"Melihat Balikpapan Lebih Dekat, Berita Tanpa Jeda"

Pemkot Tangsel Buka Ruang Dialog Sampah Pasca-Aksi Mahasiswa

Respons Pemerintah Kota Tangerang Selatan terhadap Aksi Demonstrasi Mahasiswa

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menanggapi aksi demonstrasi mahasiswa yang diinisiasi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Jakarta. Aksi tersebut berfokus pada isu persampahan yang menjadi perhatian serius masyarakat, khususnya di wilayah Ciputat. Dalam kesempatan ini, pihak pemerintah membuka ruang dialog dan kolaborasi dengan mahasiswa serta elemen masyarakat lainnya untuk mencari solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangsel, Tubagus Asep Nurdin, menyampaikan bahwa aspirasi yang disampaikan oleh mahasiswa merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi lingkungan. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah menghargai dan memperhatikan keluhan tersebut secara serius.

“Kami memahami keresahan dan aspirasi yang disampaikan oleh adik-adik mahasiswa terkait persoalan persampahan di Kota Tangerang Selatan. Aspirasi tersebut menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Kota Tangerang Selatan,” ujarnya.

Proses Pengangkutan Sampah yang Terus Berjalan

Menanggapi tuntutan mahasiswa agar sampah segera diangkut, Asep menjelaskan bahwa proses pengangkutan sampah telah dan terus dilakukan secara bertahap di seluruh wilayah kota. Pemkot Tangsel juga telah mengerahkan armada tambahan serta menerapkan langkah percepatan untuk mengatasi penumpukan sampah.

“Pemerintah Kota Tangerang Selatan sudah dan sedang melakukan pengangkutan sampah secara bertahap di seluruh wilayah dengan mengerahkan armada tambahan serta berbagai langkah percepatan,” tambah Asep.

Ia juga menyebutkan bahwa kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang yang saat ini sedang dalam proses penataan turut memengaruhi sistem pengelolaan dan distribusi pengangkutan sampah. Meski begitu, ia menegaskan bahwa pengangkutan tetap berjalan setiap hari.

“Dengan adanya kondisi TPA Cipeucang yang saat ini sedang dalam proses pekerjaan penataan, maka pengelolaan dan distribusi pengangkutan sampah dilakukan secara terukur dan bertahap. Proses pengangkutan tetap berjalan setiap hari dan terus dievaluasi agar lebih cepat dan efektif,” jelas Asep.

Langkah Jangka Panjang untuk Pengelolaan Sampah

Lebih lanjut, Asep menegaskan bahwa penanganan sampah tidak hanya difokuskan pada solusi jangka pendek. Pemkot Tangsel mengaku tengah menyiapkan langkah-langkah strategis jangka menengah hingga panjang dengan melibatkan partisipasi masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa.

“Ke depan, langkah Pemerintah Kota Tangerang Selatan tidak hanya berfokus pada penanganan jangka pendek, tetapi juga pada penguatan sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh,” kata Asep.

Beberapa langkah yang akan dilakukan antara lain:

  • Memperkuat pengelolaan sampah dari hulu ke hilir
  • Mengoptimalkan armada dan sarana prasarana persampahan
  • Mendorong partisipasi dan kedisiplinan masyarakat dalam pengelolaan sampah

Selain itu, pihaknya secara terbuka mengajak mahasiswa dan seluruh elemen masyarakat untuk terlibat aktif dalam mencari solusi bersama.

“Pemerintah Kota Tangerang Selatan membuka ruang komunikasi dan kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, untuk mencari solusi yang berkelanjutan,” tegasnya.

Kerja Sama dengan Daerah Lain dan Pihak Swasta

Sebagai bagian dari upaya jangka pendek dan menengah, Pemkot Tangsel menyatakan akan menjajaki kerja sama pengelolaan sampah dengan daerah lain maupun pihak swasta. Sementara untuk jangka panjang, Asep menyebut Pemkot Tangsel berencana mengembangkan pengelolaan sampah berbasis energi ramah lingkungan.

“Mengembangkan pengelolaan sampah menjadi energi listrik (waste to energy) sebagai solusi jangka panjang yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” lanjut Asep.

Asep menegaskan komitmen untuk terus bekerja maksimal dalam menangani persoalan persampahan dan mengajak seluruh pihak untuk ikut menjaga lingkungan.

“Pemerintah Kota Tangerang Selatan berkomitmen untuk terus bekerja secara maksimal dalam menangani persoalan persampahan, dan kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga lingkungan serta menjadi bagian dari solusi,” pungkasnya.

Tuntutan Mahasiswa dalam Aksi Unjuk Rasa

Sebelumnya diberitakan, aksi unjuk rasa di halaman Kantor Wali Kota Tangerang Selatan diwarnai pemandangan mahasiswa membentangkan kasur busa dan bantal di atas tumpukan sampah. Dalam aksi tersebut, BEM UMJ mendesak Wali Kota dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan terkait masalah sampah dengan beberapa tuntutan utama:

  • Pengangkutan Rutin dan Menyeluruh: Mendesak DLH untuk melakukan pengangkutan sampah secara menyeluruh dan rutin di seluruh titik rawan penumpukan.
  • Langkah Tegas Wali Kota: Wali Kota diminta segera mengambil langkah konkret dan tegas dalam menyelesaikan permasalahan sampah.
  • Penambahan Armada dan Fasilitas: Mendesak Wali Kota dan DLH untuk meningkatkan pengangkutan sampah secara rutin dengan menambah armada dan fasilitas pendukung.
  • Evaluasi Sistem Pengelolaan Sampah: Wali Kota harus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan sampah.
  • Tanggung Jawab atas Penumpukan Sampah: Wali Kota bertanggung jawab atas pembuangan sampah yang berhari-hari menumpuk, khususnya di wilayah Ciputat.
  • Transformasi Infrastruktur Pengelolaan Sampah: Mendesak langkah tegas Wali Kota dalam transformasi infrastruktur pengelolaan residu dengan teknologi modern.
  • Transparansi dan Akuntabilitas DLH: Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas kinerja DLH kepada publik.


Adriatno Majid

Seorang penulis berita online yang mengutamakan kecepatan dan ketelitian dalam menyampaikan informasi terkini kepada pembaca. Aktif mengikuti perkembangan isu sosial dan digital. Memiliki hobi membaca artikel sejarah, bersepeda pagi, serta memotret momen sederhana yang menarik. Baginya, proses menulis adalah ruang untuk melihat dunia lebih dekat. Motto hidupnya: "Informasi yang jujur adalah fondasi kepercayaan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *