"Melihat Balikpapan Lebih Dekat, Berita Tanpa Jeda"

Uji Coba Baru Rudy Masud, PKB Pilih Tidak Dukung di Pilkada 2030 Usai Skandal Mobil Rp8,5 Miliar

Dinamika Politik Kalimantan Timur Menghangat

Dalam rangka persiapan menuju Pilkada 2030, berbagai partai politik di Kalimantan Timur mulai menunjukkan sikap yang lebih jelas. Salah satunya adalah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang secara resmi menyatakan tidak akan kembali mengusung pasangan Rudy Mas’ud–Seno Aji sebagai calon gubernur dan wakil gubernur. Keputusan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat posisi PKB sebagai partai yang dinamis dan terbuka terhadap perubahan.

Hak Prerogatif Setiap Partai

Menanggapi keputusan PKB, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Kaltim, Ananda Emira Moeis, menilai bahwa setiap partai memiliki hak prerogatif untuk menentukan arah dukungan politiknya. Menurutnya, keputusan PKB merupakan bagian dari mekanisme internal partai yang melibatkan pertimbangan matang terhadap berbagai faktor.

“Setiap partai memiliki mekanisme dan pertimbangan tersendiri dalam menentukan arah dukungan politik ke depan. Di internal PDI Perjuangan sendiri, persiapan menuju Pilkada mendatang tentu sudah mulai dipikirkan secara matang,” ujarnya.

Ananda juga menegaskan bahwa penentuan figur yang akan diusung PDIP tidak dilakukan secara sembarangan. Ada mekanisme internal yang ketat, terukur, dan berbasis pada berbagai indikator penilaian.

“Kalau PDIP itu pastinya dalam memilih dan merekomendasi calon kepala daerah, kita betul-betul melihat dari track record. Banyak indikator barometer yang kita jadikan penilaian; mulai dari survei, background, histori kerja, psikotes, hingga fit and proper test,” tambahnya.

Sinyal Kuat Usung Kader Internal

Lebih jauh, Ananda memberi sinyal tegas bahwa PDI Perjuangan lebih sreg mendorong kader internal yang telah teruji. Ia menyebut, PDIP Kaltim saat ini telah mengantongi sejumlah nama kader potensial, termasuk mereka yang memiliki pengalaman di eksekutif tingkat kabupaten dan kota.

“Diutamakan kader sendiri yang sesuai dengan garis ideologi partai. PDI Perjuangan punya visi misi jelas, tujuannya masyarakat adil dan makmur. Inginnya ya kader sendiri, kita juga menyiapkan, kita juga punya lho,” tegasnya.

Pernyataan ini mengisyaratkan bahwa PDIP ingin memperkuat basis kaderisasi dan tidak sekadar bergantung pada figur eksternal.

Evaluasi Satu Tahun Kepemimpinan Rudy–Seno

Saat diminta menilai rapor satu tahun kepemimpinan Rudy Mas’ud dan Seno Aji, terutama terkait program prioritas Gratispol–Jospol, Ananda memberikan catatan kritis. Ia mengakui program tersebut memiliki konsep yang baik. Namun, menurutnya, evaluasi berbasis data lapangan tetap menjadi hal penting agar pelaksanaan kebijakan semakin tepat sasaran.

“Banyak yang harus diperbaiki. Programnya bagus, tapi harus banyak mendengar saran, masukan, dan kritikan biar lebih bagus lagi. Kalau mau memberi penilaian, kita harus lihat angka; tingkat kemiskinan gimana, perekonomian gimana, hingga angka stunting,” ungkapnya.

Ananda juga menyoroti kendala teknis yang sempat menjadi perbincangan publik, khususnya dalam sektor pendidikan pada program Gratispol.

“Baru satu tahun, harus monev (monitoring evaluasi) terus. Terkait Gratispol, khususnya sektor pendidikan, sosialisasinya harus ditingkatkan. Kemarin kenapa ada yang katanya sudah diterima ternyata ditolak lagi? Mungkin karena sosialisasinya belum sampai ke semuanya,” tandasnya.

PKB Tegaskan Sikap Politik Bukan Sentimen Pribadi

Sebelumnya, keputusan mengejutkan itu disampaikan langsung oleh Ketua DPW PKB Kaltim, Syafruddin. Ia menegaskan bahwa partainya tidak akan kembali mendukung pasangan Rudy Mas’ud–Seno Aji pada Pilgub 2030. Keputusan tersebut, menurutnya, merupakan hasil pertimbangan internal partai setelah menyerap aspirasi kader serta mencermati dinamika politik yang berkembang di Kalimantan Timur.

“PKB itu partai yang terbuka dan dinamis, kami mendengar suara kader dan konstituen. Untuk Pilgub 2030, kami memastikan tidak lagi mengusung Rudy Masud–Seno Aji,” tegasnya.

Syafruddin, yang akrab disapa Bang Udin, menekankan bahwa keputusan tersebut tidak dilandasi sentimen pribadi. Ia menyebutnya sebagai murni pertimbangan politik dan strategi partai ke depan.

“Ini bukan persoalan (sentimen) pribadi, murni pertimbangan politik dan strategi partai,” ujarnya.

Peta Koalisi Mulai Bergerak

Sebagai informasi, pada kontestasi sebelumnya Rudy Mas’ud dan Seno Aji memperoleh dukungan PKB bersama 11 partai lainnya. Namun dinamika politik selalu bergerak. Bagi partai politik, periode pasca pemilihan kepala daerah memang menjadi momentum evaluasi terhadap dukungan yang pernah diberikan. Sikap politik dapat berubah seiring waktu, menyesuaikan kebutuhan strategis dan arah perjuangan partai.

Dengan sikap tegas PKB serta sinyal kuat dari PDIP untuk mengusung kader internal, peta koalisi menuju Pilkada 2030 di Kalimantan Timur tampaknya sudah mulai terbentuk bahkan ketika waktu kontestasi masih beberapa tahun lagi.

Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *