"Melihat Balikpapan Lebih Dekat, Berita Tanpa Jeda"

Korban tewas di Sumatra mencapai 1.201 jiwa

Pencarian Korban Banjir dan Tanah Longsor di Pulau Sumatra Masih Berlangsung

Pencarian korban akibat banjir dan tanah longsor di Pulau Sumatra masih terus dilakukan hingga akhir pekan ini. Sebuah korban meninggal ditemukan, sehingga jumlah korban yang meninggal dunia mencapai 1.201 jiwa. Angka ini masih bisa bertambah karena sebanyak 142 jiwa masih dilaporkan hilang. Selain itu, sekitar 113.672 jiwa masih tinggal di tempat pengungsian.

Tim satgas gabungan berkejaran dengan waktu lantaran harus menuntaskan pembangunan semua hunian sementara (huntara) sebelum masuknya Ramadan pada pertengahan Februari 2026. Dalam data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah korban meninggal dunia tertinggi berada di Aceh.

“Korban meninggal di Aceh mencapai 562 jiwa, 375 jiwa berada di Sumatra Utara, dan 264 jiwa di Sumatra Barat,” ujar Kepala Pusat Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangan tertulis.

Jumlah pengungsi tertinggi juga berada di Aceh, yaitu sebanyak 91.783 jiwa. Tim gabungan BNPB terus bekerja keras untuk membersihkan dan membuka akses jalan serta jembatan. Mereka juga memulihkan kawasan pemukiman agar wilayah terdampak semakin kondusif untuk dihuni kembali.

Pembangunan Hunian Sementara Terus Dikebut

Abdul menjelaskan bahwa ada 29.621 unit huntara yang diajukan untuk dibangun. Namun, hanya 7.414 unit yang masih dalam proses pembangunan hingga saat ini. “Sementara, 1.056 unit huntara sudah selesai dibangun dan siap dihuni,” kata Abdul.

Ia menambahkan bahwa 648 unit huntara masih dalam tahap konstruksi. Abdul juga menjelaskan tentang skema Dana Tunggu Hunian (DTH) yang akan dibagikan kepada warga terdampak yang memilih tidak menghuni huntara. Hingga akhir Januari 2026, sebanyak 14.822 kepala keluarga telah mengajukan DTH. Dari jumlah tersebut, sebanyak 9.678 rekening penerima sudah siap. “Bantuan telah disalurkan kepada 3.536 kepala keluarga,” ucap dia.

Distribusi Logistik yang Melibatkan Berbagai Moda Transportasi

BNPB menjelaskan bahwa selama periode 29 November 2025 hingga 23 Januari 2026, sudah ada 1.763,1 ton bantuan logistik yang telah disalurkan. Distribusi tersebut dilakukan melalui berbagai moda transportasi. “Sebanyak 56 sorti pesawat charter BNPB, 66 sorti pesawat Hercules, 55 truk jalan darat, dan 7 kapal laut,” kata Abdul.

Ia menambahkan bahwa pada Jumat (23/1/2026) lalu tidak dilakukan distribusi harian untuk logistik. Abdul tidak menjelaskan alasan mengapa tidak ada distribusi logistik pada hari itu. “Untuk wilayah Sumatra Utara, distribusi dilakukan melalui jalur darat menggunakan 10 truk dengan total distribusi 35,52 ton. Sedangkan, di Sumatra Barat, bantuan logistik telah dikirim melalui jalur darat seberat 6,22 ton,” tuturnya.

Perpanjangan Status Tanggap Darurat di Aceh

Gubernur Aceh kembali memperpanjang status tanggap darurat bencana untuk keempat kalinya pada Kamis (22/1). Status tanggap darurat bencana di Aceh berlangsung hingga 29 Januari 2026 karena penanganan darurat di sejumlah wilayah terdampak banjir dan longsor belum tuntas. Keputusan tersebut disampaikan oleh Gubernur Aceh, Muzakir Manaf dalam rapat perpanjangan status tanggap darurat yang digelar secara virtual dari Posko Tanggap Darurat Bencana Banjir dan Longsor Aceh, Kantor Gubernur Aceh.

Muzakir menjelaskan bahwa perpanjangan status itu merupakan hasil koordinasi dengan pemerintah pusat dan merujuk pada surat rekomendasi Menteri Dalam Negeri pada 21 Januari 2026 tentang perpanjangan status tanggap darurat bencana di Provinsi Aceh. Perpanjangan itu dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi penanggulangan bencana di lapangan dan sebaran masyarakat terdampak.

“Perlu adanya perpanjangan masa tanggap darurat agar berbagai upaya dapat dilakukan dengan lebih baik. Proses pembersihan lingkungan, distribusi bantuan logistik, dan layanan kesehatan perlu dipercepat serta disebarkan dengan merata,” ujar Muzakir.

Amirah Rahimah

Reporter berita perkotaan yang gemar berkeliling kota untuk mencari cerita. Ia menikmati fotografi gedung, membaca artikel arsitektur, dan menyusun catatan kecil tentang perubahan kota. Hobi lainnya adalah menikmati kopi di kedai lokal. Motto: “Kota bicara melalui cerita warganya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *