"Melihat Balikpapan Lebih Dekat, Berita Tanpa Jeda"

Pemprov Sumsel Perkenalkan Wisata Kesehatan 2026, RSUD Siti Fatima Jadi Tumpuan Utama

Pengembangan Wisata Kesehatan di Sumatera Selatan

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) resmi meluncurkan program Health Tourism 2026 sebagai inisiatif strategis untuk mengintegrasikan layanan kesehatan unggulan dengan sektor pariwisata daerah. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan memberikan alternatif bagi warga yang biasanya berobat ke luar negeri.

RSUD Siti Fatimah ditetapkan sebagai rumah sakit utama dalam program ini. Rumah sakit ini memiliki fokus pada layanan kardiovaskular, orto-sport dan rehabilitasi, serta medical check up terpadu. Penetapan ini didasarkan pada Keputusan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Nomor HK.02.02-D-265-2026, yang menegaskan peran RSUD Siti Fatimah sebagai garda terdepan dalam pengembangan wisata kesehatan di Sumsel.

Program Health Tourism 2026 dirancang bukan hanya sebagai layanan medis, tetapi juga sebagai ekosistem wisata kesehatan yang lengkap. Perjalanan medis dipadukan dengan kenyamanan penginapan berkelas, kekayaan budaya lokal, wisata kuliner legendaris, serta destinasi alam dan olahraga yang mendukung pemulihan fisik dan mental pengunjung.

Gubernur Sumsel Herman Deru menyampaikan bahwa peluncuran Health Tourism merupakan langkah besar yang telah lama menjadi cita-cita Pemerintah Provinsi Sumsel. Ia menekankan pentingnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang disediakan. Menurut Deru, kompetensi tenaga kesehatan dan keramahan layanan adalah faktor penting dalam proses penyembuhan.

Ia juga menyebutkan bahwa Sumsel memiliki sumber daya manusia kesehatan yang tidak kalah hebat dibandingkan negara-negara lain seperti Singapura dan Malaysia. Banyak perawat dan tenaga medis Sumsel bekerja di luar negeri, sehingga mereka mampu memberikan layanan kesehatan berstandar dunia di daerah sendiri.

Keunggulan Rumah Sakit di Sumsel

Menurut Deru, Sumsel memiliki berbagai rumah sakit dengan keunggulan masing-masing. Misalnya, RSUD Siti Fatimah memiliki keunggulan jantung dan ortopedi, RS Siloam Sriwijaya dengan layanan bayi tabung, RS Pelabuhan dengan keunggulan pemecah batu ginjal, RS Hermina yang terkenal untuk ibu dan anak, serta RS Permata dengan layanan khusus manula dan RS Siti Khadijah dengan layanan khusus lansia.

Untuk itu, pihak pariwisata diharapkan turut menghadirkan paket wisata yang dipadukan dengan wisata kesehatan. Hal ini akan membantu memperluas akses dan minat masyarakat terhadap layanan kesehatan yang tersedia di Sumsel.

Strategi Pengembangan Wisata Kesehatan

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Pemprov Sumsel, Apriyadi, menjelaskan bahwa pengembangan Health Tourism merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat ekonomi berbasis potensi lokal, serta mengembangkan sektor pariwisata unggulan.

Menurutnya, banyak masyarakat yang berobat ke luar negeri. Oleh karena itu, diperlukan penguatan layanan kesehatan daerah yang terintegrasi dengan sektor pariwisata agar Sumsel mampu menjadi alternatif tujuan wisata kesehatan yang aman, berkualitas, dan terjangkau.

Pengembangan Health Tourism dilakukan secara terintegrasi dan berkelanjutan dengan tujuan membangun komitmen lintas sektor dan lintas daerah, meningkatkan mutu layanan kesehatan dan kesiapan rumah sakit, mengoptimalkan potensi pariwisata budaya, kuliner, olahraga, dan kesehatan tradisional berbasis kearifan lokal, serta mendorong daya saing dan pertumbuhan ekonomi masyarakat Sumsel.

Kesiapan Infrastruktur Kesehatan

Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, Trisnawarman, menjelaskan bahwa Provinsi Sumsel telah menyiapkan 89 rumah sakit sebagai langkah awal peluncuran program Health Tourism. Saat ini, sebanyak 89 rumah sakit di Sumsel baik milik pemerintah maupun swasta disiapkan untuk mendukung program ini. Untuk itu, peralatan medis dan sarana rumah sakit di Sumsel terus ditingkatkan.

Konsep wisata kesehatan tidak hanya mencakup layanan medis, tetapi juga layanan berbasis budaya lokal. Penggabungan layanan medis dan tradisi lokal diharapkan mampu menarik wisatawan domestik dan mancanegara.

Contoh Paket Wisata Kesehatan

Sebagai contoh, Mega Wisata menghadirkan paket medical tourism dengan berbagai paket. Seperti paket satu hari, di mana para tamu akan dijemput oleh driver dan guide setibanya di Palembang. Mereka kemudian akan diantar ke RSUD Siti Fatimah untuk bertemu dengan tim medis dan melakukan MCU. Setelah MCU, pasien akan diantar ke hotel untuk istirahat, lalu makan siang dan makan malam di tempat makan khas Palembang.


Amirah Rahimah

Reporter berita perkotaan yang gemar berkeliling kota untuk mencari cerita. Ia menikmati fotografi gedung, membaca artikel arsitektur, dan menyusun catatan kecil tentang perubahan kota. Hobi lainnya adalah menikmati kopi di kedai lokal. Motto: “Kota bicara melalui cerita warganya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *