"Melihat Balikpapan Lebih Dekat, Berita Tanpa Jeda"

Setiap Sore, Hutan Kota Jadi Surga Takjil Kekinian

Bazar Ramadan di Hutan Kota Sungailiat, Tengah Ramai Pengunjung

Selama bulan suci Ramadhan 2026, Hutan Kota Sungailiat di Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berubah menjadi tempat yang ramai dan penuh dengan kegembiraan. Arena bazar khusus yang diberi nama Emas Ramadan Fair mulai meramaikan kawasan tersebut. Berbagai pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) turut serta dalam acara ini, memberikan banyak pilihan menu untuk berbuka puasa.

Banyak warga yang datang untuk mencari takjil kekinian atau makanan tradisional yang lezat. Setiap menjelang sore, stan-stan yang berjejer di seberang Masjid Agung terlihat ramai pengunjung. Pantauan pada Rabu (11/3/2026) petang menunjukkan bahwa deretan stan bazar berdiri rapi di sepanjang jalan yang membentang di depan Hutan Kota Sungailiat. Warga terlihat berjalan santai menyusuri barisan pedagang, mencari hidangan untuk berbuka puasa.

Beragam Menu yang Disajikan

Sebanyak 30 hingga 35 pelaku UMKM turut meramaikan bazar Emas Ramadan Fair. Di setiap stan, berbagai menu disajikan, mulai dari lauk pauk, gorengan, sosis bakar, pempek panggang, hingga dimsum mentai dan jajanan kekinian yang menggugah selera. Aroma makanan yang baru dimasak menyebar di sekitar area bazar, menciptakan suasana khas Ramadan yang hangat dan meriah.

Pilihan minuman juga beragam, mulai dari jus buah, sirup, es teh, jeruk peras, hingga kopi dan minuman matcha yang belakangan semakin populer. Beberapa pedagang tampak santai menunggu pembeli sambil berbincang dengan sesama penjual atau memainkan ponsel. Namun sesekali mereka juga menawarkan dagangan kepada orang yang melintas di depan stan.

Para pengunjung berjalan perlahan menyusuri barisan lapak, memperhatikan satu per satu menu yang dijajakan sebelum menentukan pilihan untuk berbuka puasa. Beberapa di antaranya bahkan sempat berfoto bersama teman atau keluarga di sekitar area bazar.

Bazar Tidak Hanya Dikunjungi Umat Islam

Menariknya, bazar Ramadan ini tidak hanya didatangi oleh umat Islam. Dari pantauan di lokasi, sejumlah warga nonmuslim juga terlihat ikut berkeliling menikmati suasana sekaligus melihat-lihat aneka jajanan yang dijual para pelaku UMKM. Lokasi bazar yang berada tepat di depan kawasan Hutan Kota Sungailiat membuat suasana terasa lebih sejuk dan asri. Pada waktu yang sama, beberapa warga yang mengenakan pakaian olahraga juga terlihat melintas untuk jogging atau berjalan santai di sekitar area tersebut.

Pengalaman Pedagang dan Pengunjung

Muhammad Bilal Efendi (21), seorang pedagang, mengatakan dirinya mulai berjualan sejak awal Ramadan di stan nomor 31 dengan membawa merek Matcha Forest dan Roti Kucing. Menurut Bilal, pada awal Ramadan hingga pertengahan bulan, bazar tersebut dipadati pengunjung. “Di hari pertama sampai sekitar hari ke-15 partisipasi masyarakat sangat banyak. Tapi mulai hari ke-16 pembelinya agak berkurang,” kata Bilal.

Ia menambahkan, waktu paling ramai biasanya terjadi menjelang berbuka puasa, sekitar pukul 16.30 WIB hingga azan magrib. Meski beberapa stan mulai terlihat tutup, Bilal mengaku tetap akan membuka lapaknya hingga akhir Ramadan. “Harapannya semoga semakin ramai dan masyarakat bisa terus mendukung UMKM di Sungailiat,” ujarnya.

Di lapaknya, Bilal menjual roti dengan berbagai varian rasa seharga Rp18 ribu. Sementara minuman matcha dibanderol mulai dari Rp18 ribu hingga Rp25 ribu.

Rencana dan Harapan Masa Depan

PIC Festival Emas Ramadan Fair, Yusuf Mujarobi (38), menjelaskan bazar tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Ramadan Fair yang baru pertama kali diselenggarakan tahun ini. Menurut Yusuf, jumlah pengunjung setiap hari dapat berubah-ubah tergantung kondisi cuaca dan hari libur. “Kalau hari libur biasanya lebih ramai. Kalau hujan memang agak sepi, tapi tetap ada pengunjung,” katanya.

Ia menambahkan, kegiatan Emas Ramadan Fair melibatkan berbagai pihak, di antaranya Pemerintah Kabupaten Bangka, Masjid Agung Sungailiat, serta Bank Sumsel Babel Syariah. Selain bazar UMKM, sejumlah kegiatan lain juga digelar untuk memeriahkan Ramadan. Mulai dari pesantren kilat bagi siswa sekolah dasar, lomba tartil Al-Qur’an, lomba vokal solo, hingga rencana kegiatan i’tikaf bersama di Masjid Agung Sungailiat.

Melihat antusias masyarakat, kemungkinan kegiatan ini akan dilanjutkan lagi tahun depan dan diharapkan bisa lebih meriah.

Harapan Pengunjung

Seorang pengunjung, Rindu (21), mengaku sudah dua kali datang ke bazar tersebut untuk mencari takjil berbuka puasa. Menurutnya, suasana bazar pada awal Ramadan terasa jauh lebih ramai dibandingkan sekarang. “Waktu awal Ramadan kemarin sangat ramai, mungkin karena masyarakat penasaran dengan suasana bazar ini,” katanya.

Meski jumlah pengunjung mulai berkurang, Rindu berharap kegiatan serupa tetap diadakan pada tahun-tahun mendatang dengan pilihan menu yang lebih beragam. “Harapannya tahun depan tetap diadakan lagi dengan menu yang lebih bervariasi supaya masyarakat tidak bosan dan UMKM juga bisa terus berkembang,” ujarnya.

Persiapan dan Keberlangsungan Bazar

Para pedagang biasanya mulai menyiapkan stan sejak pukul 14.00 WIB. Menjelang pukul 15.00 WIB, akses jalan di depan Masjid Agung Sungailiat dan kawasan Hutan Kota ditertibkan agar aktivitas bazar berjalan lancar hingga waktu berbuka puasa. Meski tidak seramai awal Ramadan, bazar Emas Ramadan Fair di kawasan Hutan Kota Sungailiat tetap menjadi tempat favorit warga untuk berburu takjil sekaligus ruang bagi pelaku UMKM mencari berkah di bulan suci.




Daliyah Ghaidaq

Jurnalis yang membahas isu anak muda, dunia komunitas, dan tren karier modern. Ia suka membaca blog produktivitas, mencoba teknik manajemen waktu, serta membuat jurnal harian. Motto: “Pemuda yang tahu informasi adalah pemuda yang kuat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *