"Melihat Balikpapan Lebih Dekat, Berita Tanpa Jeda"

BMKG Jabar: Waspadai Cuaca Ekstrem Awal Desember, Hujan Lebat dan Angin Kencang Muncul di Banyak Wilayah

Peringatan BMKG untuk Masyarakat Jawa Barat

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan kepada masyarakat Jawa Barat untuk meningkatkan kewaspadaan dalam beberapa hari ke depan. Cuaca ekstrem yang berupa hujan lebat, kilat, dan angin kencang diprediksi akan melanda sejumlah wilayah di Jawa Barat pada awal Desember 2025.

Angin Puting Beliung Menghancurkan Wilayah Bandung

Cuaca ekstrem berupa hujan deras dan angin puting beliung menyerang sejumlah wilayah di Bandung. Angin puting beliung terjadi di kawasan padat penduduk di RW 01, Kelurahan Sekeloa, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Minggu, 30 November 2025. Peristiwa yang terjadi di siang bolong ini mengakibatkan kerusakan cukup parah pada sejumlah atap rumah warga.

Fenomena alam yang terjadi secara cepat membuat warga panik. Berdasarkan laporan di lapangan, angin kencang tersebut muncul sekira pukul 13.00, mengubah cuaca yang semula cerah menjadi mencekam dengan kemunculan awan hitam pekat.

Ketua RT 03 RW 01 Kelurahan Sekeloa, Egy (36), menjelaskan detik-detik terjadinya peristiwa tersebut. Menurut Egy, angin terlihat datang dari arah utara dengan pergerakan yang sangat jelas.

“Sempat juga melihat dari arah utara, itu anginnya masih kecil. Nah, terus imbasnya pas nyampe ke daerah Sekeloa RW 02 dan RW 03, lanjut ke RW 01 ke sini, anginnya semakin besar,” ujar Egy saat ditemui di lokasi kejadian pada Minggu 30 November 2025.

Dampak kerusakan paling signifikan terlihat pada bagian atap rumah warga. Material seperti asbes dan seng yang mayoritas digunakan oleh warga setempat, tidak kuat menahan hempasan angin karena kondisi bangunan yang sudah tua.

“Banyak genteng yang terbawa angin, apalagi yang di belakang ini kan salah satu­nya juga dari beberapa rumah, ini yang bisa dibilang 80%, hampir setengahnya atas rumah (rusak),” tutur Egy.

Terjangan angin puting beliung tersebut berlangsung sekitar 20 menit. Tak lama berjalan, kawasan Sekeloa langsung diguyur hujan deras. Kondisi ini memperparah situasi karena menyebabkan air sungai di bagian bawah kawasan tersebut meluap.

“Hujan deras disertai angin kencang juga, dan sempat di bawah ada aliran sungai, yang di bawah pun meluap,” katanya.

Meski kerusakan materi cukup besar, Egy memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. “Untuk korban sejauh ini nggak ada. Hanya bangunan-bangunan aja terkena dampak,” katanya.

Bencana Longsor di Kabupaten Garut

Bencana longsor kembali melanda wilayah Kabupaten Garut setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan selatan Garut dalam beberapa hari terakhir. Peristiwa kali ini terjadi di Kecamatan Cihurip, tepatnya di kawasan Gunung Gelap yang berada di jalur utama penghubung Garut–Pameungpeuk. Material longsor memblokir sebagian badan jalan provinsi dan sempat mengganggu arus lalu lintas.

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat 28 November 2025 sekitar pukul 23.00 di Jalan Raya Garut–Pameungpeuk, Kampung Gunung Gelap, Desa Mekarwangi, Kecamatan Cihurip. Tebing di sisi jalan dilaporkan ambruk setelah diguyur hujan deras sejak sore hari.

Kapolsek Cihurip Iptu Samsul Arifin menjelaskan, longsoran tanah tersebut memiliki panjang kurang lebih 15 meter dengan ketinggian tebing sekitar 5 meter. Material tanah dan bebatuan memutup setengah badan jalan sehingga kendaraan yang melintas hanya dapat melalui satu jalur.

“Kondisi ini menyebabkan arus lalu lintas terganggu. Kendaraan hanya bisa melintas secara bergantian dengan sistem buka tutup,” ucap Samsul Arifin saat dikonfirmasi Minggu 30 November 2025.

Ia menambahkan, pihak kepolisian bersama petugas terkait telah melakukan pemeriksaan lokasi serta berkoordinasi untuk penanganan lebih lanjut. Pihaknya pun langsung meminta bantuan agar segera dikirim alat berat untuk membantu membersihkan material longsor agar jalan kembali normal.

Sementara itu, personel Polsek Cihurip, kata dia, tetap bersiaga di lokasi guna melakukan pengaturan lalu lintas. Alhasil, kendaraan dari dua arah tetap bisa melintas meskipun harus sedikit terganggu karena hanya bisa satu jalur.

“Upaya pembersihan material longsor dilakukan pada Sabtu pagi setelah alat berat tiba di lokasi,” katanya.

Kasatlantas Polres Garut Iptu Aang Andi Suhandi menyampaikan, situasi lalu lintas dari arah Garut menuju Pameungpeuk maupun sebaliknya kini telah kembali normal. Ia menyebut, arus sempat tersendat karena jalan hanya bisa dilalui satu arah sebelum material berhasil disingkirkan.

“Memang sempat sedikit terganggu, tetapi petugas langsung antisipasi dengan sistem buka tutup agar kendaraan tetap bisa melintas. Namun, hal itu tak berlangsung lama. Pada Sabtu pagi, arus sudah normal karena material longsoran sudah berhasil dibersihkan,” ujarnya.

Bencana di Kabupaten Sukabumi

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mencatat dalam sepekan ini terjadi tiga kali kejadian bencana yang mengakibatkan sejumlah rumah rusak, serta beberapa warga harus mengungsi. Bencana yang terjadi seperti angin kencang, kebakaran, hingga pergerakan tanah.

Manajer Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna dalam laporan resminya menjelaskan, peristiwa pertama, yakni rumah yang dihuni enam jiwa, roboh akibat angin kencang di Kampung Benda, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak. Peristiwa itu terjadi pada Kamis 27 November 2025 sekitar pukul 20.15 WIB.

Peristiwa serupa kembali terjadi pada Sabtu 29 November 2025 sekitar pukul 15.30, satu unit rumah roboh usai disapu angin kencang di Kampung Ciherang, Desa Girijaya, Kecamatan Warungkiara.

Di hari yang sama sekitar pukul 12.30 WIB, terjadi bencana pergerakan tanah di Kampung Bihbul, Desa Bojonggaling, Kecamatan Bantargadung. Akibatnya, satu keluarga berisi empat jiwa sempat dievakuasi lantaran dinding rumahnya mengalami keretakan.

Peralihan Angin dan Prediksi BMKG

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Jabar Teguh Rahayu menjelaskan, khusus untuk wilayah Bandung Raya, ada tanda-tanda peralihan angin yang jelas. Peralihan tersebut misalnya dominasi angin timuran (Monsun Australia) mulai melemah dan berganti dengan masuknya angin baratan (Monsun Asia).

“Saat ini, Jawa Barat termasuk Bandung Raya sudah memasuki musim hujan. Dengan puncak musim hujan bervariasi mulai November 2025 hingga Maret 2026,” tuturnya.

Berdasarkan prediksi BMKG, potensi hujan dengan intensitas lebat (50-100 mm per hari) akan terjadi secara bertahap. Pada Senin 1 Desember 2025, hujan lebat diprediksi mengguyur wilayah Sumedang, Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Majalengka, dan Kuningan.

Kondisi ini berlanjut Selasa 2 Desember 2025, cakupan wilayah hujan meluas ke Kabupaten dan Kota Bogor, Kabupaten dan Kota Sukabumi, Cianjur, Karawang, Purwakarta, Cimahi, Bandung Barat, Kabupaten dan Kota Bandung, Sumedang, Majalengka, Kabupaten Cirebon, dan Kuningan.

Sedangkan untuk Rabu 3 Desember 2025, wilayah yang perlu waspada meliputi Kabupaten dan Kota Bekasi, Karawang, Subang, Cianjur, Kabupaten Sukabumi, Bogor, Kabupaten dan Kota Bandung, Garut, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kuningan.

Menghadapi potensi bencana hidrometeorologis seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang, BMKG mengimbau masyarakat dan instansi terkait untuk bersiaga. Khusus bagi warga yang tinggal di daerah bertopografi curam atau pegunungan, kewaspadaan harus ditingkatkan. Apalagi, apabila hujan turun dengan intensitas ringan hingga sedang selama beberapa hari berturut-turut.

“Untuk dataran rendah dan dekat aliran sungai, waspadai potensi genangan atau banjir, serta usahakan agar drainase baik, tidak ada sedimentasi dan DAS terbebas dari sampah,” kata Rahayu.

Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *