"Melihat Balikpapan Lebih Dekat, Berita Tanpa Jeda"

Ahli UI Sebut Board of Peace sebagai Alat Pembenaran Pendudukan Israel di Gaza: Indonesia Harus Berani Bersuara

Kritik terhadap Board of Peace (BoP) dan Perspektif Hikmahanto Juwana

Board of Peace atau Dewan Perdamaian yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menjadi topik perdebatan dalam dunia politik internasional. Menurut Hikmahanto Juwana, Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, tujuan dari BoP sebenarnya adalah untuk melanggengkan penjajahan Israel di Gaza, Palestina. Hal ini disampaikan Hikmahanto dalam wawancara yang dikutip dari YouTube Kompas TV.

Tujuan BoP yang Diperdebatkan

BoP dibentuk dengan 20 poin perdamaian yang ditujukan untuk Gaza. Poin-poin tersebut mencakup rencana bahwa Gaza akan menjadi zona bebas teror dan deradikalisasi, serta pembangunan kembali wilayah untuk kepentingan rakyat Gaza. Selain itu, jika konflik berakhir, pasukan Israel akan mundur, pembebasan sandera, tuntutan agar Hamas hidup damai dan menonaktifkan senjata, hingga bantuan untuk Gaza.

Namun, Hikmahanto mengkritik bahwa tujuan BoP justru memperkuat posisi Israel di Gaza. Ia menyatakan bahwa saat Presiden Trump belum dilantik, ia mengutus orangnya Steve Witkoff ke Timur Tengah dengan ide mengeluarkan 2 juta rakyat di Gaza. Ide ini muncul setelah serangan Israel terhadap Gaza, yang bertujuan agar Israel tidak mendapat kecaman dari dunia internasional.

Kekhawatiran tentang Rekonstruksi Gaza

Hikmahanto menilai bahwa dalam 20 poin perjanjian damai yang dibuat Trump, rakyat Palestina diberi hak untuk menentukan nasib mereka sendiri. Namun, ia khawatir apakah ada jaminan bahwa Gaza akan tetap menjadi wilayah Palestina. Jika Gaza direkonstruksi seperti Dubai dan semakin banyak warga Israel yang tinggal di sana, maka rakyat Palestina bisa saja memilih untuk menjadi bagian dari Israel.

“Kemudian rakyat Palestina disuruh menentukan nasib sendiri, bahkan mungkin di antara mereka merasa bahwa ah udah enak kayak begini, toh hidup bagus gini dan lain sebagainya. Ngapain punya negara sendiri?” ujar Hikmahanto.

Ia menegaskan bahwa jika hal ini terjadi, maka Indonesia yang bergabung dalam BoP sama saja melegitimasi keinginan Israel untuk menguasai Gaza.

Tanggapan Pemerintah Indonesia

Meskipun ada kritik terhadap BoP, Pemerintah Indonesia memutuskan tetap berada dalam forum tersebut. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Yvonne Mewengkang menyatakan bahwa tidak ada pembahasan khusus terkait BoP dalam seminggu terakhir ini. Ia juga menekankan bahwa keputusan Indonesia dalam forum internasional didasarkan pada pertimbangan politik luar negeri bebas aktif, kepentingan nasional, serta perkembangan situasi di lapangan.

Menteri Luar Negeri RI Sugiono juga memastikan bahwa posisi Indonesia di BoP tidak berubah. Meski ada desakan dari sejumlah pihak agar Indonesia mundur di tengah eskalasi serangan AS-Israel ke Iran, pemerintah tetap mempertahankan keikutsertaan dalam BoP.

Pandangan Presiden Prabowo Subianto

Tokoh Nahdlatul Ulama (NU), Nusron Wahid, menyampaikan bahwa Presiden Prabowo menilai BoP masih relevan untuk mewujudkan perdamaian Palestina. Ia menjelaskan bahwa presiden menganggap BoP sebagai sarana untuk mencoba mewujudkan perdamaian yang selama ini belum tercapai.

“Posisi pak presiden, bangsa Indonesia sudah menerima BoP ini sebagai sarana, sebagai ikhtiar menuju perdamaian. Setidaknya ikhtiar ini dicoba dulu,” ujar Nusron.

Presiden Prabowo, menurut Nusron, mengatakan bahwa saat ini satu-satunya cara untuk mewujudkan perdamaian di Gaza adalah melalui meja perundingan yang sedang berjalan, yaitu BoP. Ia juga mempertanyakan di mana dan dalam forum apa perdamaian bisa diwujudkan jika tidak melalui BoP.

Kesimpulan

Dari berbagai perspektif, BoP tetap menjadi isu penting dalam diskusi perdamaian di Gaza. Meskipun ada kritik terhadap tujuan BoP, pemerintah Indonesia tetap mempertahankan partisipasinya. Bagi sebagian pihak, BoP dianggap sebagai langkah awal menuju perdamaian, sementara bagi yang lain, BoP justru memperkuat posisi Israel di Gaza.

Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *