibat dalam upaya penanggulangan bencana.


Erina Syifa

Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *