"Melihat Balikpapan Lebih Dekat, Berita Tanpa Jeda"

Kekayaan Amizaro Waruwu, Bupati Nias Utara yang Mengeluh Kesulitan Keuangan

Peran dan Kondisi Bupati Nias Utara

Amizaro Waruwu, Bupati Nias Utara, menjadi perhatian publik setelah menyampaikan pernyataan yang viral dalam sebuah forum resmi. Pernyataannya tentang “capek miskin” memicu perbincangan luas mengenai kondisi daerah yang dipimpinnya serta laporan kekayaannya sebagai kepala daerah.

Dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal 2026 yang berlangsung di Jakarta, Amizaro memaparkan kondisi Nias Utara sekaligus mewakili daerah tertinggal lainnya. Ia menilai bahwa daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) masih kurang mendapatkan perhatian program pemerintah pusat. Ia juga menyampaikan keluhan bahwa berbagai kementerian dan lembaga dinilai belum memberikan porsi yang memadai bagi daerah tertinggal.

Amizaro menegaskan perlunya keberpihakan nyata melalui kebijakan afirmatif seperti skema pembiayaan khusus dan program prioritas daerah tertinggal. Ia mengingatkan bahwa dasar hukum afirmasi sebenarnya telah ada dan perlu diwujudkan dalam bentuk kebijakan konkret. “Ini yang kami tagih, keberpihakan kepada kami. Kalau di Papua itu ada yang namanya otsus, di Aceh juga ada otsus. Kami daerah yang tertinggal apa? Maka tolong untuk kami diberikan perhatian,” ujarnya.

Di bagian akhir sambutannya, Amizaro menyampaikan pernyataan emosional yang kemudian viral di media sosial. Ia bahkan sempat bersujud di samping podium. “Sehingga terima kasih semuanya. Pak Menteri, Pak Gubernur, dan Bapak-Ibu semuanya, kami ini sudah capek miskin. Capek miskin kami,” ujar Amizaro.

Ia juga membandingkan kondisi daerah tertinggal dengan wilayah yang lebih maju, terutama di Pulau Jawa. “Kemerdekaan Indonesia 80 tahun, sesungguhnya tidak akan berbicara masalah listrik. Jengkol (daerah) kami ini masih berjuang bagaimana ada listrik,” katanya. Menurutnya, kesenjangan pembangunan terlihat jelas ketika daerah maju membahas teknologi modern, sementara wilayah tertinggal masih bergulat dengan kebutuhan dasar.

“Kalau jengkol kepala daerah yang ada di Jawa ini (berbicara) bagaimana pengembangan AI (Artificial Intelligence), mal, jalan tol, dan lain sebagainya, kami masih berbicara mengenai rumah tidak layak huni, masih berbicara mengenai listrik, internet. Inilah beda kami, Pak,” lanjutnya.

Amizaro kembali menegaskan kelelahan yang dirasakan dirinya dan para kepala daerah dari wilayah tertinggal. “Sehingga kami, Pak, mohon. Ya. Kami sudah capek miskin. Kami mewakili kawan-kawan daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar),” ujarnya sebelum bersujud.

Sebagai kepala daerah, ia mengaku menghadapi keterbatasan dalam mengatasi berbagai persoalan mendasar di wilayahnya. “Sehingga di hari yang berbahagia ini saya mohonlah. Ya. Sesungguhnya kemerdekaan itu untuk kami daerah tertinggal di mana? Termasuk kami mohon akses kami kepada Bapak Presiden Republik Indonesia,” jelasnya.

Rekam Jejak Amizaro Waruwu

Menurut data dari portal.niasutarakab.go.id, Amizaro Waruwu lahir di Fadoro, Nias Utara, pada 23 Maret 1976. Perjalanan akademisnya dimulai dari tanah kelahiran, menamatkan pendidikan di SD Negeri 071143 Afulu (1990), SMP Negeri Afulu (1993), dan SMU Negeri 1 Lahewa (1997). Ia kemudian meraih gelar Sarjana (S1) dari Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Gunungsitoli pada 2003.

Karier politik Amizaro bermula saat bergabung dengan Partai Pelopor. Ketekunannya membawanya duduk sebagai anggota DPRD Kabupaten Nias Utara selama dua periode (2009–2014 dan 2014–2019). Setelah berlabuh ke Partai Amanat Nasional (PAN), ia sempat mengemban amanah sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Nias Utara melalui mekanisme Penggantian Antarwaktu (PAW) periode 2019–2020.

Harta Kekayaan Bupati Nias Utara

Mengutip e-lhkpn, Amizaro terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 26 Maret 2025 untuk periodik 2024. Dari data itu ia diketahui memiliki harta kekayaannya Rp. 1.661.374.199 tanpa utang, berikut rinciannya:

II. DATA HARTA

A. TANAH DAN BANGUNAN Rp. 1.225.000.000

  1. Tanah Seluas 500 m2 di KAB / KOTA NIAS UTARA, HASIL SENDIRI Rp. 50.000.000
  2. Tanah Seluas 60.000 m2 di KAB / KOTA NIAS UTARA, Rp. 150.000.000
  3. Tanah dan Bangunan Seluas 200 m2/150 m2 di KAB / KOTA KOTA GUNUNG SITOLI, HASIL SENDIRI Rp. 800.000.000
  4. Tanah Seluas 300 m2 di KAB / KOTA NIAS UTARA, HASIL SENDIRI Rp. 75.000.000
  5. Tanah Seluas 398 m2 di KAB / KOTA NIAS UTARA, HASIL SENDIRI Rp. 80.000.000
  6. Tanah Seluas 450 m2 di KAB / KOTA KOTA GUNUNG SITOLI, HASIL SENDIRI Rp. 20.000.000
  7. Tanah Seluas 12.000 m2 di KAB / KOTA NIAS UTARA, HASIL SENDIRI Rp. 50.000.000

B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp. 155.000.000

  1. MOBIL, DAIHATSHU 3100RS EMQF3 Tahun 2015, HASIL SENDIRI Rp. 155.000.000

C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp. —-

D. SURAT BERHARGA Rp. —-

E. KAS DAN SETARA KAS Rp. 281.374.199

F. HARTA LAINNYA Rp. —-

Sub Total Rp. 1.661.374.199

III. HUTANG Rp. —-

IV. TOTAL HARTA KEKAYAAN (II-III) Rp. 1.661.374.199

Wahyudi

Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *