JAKARTA – Badan Pengelola Investasi Daya Anugerah Nusantara (Danantara) tengah bersiap untuk memulai pembangunan sejumlah proyek strategis pada tahun 2026. Salah satu proyek utama yang akan dilakukan peletakan batu pertama pada tahun ini adalah pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di beberapa lokasi, termasuk kampung haji di Makkah, Arab Saudi.
Berdasarkan laporan Danantara bertajuk Addressing Future Waste Challenges, proses peletakan batu pertama proyek PSEL ditargetkan berjalan secara bertahap dari bulan Maret hingga Juni 2026. Proyek ini dibagi dalam empat tahapan utama, dengan fokus awal pada empat wilayah yang dinilai paling siap yakni Bekasi, Bogor Raya, Bali, dan Yogyakarta.
Selain proyek PSEL, Danantara juga merencanakan pembangunan enam proyek hilirisasi strategis. Menurut Chief Executive Officer Danantara, Rosan Roeslani, enam proyek tersebut akan dilakukan peletakan batu pertama pada Februari 2026. Beberapa proyek mencakup pengembangan bauksit menjadi aluminium di Kalimantan, bioavtur hingga kilang. Selain itu, ada juga rencana budidaya unggas di lima tempat.
Di sisi lain, Danantara juga menyiapkan proyek gasifikasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME) yang direncanakan mulai memasuki tahap peletakan batu pertama pada bulan depan. Meski demikian, aspek teknologi proyek DME masih dalam analisis internal.
Rosan menjelaskan bahwa di Mempawah, Kalimantan Barat, Danantara akan membangun smelter aluminium dari alumina dengan nilai investasi US$2,4 miliar serta fasilitas produksi alumina grade smelter (SGA) dari bauksit senilai US$890 juta. Kedua proyek tersebut diarahkan untuk memperkuat penguasaan rantai nilai aluminium dari hulu hingga hilir.
Di Jawa Tengah, tepatnya di Kilang Cilacap, Danantara mengembangkan fasilitas produksi bioavtur dengan nilai investasi US$1,1 miliar. Proyek ini ditujukan untuk mendukung transisi energi sekaligus pengembangan industri penerbangan berkelanjutan.
Selain proyek-proyek tersebut, Danantara juga mengembangkan fasilitas bioetanol senilai US$80 juta serta proyek hilirisasi kelapa terintegrasi di Morowali dengan nilai investasi US$100 juta yang saat ini telah berjalan. Di sektor pangan, Danantara turut menggarap pengembangan lima dari total 12 fasilitas budidaya unggas yang tengah dikerjakan.
Secara keseluruhan, ada 18 proyek hilirisasi dengan total nilai investasi sebesar US$38,63 miliar atau sekitar Rp618,13 triliun yang dikaji oleh Danantara.
Berikut perincian daftar proyek Danantara:
Daftar Proyek Danantara yang Akan Dilakukan Groundbreaking 2026
-
Smelter aluminium dari alumina
Lokasi: Mempawah, Kalimantan Barat
Investasi: US$2,4 miliar -
Smelter grade alumina dari bauksit (SGAR)
Lokasi: Mempawah, Kalimantan Barat
Investasi: US$890 juta -
Fasilitas produksi bioavtur
Lokasi: Cilacap, Jawa Tengah
Investasi: US$1,1 miliar -
Fasilitas produksi bioetanol
Lokasi: Banyuwangi, Jawa Timur
Investasi: US$80 juta -
Proyek hilirisasi kelapa terintegrasi
Lokasi: Morowali, Sulawesi Tengah
Investasi: US$100 juta -
Budidaya unggas
Lokasi: 5 fasilitas dari 12 titik lokasi
Investasi: Tidak disebutkan -
Proyek waste-to-energy (WtE) atau pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL)
Lokasi: Bekasi, Bogor Raya, Bali, dan Yogyakarta
Investasi: Estimasi Rp2 triliun-Rp3 triliun/PSEL -
Proyek Kampung Haji
Lokasi: Makkah, Arab Saudi
Investasi: Sekitar US$500 juta (pembelian hotel), US$700 juta-US$800 juta (pembangunan lanjutan)
Daftar Proyek Prioritas Hilirisasi dan Ketahanan Energi yang Dikaji Danantara
-
Industri Smelter Aluminium (bauksit)
Lokasi: Mempawah, Kalimantan Barat
Investasi: 60 triliun
Tenaga Kerja: 14.700 orang
Keterangan: Penghematan impor -
Industri DME (batu bara)
Lokasi: 6 lokasi (A) Bulungan, (B) Kutai Timur, (C) Kota Baru, (D) Muara Enim, (E) Pali, (F) Banyuasin
Investasi: 164 triliun
Tenaga Kerja: 34.800 orang
Keterangan: Penghematan impor -
Industri Aspal (Aspal Buton)
Lokasi: Buton, Sulawesi Tenggara
Investasi: 1,49 triliun
Tenaga Kerja: 3.450 orang
Keterangan: Penghematan impor -
Industri Mangan Sulfat (Mangan)
Lokasi: Kupang, NTT
Investasi: 3,05 triliun
Tenaga Kerja: 5.224 orang
Keterangan: Penguatan industri domestik -
Industri Stainless Steel Slab (Nikel)
Lokasi: Kawasan Industri Morowali, Sulawesi Tengah
Investasi: 38,4 triliun
Tenaga Kerja: 12.000 orang
Keterangan: Penguatan industri domestik -
Industri Copper Rod, Wire & Tube (Katoda Tembaga)
Lokasi: Gresik, Jawa Timur
Investasi: 19,2 triliun
Tenaga Kerja: 9.700 orang
Keterangan: Penguatan industri domestik -
Industri Besi Baja (Pasir Besi)
Lokasi: Kabupaten Sarmi, Papua
Investasi: 19 triliun
Tenaga Kerja: 18.000 orang
Keterangan: Penguatan industri domestik -
Industri Chemical Grade Alumina (Bauksit)
Lokasi: Kendawangan, Kalimantan Barat
Investasi: 17,3 triliun
Tenaga Kerja: 7.100 orang
Keterangan: Penguatan industri domestik -
Industri Oleoresin (Pala)
Lokasi: Kabupaten Fakfak, Papua Barat
Investasi: 1,8 triliun
Tenaga Kerja: 1.850 orang
Keterangan: Penguatan ekonomi rakyat -
Industri Oleofood (Kelapa Sawit)
Lokasi: KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan Timur (MBTK)
Investasi: 3 triliun
Tenaga Kerja: 4.800 orang
Keterangan: Libatkan ekonomi rakyat -
Industri Nata de Coco, Medium-Chain Triglycerides (MCT), Coconut Flour, Activated Carbon (Kelapa)
Lokasi: KI Tenayan, Riau
Investasi: 2,3 triliun
Tenaga Kerja: 22.100 orang
Keterangan: Penguatan industri domestik -
Industri Chlor Alkali Plant (Garam)
Lokasi: (A) Aceh, (B) Kalimantan Timur, (C) Jawa Timur, (D) Sumsel (2), (E) Riau, (F) Banten (2), dan (G) NTT (2)
Investasi: 16 triliun
Tenaga Kerja: 33.000 orang
Keterangan: Penghematan Impor -
Industri Fillet Tilapia (Ikan Tilapia)
Lokasi: (A) Banten, (B) Jawa Barat, (C) Jawa Tengah, (D) Jawa Timur
Investasi: 1 triliun
Tenaga Kerja: 27.600 orang
Keterangan: Penyerapan tenaga kerja -
Industri Carrageenan (Rumput Laut)
Lokasi: Kupang, NTT
Investasi: 212 miliar
Tenaga Kerja: 1.700 orang
Keterangan: Libatkan ekonomi rakyat -
Oil Refinery
Lokasi: (A) Lhokseumawe, (B) Sibolga, (C) Natuna, (D) Cilegon, (E) Sukabumi, (F) Semarang, (G) Surabaya, (H) Sampang, (I) Pontianak, (J) Badung (Bali), (K) Bima, (L) Ende, (M) Makassar, (N) Dongala, (O) Bitung, (P) Ambon, (Q) HalmaheraUtara, (R) Fakfak
Investasi: 160 triliun
Tenaga Kerja: 44.000 orang
Keterangan: Ketahanan energi -
Oil Storage Tanks
Lokasi: (A) Lhokseumawe, (B) Sibolga, (C) Natuna, (D) Cilegon, (E) Sukabumi, (F) Semarang, (G) Surabaya, (H) Sampang, (I) Pontianak, (J) Badung (Bali), (K) Bima, (L) Ende, (M) Makassar, (N) Dongala, (O) Bitung, (P) Ambon, (Q) HalmaheraUtara, (R) Fakfak
Investasi: 72 triliun
Tenaga Kerja: 6.960 orang
Keterangan: Ketahanan energi -
Modul Surya Terintegrasi (Bauksit & Silika)
Lokasi: KI Batang, Jawa Tengah
Investasi: 24 triliun
Tenaga Kerja: 19.500 orang
Keterangan: Transisi Energi -
Industri Bioavtur (Used Cooking Oil)
Lokasi: (A) KBN Marunda; (B) KI Cikarang; (C) KI Karawang
Investasi: 16 triliun
Tenaga Kerja: 10.152 orang
Keterangan: Transisi energi











