"Melihat Balikpapan Lebih Dekat, Berita Tanpa Jeda"

Saksi Mata Ungkap Detik-detik Remaja Tenggelam di Balikpapan

Saksi Mata Menceritakan Detik-Detik Remaja 17 Tahun Tenggelam di Perairan Balikpapan

Seorang warga bernama Andi Hasbar menjadi saksi mata dalam peristiwa remaja 17 tahun bernama Khairul Anam tenggelam di kawasan perairan sekitar dermaga belakang Rumah Sakit Bhayangkara Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur beberapa hari lalu. Ia menceritakan bagaimana kejadian itu terjadi menjelang maghrib, sekitar pukul 17.30 Wita.

Andi mengatakan bahwa awalnya ia hanya datang jalan-jalan dan duduk di sekitar lokasi. Saat itu, ia melihat sekelompok remaja yang sedang mandi bersama di perairan. Tiba-tiba, teman-temannya panik karena ada yang meminta tolong.

“Saya awalnya cuma jalan-jalan ke sini, Pak. Lihat orang-orang mandi-mandikan bareng sama temannya. Nggak lama kemudian, tiba-tiba teman-temannya panik, katanya ada yang minta tolong,” ujar Andi saat ditemui di lokasi, Rabu (12/11/2025).

Menurut kesaksian Andi, korban diduga tidak bisa berenang dan sempat terlihat berusaha menggapai permukaan air sebelum akhirnya tenggelam. “Dia nggak bisa berenang. Teman-temannya mau nolongin tapi malah panik juga, karena waktu mau ditolong, korban ini sempat narik temannya. Jadi mereka ketakutan dan naik ke pinggir,” lanjutnya.

Melihat situasi itu, Andi bersama satu orang lainnya memutuskan terjun ke air untuk menolong. Namun, upaya tersebut tidak berjalan mudah. “Saya sama satu orang loncat. Baru sekitar lima meter nyelam ke bawah, arusnya langsung narik ke bawah, kuat sekali. Saya coba menyelam, dan membuka mata tapi gelap, sudah mau Magrib, nggak kelihatan apa-apa. Akhirnya saya balik cepat ke atas,” katanya.

Menurut kesaksiannya, arus di sekitar lokasi cukup deras dan berputar. Kondisi itu membuat korban cepat terseret ke bawah. “Arusnya kuat sekali, bukan ke samping, tapi ke bawah, kayak muter gitu. Saya sendiri sempat nelan air juga, makanya cepat naik,” ungkap Andi.

Ia mengatakan, korban sempat terlihat beberapa detik dengan gestur mengangkat tangan ke atas sebelum tenggelam sepenuhnya. “Saya masih sempat lihat tangannya ke atas, kayak minta tolong. Tapi dia nggak teriak, mungkin sudah kehabisan tenaga,” ucapnya lirih.

Tak lama setelah kejadian, warga sekitar melapor ke pihak berwenang. Tim dari Polsek setempat dan Basarnas Balikpapan segera datang untuk melakukan pencarian. Andi mengaku peristiwa itu masih membekas di pikirannya. “Saya cuma bisa bantu semampunya, tapi arusnya terlalu kuat. Kasihan, cepat sekali tenggelamnya,” tuturnya.

Pihak berwenang hingga kini masih melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Operasi pencarian terus dilanjutkan hingga korban berhasil ditemukan.

Tim Dikerahkan untuk Mencari

Berita sebelumnya, seorang remaja bernama Khairul Anam (17) dilaporkan tenggelam di Pantai Kemala, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur pada Senin (10/11/2025) sore. Hingga Selasa pagi, korban masih dalam pencarian oleh tim Search and Rescue (SAR) gabungan.

Menurut keterangan warga, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 18.00 Wita. Saat itu, korban diduga terseret arus laut dan tidak kunjung muncul ke permukaan. Mendapat laporan tersebut, tim Respons Bencana Batalyon A Pelopor Brimob Polda Kaltim segera berkoordinasi dengan Basarnas Kota Balikpapan untuk melaksanakan operasi pencarian.

“Sebagai wujud nyata Bhakti Brimob untuk masyarakat, begitu mendapat informasi tersebut tim Respons Bencana Batalyon A Pelopor yang siaga 1×24 jam langsung berangkat ke TKP,” ujar Komandan Batalyon A Pelopor, Kompol Iwan Pamuji, Selasa (11/11/2025).

Sementara itu, Dansat Brimob Polda Kaltim, Kombes Pol Andy Rifai, menjelaskan bahwa dalam proses pencarian, tim Brimob turut menyiapkan sejumlah peralatan SAR untuk mendukung operasi gabungan. Selain Brimob Polda Kaltim, ada unsur SAR lainnya seperti Basarnas, Polsek Balikpapan Timur, BPBD Kota Balikpapan, dan juga masyarakat sekitar.

“Mudah-mudahan korban segera ditemukan. Kami terus memantau perkembangan di lapangan,” ungkapnya.

Upaya pencarian terus dilanjutkan hingga kondisi memungkinkan, dengan menyisir area sekitar lokasi korban terakhir terlihat.

Faiqa Amalia

Jurnalis yang fokus pada isu pendidikan, karier, dan pengembangan diri. Ia suka membaca buku motivasi, mengikuti seminar online, dan menulis rangkuman belajar. Hobinya adalah minum teh sambil menenangkan pikiran. Motto: “Pengetahuan harus dibagikan, bukan disimpan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *