Awal Karier Politik Bupati Pekalongan Fadia Arafiq
Fadia Arafiq, Bupati Pekalongan, memiliki latar belakang yang cukup unik. Sejak usia 16 tahun, ia memutuskan untuk menapaki jalan politik. Namun, perjalanan karier politiknya tidak selalu mulus. Pada suatu hari, ia terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang berlangsung pada dini hari Selasa, 3 Maret 2026. Peristiwa ini membuat namanya kembali menjadi sorotan publik.
Selain sebagai seorang pemimpin daerah, Fadia juga dikenal sebagai mantan artis. Ia pernah menjadi salah satu penyanyi yang mempopulerkan lagu “Cik Cik Bum Bum” pada era 2000-an. Lagu ini sangat diminati karena irama cerianya dan sering diputar di berbagai stasiun televisi. Bahkan, banyak anak-anak pada masa itu yang mengenal dan menyanyikan lagu ini.
Fadia mengikuti jejak ayahnya, Arafiq, seorang pedangdut legendaris di tanah air. Kariernya sebagai penyanyi dangdut berkembang pesat setelah lagu “Cik Cik Bum Bum” booming. Meski sempat populer, Fadia tidak melanjutkan kariernya di industri hiburan. Berbeda dengan adiknya, Fairuz A. Rafiq, yang saat ini dikenal sebagai konten kreator dan pengusaha.
Latar Belakang Keluarga
Fadia Arafiq lahir di Jakarta pada 23 Mei 1978 dengan nama lahir Laila Fathiah. Ia adalah putri dari Arafiq, seorang pedangdut ternama yang memiliki banyak karya. Ayahnya dikenal sebagai sosok yang legendaris di dunia musik Indonesia. Fadia juga menikah dengan Ashraff, seorang aktor dan penyanyi. Sayangnya, baik Fadia maupun suaminya tidak melanjutkan kariernya di bidang hiburan.
Dari pernikahan mereka, Fadia dan Ashraff memiliki enam orang anak. Meskipun demikian, tidak ada anggota keluarga lain yang terjun ke dunia hiburan seperti Fadia dan ayahnya.
Perjalanan Karier Politik
Awal karier politik Fadia dimulai ketika ia menjabat sebagai Wakil Bupati Pekalongan periode 2011–2016. Posisi ini menjadi batu loncatan bagi dirinya untuk mencapai posisi lebih tinggi. Setelahnya, ia menjadi Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pekalongan (2016–2021) dan Ketua KNPI Jawa Tengah pada periode yang sama.
Pada Pilkada Pekalongan 2020, Fadia berhasil memenangkan kursi Bupati Pekalongan untuk periode 2021–2024. Ia kembali terpilih pada Pilkada 2025 untuk periode 2025–2030. Sebagai salah satu kepala daerah perempuan di Jawa Tengah, Fadia menjadi contoh perempuan yang mampu meniti karier dari seorang penyanyi hingga menjadi pemimpin daerah.
Namun, kasus korupsi yang menimpa Fadia menutup perjalanan politiknya yang sebelumnya menonjol. Operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK pada awal Maret 2026 menjadi titik balik dalam kariernya.
Lirik Lagu “Cik Cik Bum Bum”
Lagu “Cik Cik Bum Bum” memiliki lirik yang cukup unik dan nyeleneh, sehingga membuatnya populer pada masanya. Berikut adalah lirik lengkapnya:
- Cik Cik Bum bum ala la bum bum
cik ci cik bum ala laa bum bum
Cik Cik Bum bum ala la bum bum
cik ci cik bum ala laa bum bum
ala la la mak ala mak
kucing-kucing menggoda
adu du duh mak aduh mak aku sakit kepala
ala la la mak ala mak
kucing-kucing menggoda
adu du duh mak aduh mak aku sakit kepala
semakin ku melihat semakin kau mendekat
ku tau kau memikat
tapi awas banyak kutu
takut ada yang melekat
Cik Cik Bum bum ala la bum bum
cik cik cik bum ala laa bum bum
satu dua tiga dan empat
aya ya yang mpok
aku rapat engkau melompat
aya ya yang mpok
apakah itu yang kau bilang
aya ya yang mpok
kucing – kucing lagi pacaran
aya ya yang mpok
aaduh pusiing …
hai…hai..hai…
Cik Cik Bum bum ala la bum bum
cik cik cik bum ala laa bum bum
Cik Cik Bum bum ala la bum bum
cik cik cik bum ala laa bum bum
ala la la mak ala mak
kucing-kucing menggoda
adu du duh mak aduh mak aku sakit kepala
ala la la mak ala mak
kucing-kucing menggoda
adu du duh mak aduh mak aku sakit kepala
semakin ku melihat semakin kau mendekat
ku tau kau memikat
tapi awas banyak kutu
takut ada yang melekat
Cik Cik Bum bum ala la bum bum
cik cik cik bum ala laa bum bum
Cik Cik Bum bum ala la bum bum
cik cik cik bum ala laa bum bum
satu dua tiga dan empat aya ya yang mpok
aku rapat engkau melompat
aya ya yang mpok
apakah itu yang kau bilang
aya ya yang mpok
kucing – kucing lagi pacaran
aya ya yang mpok
aaduh pusiing …
hai…hai..hai…
Cik Cik Bum bum ala la bum bum
cik cik cik bum ala laa bum bum
Cik Cik Bum bum ala la bum bum
cik cik cik bum ala laa bum bum
Cik Cik Bum bum ala la bum bum
cik cik cik bum ala laa bum bum
Cik Cik Bum bum ala la bum bum
cik cik cik bum ala laa bum bum
Cik Cik Bum bum ala la bum bum
cik cik cik bum ala laa bum bum
Cik Cik Bum bum ala la bum bum
cik cik cik bum ala laa bum bum
Cik Cik Bum bum ala la bum bum
cik cik cik bum ala laa bum bum
(*)
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”











