Langkah Berani Ketua DPRD Sumsel Diapresiasi
Langkah berani yang diambil oleh Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Andie Dinialdie, dalam membatalkan rencana pengadaan meja biliar di rumah dinas jabatannya, mendapat apresiasi dari berbagai kalangan masyarakat. Tindakan ini menunjukkan sikap responsif dan terbuka terhadap kritik publik, serta kepekaan sosial yang tinggi.
Apresiasi dari Pengamat Politik
Salah satu pihak yang memberikan apresiasi adalah pengamat politik ternama Sumsel, Bagindo Togar. Ia menilai bahwa tindakan yang dilakukan oleh Andie Dinialdie mencerminkan kepekaan sosial dan tanggung jawab sosial seorang pejabat publik terhadap aspirasi masyarakat.
Bagindo Togar menyatakan bahwa tidak semua pemimpin memiliki kedewasaan mental untuk bersikap terbuka terhadap kritik publik yang tajam. Menurutnya, langkah Andie Dinialdie untuk membatalkan pengadaan meja biliar merupakan contoh nyata dari kepemimpinan yang sehat dan akuntabel dalam sistem demokrasi.
Wujud Tanggung Jawab Sosial Pemimpin
Menurut Bagindo Togar, keputusan yang diambil oleh Andie Dinialdie patut menjadi teladan bagi para pemimpin lainnya. Ia menekankan bahwa dalam realitas politik saat ini, banyak pemimpin yang tidak siap menghadapi kritik publik, apalagi sampai mengambil keputusan drastis seperti membatalkan fasilitas jabatan yang telah direncanakan.
“Ini menunjukkan bahwa beliau (Andie Dinialdie) memiliki social sense dan social responsibility yang sangat baik. Ketika ada reaksi plus aspirasi publik yang belum bisa menerima kebijakan tersebut, beliau dengan sigap bersedia mengevaluasi dan membatalkannya demi kemaslahatan bersama,” ujar Bagindo Togar.
Ruang Interaksi Informal dan Komunikasi Cair
Bagindo Togar menjelaskan bahwa polemik ini muncul karena sebagian masyarakat menilai pengadaan meja biliar sebagai fasilitas mewah yang hanya untuk kepentingan hiburan pribadi. Namun, ia menegaskan bahwa dalam praktik politik, fasilitas seperti biliar tidak selalu identik dengan hiburan belaka.
Ia menambahkan bahwa arena biliar sering kali menjadi tempat berkumpul, berdiskusi, dan berinteraksi sosial secara informal. Hal ini mencakup pertemuan dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk komunitas olahraga maupun atlet biliar yang membutuhkan ruang silaturahmi.
Sikap ‘Legowo’ Utamakan Suara Publik
Meski memahami potensi fungsi positif tersebut, Bagindo Togar menegaskan bahwa keputusan akhir Andie Dinialdie untuk membatalkan pengadaan tersebut menunjukkan kualitas kepemimpinan yang sesungguhnya. Ia menilai Ketua DPRD Sumsel lebih memilih memenuhi tuntutan publik dibanding mempertahankan kepentingan pribadi atau fasilitas jabatannya yang menuai kontroversi.
“Beliau sangat responsif terhadap aspirasi masyarakat. Ketika ada penolakan, beliau langsung meminta agar pengadaan tersebut dievaluasi total dan dibatalkan. Ini menunjukkan sikap akomodatif, rendah hati, dan menghargai suara publik di atas segalanya,” jelasnya.
Harapan untuk Kepemimpinan yang Lebih Baik
Bagindo Togar menaruh harapan besar agar sikap kesatria seperti ini dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi para pejabat publik lainnya di Sumsel maupun nasional. Ia menekankan bahwa mendengarkan aspirasi masyarakat secara jernih, bersikap terbuka terhadap kritik konstruktif, serta berani mengambil keputusan berkeadilan merupakan bagian fundamental dari kepemimpinan yang sehat, akuntabel, dan transparan dalam sistem demokrasi modern.
Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”











