Golkar Menegaskan Dukungan Penuh untuk Prabowo dan Gibran Hingga 2029
Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, kembali menegaskan komitmen penuh partainya untuk mendukung Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka hingga masa jabatan berakhir pada 2029. Pernyataan ini disampaikan dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Golkar yang digelar pada Sabtu (20/12/2025), sekaligus mengulang pernyataan serupa yang sebelumnya diucapkan saat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 Golkar pada Jumat (5/12/2025). Penegasan berulang ini mencerminkan langkah Golkar untuk memperkuat posisi politiknya lebih awal dalam peta kekuasaan nasional.
Dalam pidatonya, Bahlil menekankan bahwa dukungan terhadap pemerintahan Prabowo dan Gibran tidak boleh dilakukan secara setengah-setengah. Ia menilai bahwa partai yang mengusung Prabowo-Gibran harus memperjuangkan kepentingan koalisi dengan sungguh-sungguh. “Kita enggak boleh masuk dalam koalisi-koalisi banci, enggak boleh,” ujarnya.
Selain itu, Bahlil juga menyampaikan target partainya untuk meraih lebih dari 102 kursi DPR pada Pemilu Legislatif 2029. Ia yakin target tersebut dapat tercapai jika Golkar tetap berada di barisan pendukung Prabowo. Ia juga menyebut capaian Golkar dalam Pilkada 2024 yang mencapai 60 persen, baik di tingkat gubernur, bupati, maupun wali kota.
Prabowo Mengapresiasi Bahlil
Pada acara Puncak HUT ke-61 Golkar, Presiden Prabowo Subianto memberikan pujian kepada Bahlil. Ia menyebut Ketua Umum Golkar tersebut sebagai sosok yang cerdas dan detail dalam bekerja. Prabowo menilai berbagai acara yang diselenggarakan Bahlil selalu dipersiapkan secara rinci. Ia juga menyinggung peran Bahlil yang turun langsung ke lapangan saat terjadi banjir dan longsor di Sumatera.
Prabowo juga menyinggung karakter orang Indonesia Timur, termasuk Bahlil, yang menurutnya keras namun memiliki loyalitas tinggi. “Keras, keras. Tapi kalau sudah menetapkan hatinya, dia setia sampai mati. Ini ciri khas orang Indonesia timur,” kata Prabowo.
Analisis Pengamat Politik
Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno, figur lain akan sulit menandingi Prabowo jika ia maju pada Pilpres 2029. Kekuatan Prabowo dinilainya menjadi latar belakang pernyataan Bahlil bahwa Golkar akan mendukung Prabowo di Pilpres 2029.
Adi menilai bahwa pernyataan Bahlil bisa dimaknai sebagai sikap politik realistis karena Prabowo sebagai petahana memiliki posisi yang kuat. Selain itu, Bahlil ingin menunjukkan loyalitas kepada Prabowo. Di sisi lain, pernyataan Bahlil ini juga menegaskan bahwa Golkar tengah mengalami krisis figur untuk diusung dalam Pilpres.
“Tak heran jika banyak pihak yang menyebut Golkar spesialis kuat di pileg, tapi tak di pilpres. Di pilpres pun hanya wapres melalui JK. Setelah itu tak ada figur lain di pilpres,” jelas Adi.
Target dan Strategi Partai Golkar
Berdasarkan keputusan musyawarah nasional (Munas), Golkar memastikan akan terus berkoalisi dengan pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka hingga masa jabatan berakhir. Sebagai partai pengusung, Golkar disebut akan mengawal jalannya pemerintahan hingga 2029.
Dalam pidatonya, Bahlil juga menyinggung sikap ketua umum Golkar sebelumnya yang dinilainya ragu dalam menentukan arah politik. Ia menegaskan dirinya tidak mengenal sikap maju-mundur dalam berpolitik. “Saya enggak tahu kalau ketua umum dulu ya, yang bisa maju mundur, maju mundur. Saya ini enggak bisa karena sopir angkot itu maju saja, mundurnya enggak bisa, gitu,” lanjutnya.
Kesimpulan
Pernyataan Bahlil Lahadalia dan dukungan penuh Golkar terhadap Prabowo serta Gibran menunjukkan strategi politik yang jelas dan terarah. Dengan target meraih lebih dari 102 kursi DPR pada Pemilu 2029, Golkar berusaha memperkuat posisi politiknya di tengah dinamika perebutan kekuasaan nasional.











