Kasus Penipuan di Sumatera Utara dengan Modus Kerja di Dapur MBG
Kasus penipuan yang menggunakan modus perekrutan kerja di dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau janji makan bergizi gratis terjadi di wilayah Sumatera Utara. Pelaku utama dalam kasus ini adalah Mustafa Lubis (56), yang mengaku sebagai anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan juga wartawan.
Warga Desa Lubuk Bayas, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, berhasil menipu sebanyak 92 orang korban. Informasi ini dikonfirmasi oleh Kasat Reskrim Polres Serdang Bedagai AKP Binrod Situngkir. Ia menyebutkan bahwa total kerugian dari keseluruhan korban diperkirakan mencapai Rp 24,9 juta.
“Menyatakan diri sebagai LSM dan wartawan menjanjikan bisa memasukkan kerja di MBG. Total korban mencapai 92 orang dengan kerugian yang bervariasi,” ujar AKP Binrod Situngkir.
Awal Terjadinya Penipuan
Dugaan penipuan ini bermula pada bulan November 2025 lalu, ketika Arif Dermawan menerima pesan singkat dari rekannya bernama Fahmi. Ada informasi lowongan kerja di dapur MBG Teluk Mengkudu sebagai sekuriti. Arif kemudian mendatangi rumah kawannya bernama Fahmi untuk bersama-sama ke rumah seseorang perempuan bernama Santi, guna memastikan pekerjaan tersebut.
Setibanya di rumah Santi, korban diminta menyiapkan berkas lamaran kerja dan uang sebesar Rp 500 ribu. Pada 2 Desember 2025, korban menyerahkan berkas maupun uang yang diminta sebelumnya kepada Santi, dan ia menyebut akan menyerahkan uang itu kepada pihak MBG.
Bahkan seluruh korban sempat dikumpulkan untuk membahas penempatan kerja. Sampai tanggal 10 Januari lalu, ternyata mereka yang dijanjikan akan bekerja di beberapa dapur MBG dengan berbagai tugas tak kunjung dipekerjakan, meski sudah bayar.
Tindakan Pelaku dan Akibatnya
Pada akhirnya korban bertanya kepada Santi, kenapa mereka tidak kunjung bekerja dan Santi menyuruh korban menghubungi tersangka Mustafa. Namun ketika korban menghubungi tersangka untuk menanyakan kepastian, malah diblokir. Padahal, korban juga menghubungi untuk memastikan jika memang tidak bisa bekerja, minta uangnya dikembalikan.
Karena merasa ditipu, para korban ramai-ramai mengamankan Mustafa dan menyerahkan ke polisi. “Ketika ditanya, Santi menjawab suruh hubungi langsung Mustafa. Lalu pelapor menghubungi melalui WhatsApp tetapi nomornya diblokir.”
Berdasarkan hasil pemeriksaan, pekerjaan di dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijanjikan tak pernah ada. Bahkan, Mustafa bukan pengurus dapur Makan Bergizi Gratis. Uang hasil menipu masyarakat yang benar-benar ingin bekerja ia gunakan untuk keperluan sehari-hari.
“Pekerjaan itu gak pernah ada. Uangnya untuk keperluan sehari-hari.”
Kasus Penipuan Lain di Surabaya
Selain kasus di Sumatera Utara, terdapat juga kasus penipuan di Surabaya. EFS, warga Tambaksari, kehilangan motor kesayangannya Suzuki Satria Fu bernopol L-5778-ZX setelah dipinjamkan kepada seorang pria yang sempat menjanjikan bakal memberikannya pekerjaan.
Ceritanya, mantan sales obat-obatan apotek itu baru saja berkenalan dengan pria tersebut karena sempat dijanjikan pekerjaan. Berdasarkan dokumentasi foto tangkapan layar video CCTV yang diterima, pria misterius tersebut berperawakan tubuh kurus, berusia kisaran 40-an tahun. Penampilannya necis, berkemeja polos warna oranye, bercelana warna abu-abu, dan bertopi hitam. Lalu, si pria itu juga memiliki kacamata hitam yang ditambatkan pada bagian atas topi. Dan, memakai jam tangan hitam pada pergelangan tangan kirinya.
Sebelum resmi dipekerjakan, si pelaku meminta korban untuk bertemu di sebuah warung kopi kawasan Jalan Bagong Tambangan, Ngagel, Wonokromo, Surabaya, pada Senin (30/6/2025) siang. Selama bertemu, pelaku mengobrol basa-basi mengenai jenis pekerjaan yang akan diberikan kepada korban. Hingga tiba pada suatu momen, sekonyong-konyong si pelaku meminjam motor korban untuk menemui anaknya yang sedang berurusan perkara tilang kendaraan.
Korban yang tidak menaruh curiga, begitu mudahnya meminjamkan kendaraan tersebut kepada si pelaku. Ternyata, momen tersebut terakhir kalinya korban berjumpa dengan si pelaku yang membawa motornya. Saat korban menunggu hingga sore dan berlanjut malam hari, si pelaku serta batang hidungnya tidak lagi tampak. Apalagi sampai mengembalikan motornya.
Nomor ponsel si pelaku yang sempat disimpan oleh korban terus menerus dihubungi. Sempat direspon sekali. Si pelaku berdalih urusannya belum selesai. Setelah itu, nomornya sudah tidak aktif.
“Ditelpon awal jam 5-an sore ngangkat infonya belum selesai. Terus ditelpon lagi nomor diblockir dihubungi lagi sudah tidak aktif. Lalu, Jam setengah 7 malam, kakak ipar saya pulang dari warkop. Sampai sekarang nomor tidak bisa dihubungi,” ujar adik ipar korban BB, saat dihubungi, pada Selasa (8/7/2025).
Awal Perkenalan Korban dan Pelaku
Lalu, bagaimana awal perkenalan korban dan pelaku bermula. Menurut BB, korban dikenalkan dengan pelaku oleh istri BB. Istri BB yang bekerja sebagai sales mobil bekas di sebuah mal kawasan Bubutan Surabaya ditemui oleh pelaku yang kala itu cuma sekadar berkunjung melihat-lihat mobil. Lalu, si pelaku sekonyong-konyong mencari orang yang mau bekerja dengannya. Istri BB lantas memberikan informasi mengenai lowongan pekerjaan tersebut kepada kakak kandungnya, yakni Korban EFS.
Kebetulan, kontrak kerja Korban EFS di perusahaan sebelumnya, tidak diperpanjang, sehingga tidak keberatan jika mulai mencari pekerjaan lain.
“Pelaku datang mau beli unit mobil dan menginformasikan kalau dia butuh partner kerja di lokasi kerjanya. Kebetulan juga kakak dari istri saya itu, kontrak kerja tidak diperpanjang bulan ini oleh perusahaan. Ditawarkan pekerjaan tersebut ke kakaknya,” katanya.
Akibat insiden tersebut, korban mengalami kerugian hingga belasan juta rupiah. Apalagi motor tersebut dibeli secara kontan sejak beberapa tahun lalu. Namun, insiden kriminalitas tersebut sudah dilaporkan ke markas kepolisian setempat. Adik ipar korban BB, berharap pelakunya dapat segera ditangkap.
“Pelakunya 1 orang. Sudah dilaporkan ke Mapolsek Wonokromo,” pungkasnya.
Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.











