Menghadapi Bayi yang Menangis di Pesawat Saat Mudik
Perjalanan mudik sering kali menjadi tantangan tersendiri, terutama ketika membawa bayi. Perjalanan yang panjang bisa membuat si Kecil rewel dan menangis. Hal ini bisa terjadi baik saat menggunakan mobil, kereta api, atau pesawat terbang. Jika tidak segera ditangani, tangisan bayi bisa menyebabkan ketidaknyamanan bagi Mama sendiri maupun penumpang lainnya.
Tentu saja, Mama tidak boleh diam begitu saja jika si Kecil menangis. Terlebih jika sedang berada di dalam pesawat, karena suara tangisan bayi bisa mengganggu orang lain. Selain itu, bayi juga akan kehabisan tenaga akibat terus-menerus menangis. Untuk itu, penting untuk mengetahui penyebab dan cara menenangkan si Kecil selama perjalanan.
Kenapa Bayi Menangis di Pesawat?
Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan bayi rewel dan menangis selama penerbangan. Penyebabnya bervariasi, tetapi kebanyakan berkaitan dengan kenyamanan si Kecil. Beberapa alasan umum meliputi:
- Perubahan tekanan saat lepas landas dan mendarat
- Sakit di bagian telinga
- Lapar dan haus
- Posisi duduk yang tidak nyaman
- Di luar jam tidurnya
- Merasa bosan
Dengan memahami penyebab tersebut, Mama akan lebih mudah mengatasi dan menenangkan si Kecil selama perjalanan mudik.
Cara Menenangkan Bayi yang Menangis di Pesawat

Setelah mengetahui penyebab bayi menangis, Mama bisa mencoba beberapa cara untuk menenangkannya. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan:
-
Atur posisi dan kenyamanan bayi

Hal pertama yang bisa dilakukan adalah membuat bayi senyaman mungkin selama penerbangan. Mama bisa sesuaikan posisi si Kecil seperti saat bepergian dengan mobil. Jika bayi lebih nyaman duduk dengan car seat di mobil, Mama bisa membawa car seat travel yang bisa digunakan saat terbang. Jika bayi lebih nyaman berada di pangkuan Mama, sebaiknya selama perjalanan Mama dapat menidurkan si Kecil dengan digendong menggunakan baby carrier. -
Berikan susu atau ASI

Kebanyakan bayi menangis karena lapar. Untuk mengatasi dan menenangkan si Kecil, Mama bisa memberikannya susu atau ASI. Gerakan menghisap puting atau dot susu bisa membantu mengurangi ketidaknyamanan akibat perubahan tekanan selama lepas landas dan mendarat. -
Biarkan si Kecil bermain

Membawa mainan favorit si Kecil bisa membantu mengalihkan perhatiannya. Biasanya, bayi akan lebih anteng jika sudah bertemu dengan mainannya. Selain mainan, Mama juga bisa mengajak si Kecil bercanda agar tidak merasa bosan. -
Berjalan atau berpindah tempat

Jika si Kecil masih rewel, Mama bisa menenangkannya dengan berjalan mondar-mandir. Namun, cara ini hanya bisa dilakukan jika si Kecil sudah tidak menangis terlalu keras agar tidak mengganggu penumpang lain. Alihkan perhatiannya dengan melihat barang atau benda sekitar, atau arahkan pandangannya ke jendela untuk melihat pemandangan. -
Pesan penerbangan di waktu tidur bayi

Cara efektif lainnya adalah memesan penerbangan saat si Kecil sedang tidur, misalnya di siang hari. Dengan demikian, bayi akan tertidur pulas selama penerbangan dan bangun saat sudah ingin mendarat. Ini bisa membantu menjaga ketenangan si Kecil selama perjalanan. -
Bawa bayi ke belakang pesawat

Bagian belakang pesawat biasanya lebih bising karena suara mesin. Jika bayi terus menangis, Mama bisa membawanya ke area ini agar suara tangisan tidak terdengar terlalu jelas oleh penumpang lain. -
Jangan biarkan si Kecil kepanasan atau kedinginan

Mama bisa membawa baju ekstra untuk si Kecil. Jika bayi merasa kedinginan, berikan lapisan baju tambahan. Jika gerah, Mama bisa membawa kipas elektrik untuk menyejukkan tubuhnya. -
Terima bantuan orang sekitar

Beberapa penumpang mungkin bersedia membantu menenangkan si Kecil dengan menampilkan wajah lucu atau bercanda. Mama bisa memanfaatkan bantuan ini jika tersedia, asalkan dilakukan secara sukarela.
Kesimpulan
Itu dia berbagai cara yang bisa dilakukan Mama jika bayi menangis di pesawat saat mudik. Tetap tenang dan pastikan si Kecil nyaman selama perjalanan. Dengan persiapan yang matang, perjalanan mudik bersama bayi bisa menjadi lebih lancar dan menyenangkan.











