Dukungan untuk Prabowo-Gibran Dua Periode, Tapi Posisi Cawapres Masih Dinamis
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), menyatakan dukungannya terhadap pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka untuk masa jabatan dua periode. Hal ini disampaikan oleh Jokowi saat diminta pendapat mengenai peluang Gibran menjadi calon presiden pada Pemilu berikutnya.
“Kan sudah saya sampaikan, Prabowo-Gibran dua periode. Sudah itu saja,” ujarnya saat ditemui di kediamannya di Solo, Jawa Tengah, Jumat (30/1/2026). Meskipun demikian, Jokowi tidak secara langsung menanggapi kemungkinan Gibran maju sebagai calon presiden pada 2029. Ia menilai, dinamika politik nasional masih akan terus berkembang dan terlalu dini untuk menarik kesimpulan terkait pencalonan tersebut.
Reaksi dari Partai Golkar
Menanggapi soal Prabowo-Gibran dua periode, Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menegaskan komitmen partainya untuk mengawal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka hingga akhir masa jabatan. Bahlil tidak menegaskan dukungan untuk Prabowo-Gibran maju berpasangan untuk kedua kalinya pada Pilpres 2029.
“Golkar sebagai partai politik yang mengusung Presiden Prabowo-Gibran dan Wakil Presiden Mas Gibran. Konsekuensi daripada partai yang telah mengusung harus mendukung sampai selesai,” kata Bahlil di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Bahlil menyebut, sikap ini juga seiring hasil Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar yang memutuskan mendukung pemerintahan hingga akhir masa jabatan. “Apalagi Golkar dalam keputusan munasnya itu mendukung pemerintahan,” ujarnya.
Gerindra Belum Bahas Calon Wakil Presiden
Sekretaris Jenderal Gerindra Sugiono menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak terhadap Prabowo untuk dua periode. “Kita terima kasih, makasih atas dukungannya,” ujar Sugiono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Namun, Sugiono menegaskan bahwa Gerindra belum membuka pembahasan mengenai calon wakil presiden. “Kita enggak pernah, belum pernah. Belum pernah membuka pembicaraan itu,” kata Sugiono.
Secara terpisah, Ketua Harian Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menyebut wacana pasangan Prabowo-Zulkifli Hasan sebagai hiburan bagi publik. “Nah, bahwa kemudian kita dengar di luar ada wacana-wacana dipasangkan dengan beberapa tokoh, yaitu kita anggap sebagai wacana dan juga hiburan untuk rakyatlah,” ujar Dasco saat ditemui usai perayaan HUT ke-18 Gerindra di kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta, Jumat (6/2/2026).
PAN Dorong Zulhas sebagai Opsi Wakil Presiden
Sikap hampir serupa disampaikan Partai Amanat Nasional (PAN). Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menilai dukungan dua periode diperlukan agar seluruh program pemerintahan Prabowo dapat direalisasikan secara optimal. PAN bahkan telah memiliki sikap final untuk kembali mendukung Prabowo pada Pilpres 2029.
Wakil Ketua Umum PAN Eddy Soeparno menyatakan bahwa PAN sudah tiga kali mendukung Bapak Presiden Prabowo, satu-satunya partai lho di luar Gerindra, yang konsisten mendukung Pak Prabowo tiga kali dalam tiga Pilpres.
Meski demikian, PAN belum menetapkan sikap resmi mengenai calon wakil presiden. Eddy menegaskan, penentuan pasangan capres-cawapres membutuhkan banyak pertimbangan. “Kita tentu kita lihat nanti opsi-opsi terbaik. Karena kembali lagi, yang namanya paket itu tentu kan harus ada simbiosisnya, bisa bekerja sama dengan baik, ada juga dukungan elektoralnya tinggi dan sebagainya,” ujar Eddy.
Pengamat Sebut Peluang Gibran Kecil
Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Rironga, menyebut terdapat sejumlah faktor yang membuat kemungkinan Gibran menjadi cawapres kecil. Menurutnya, meski peluang Prabowo maju dua periode tergolong besar, posisi pendampingnya belum tentu kembali diisi oleh Gibran.
“Bagi Gerindra juga kemungkinan akan sulit menerima Gibran sebagai pendamping Prabowo. Sebab, kalau itu terjadi sama saja Gerindra memberi karpet merah kepada Gibran pada Pilpres 2034,” ujar Jamiluddin saat dikonfirmasi, Senin (9/2/2026).
Ia menilai, selain Gerindra, partai-partai koalisi lainnya juga berpotensi tidak sepakat apabila Gibran kembali diusung sebagai cawapres. “Selain Gerindra, partai lain juga tampaknya akan menolak Gibran,” katanya.
Posisi Gibran Belum Aman
Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Adi Prayitno menilai, dukungan sejumlah partai politik terhadap Prabowo Subianto untuk dua periode yang disampaikan sejak dini bersifat prematur, mengingat Pilpres 2029 masih berjarak sekitar tiga tahun. Menurut dia, dukungan awal tersebut lebih mencerminkan strategi politik partai-partai untuk menunjukkan loyalitas kepada Prabowo sebagai petahana.
“Memastikan dukungan ke Prabowo dua periode sejak saat ini adalah cara partai menunjukkan totalitas dukungan. Kredit politiknya ada di situ, karena dalam politik dukungan di awal nilainya lebih besar dibanding dukungan di akhir,” ujarnya, Minggu (8/2/2026).
Adi menjelaskan, sikap tersebut juga menunjukkan cara realistis partai-partai dalam membaca peta politik Pilpres 2029. Sebagai petahana, Prabowo dinilai memiliki posisi yang sangat kuat. “Prabowo sebagai petahana tentu sangat mudah menang melawan siapa pun di 2029. Akan sulit mencari penantang kuat bagi Prabowo,” kata Adi.
Meski demikian, Adi menilai dukungan terhadap Prabowo tidak otomatis berarti diikuti dengan Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden. Menurut dia, hampir seluruh partai pendukung pemerintah memiliki figur masing-masing yang ingin didorong sebagai cawapres. “Jelas sekali partai-partai itu punya jagoan sendiri untuk urusan cawapres. Buktinya PAN sudah mengusulkan nama Zulhas. PKB dan Demokrat tentu punya jagoan sendiri. Termasuk Golkar yang akan mengikuti apa pun keputusan Prabowo soal pendampingnya nanti,” ujarnya.











