"Melihat Balikpapan Lebih Dekat, Berita Tanpa Jeda"
Bisnis  

Bank catat pertumbuhan pengajuan kredit digital

Transformasi Digital dalam Penyaluran Kredit

Bank-bank konvensional kini tidak ketinggalan dalam mengikuti tren digitalisasi penyaluran kredit. Berbagai platform digital hadir untuk meningkatkan efisiensi dan kecepatan proses pengajuan kredit, sehingga nasabah dapat dengan mudah mengakses layanan perbankan secara online.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk adalah salah satu contoh bank yang aktif memperkuat transformasi digitalnya. Aplikasi Livin’ by Mandiri kini menjadi kanal utama bagi nasabah untuk mengajukan pembiayaan, baik untuk kebutuhan konsumtif maupun aset seperti kendaraan dan properti. SVP Digital Retail Banking Bank Mandiri, Yanto Masyap menyebutkan bahwa aplikasi ini tidak hanya digunakan untuk transaksi harian, tetapi juga sebagai saluran utama pengajuan kredit.

“Seiring meningkatnya adopsi layanan digital, transaksi booking kredit melalui Livin’ by Mandiri juga menunjukkan tren positif. Sepanjang 2025, total digital loan booking melalui Livin’ tercatat tumbuh sekitar 7% secara tahunan,” jelas Yanto.

Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan jumlah pengguna aktif aplikasi serta semakin lengkapnya fitur pembiayaan yang tersedia. Beberapa produk mencatatkan lonjakan signifikan. Fitur Power Cash atau cash advance meningkat sekitar 1,2 kali secara tahunan. Sementara itu, lebih dari 80% transaksi konversi cicilan kartu kredit kini dilakukan langsung melalui Livin’.

Untuk pembiayaan berbasis ekosistem, fitur Livin’ Auto mencatatkan peningkatan penyaluran hingga sekitar 160 kali lipat pada semester II dibandingkan semester I 2025. Adapun fitur Livin’ KPR juga tumbuh sekitar tujuh kali lipat pada periode yang sama.

Ke depan, Bank Mandiri memproyeksikan penggunaan fitur pembiayaan di Livin’ akan terus meningkat seiring semakin tingginya adopsi layanan perbankan digital oleh masyarakat. Dengan semakin lengkapnya pilihan pembiayaan, perseroan optimistis pemanfaatan layanan kredit digital akan terus bertumbuh.

Pengembangan Layanan Pembiayaan yang Lebih Cepat dan Mudah

Untuk mendorong pertumbuhan tersebut, Bank Mandiri terus mengembangkan layanan pembiayaan yang lebih lengkap, cepat, dan mudah diakses. Proses pengajuan kredit juga dibuat semakin sederhana, bahkan untuk sejumlah produk, persetujuan kredit dapat diperoleh pada hari yang sama atau same day approval.

Selain itu, Bank Mandiri juga memperluas kerja sama dengan berbagai mitra strategis, mulai dari dealer otomotif hingga pengembang properti, guna memberikan lebih banyak pilihan solusi pembiayaan yang dapat diakses nasabah melalui satu aplikasi.

Perkembangan Digitalisasi di PT Bank Tabungan Negara (BTN)

Tidak ingin kalah, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk juga terus memperkuat penyaluran kredit melalui kanal digital. Hingga awal 2026, pengajuan kredit secara online melalui platform digital perseroan menunjukkan tren pertumbuhan yang positif.

SEVP Digital Business BTN, Thomas Wahyudi menjelaskan bahwa nasabah kini dapat mengajukan kredit secara digital melalui platform BTN Properti maupun super app Bale by BTN. “Perkembangan booking kredit melalui platform digital BTN menunjukkan tren yang semakin positif. Nasabah kini dapat melakukan simulasi, memilih produk atau properti, hingga mengajukan kredit secara lebih praktis tanpa harus datang ke kantor cabang pada tahap awal,” ujarnya.

Pada periode Januari 2026, pengajuan kredit secara online melalui platform digital BTN mencapai hampir 4.000 aplikasi. Jumlah tersebut meningkat lebih dari 11% yoy. Pertumbuhan ini mencerminkan semakin tingginya minat masyarakat dalam memanfaatkan layanan digital untuk kebutuhan pembiayaan.

Strategi untuk Meningkatkan Pertumbuhan Kredit Digital

Melalui aplikasi digital, BTN saat ini menyediakan berbagai produk kredit yang dapat diajukan secara online. Produk tersebut meliputi Kredit Pemilikan Rumah (KPR), baik subsidi maupun non-subsidi, Kredit Pemilikan Apartemen (KPA), hingga pembiayaan bagi pelaku usaha melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) atau Kredit Usaha Mikro dan Kecil (KUMK).

Selain itu, nasabah juga dapat mengajukan Kredit Ringan dengan skema cicilan fleksibel serta Kredit Agunan Rumah (KAR) untuk berbagai kebutuhan pembiayaan.

Untuk tahun ini, BTN memperkirakan tren pengajuan kredit digital akan terus tumbuh, terutama didorong oleh tingginya minat masyarakat dalam mengakses pembiayaan perumahan secara online. Pada 2026, BTN menargetkan total pengajuan kredit digital dapat mencapai lebih dari 60.000 aplikasi sepanjang tahun atau meningkat sekitar 25% dibandingkan target pengajuan pada 2025.

Inovasi dan Edukasi Digital di BCA

Adapun EVP Corporate and Social Responsibility PT Bank Central Asia Tbk (BCA), Hera F. Haryn mengatakan bahwa BCA senantiasa mengoptimalkan berbagai channel dalam penyaluran kredit, termasuk aplikasi digital. Nasabah dapat mengajukan kredit mulai dari Kredit Kendaraan Bermotor (KKB), Kartu Kredit BCA, hingga Paylater BCA melalui aplikasi myBCA.

Lebih lanjut, Hera menerangkan, kemudahan nasabah dalam mengajukan kredit melalui aplikasi digital berimplikasi terhadap capaian kredit perseroan, tercermin dari total kredit BCA yang tumbuh 6,26% menjadi Rp 948,96 triliun pada Januari 2026.

“Ditopang oleh likuiditas yang memadai serta prospek perekonomian Indonesia yang positif, kami berkomitmen untuk menjaga pertumbuhan kredit berkualitas secara berkelanjutan. BCA optimistis bahwa kredit dapat terus bertumbuh, namun tetap memperhatikan kondisi ekonomi dan kebijakan pemerintah di lintas sektor,” imbuhnya.

Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *