"Melihat Balikpapan Lebih Dekat, Berita Tanpa Jeda"
Daerah  

Jatim Terpopuler: Pilu Mariyah dan Guru Ngaji Dapat Insentif Rp 1,5 Juta

Insentif untuk Guru Ngaji di Bondowoso

Sebanyak 5.865 guru ngaji di Kabupaten Bondowoso menerima insentif sebesar Rp1,5 juta. Pencairan insentif ini dilakukan secara bertahap dan melalui verifikasi berjenjang, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten. Kepala Bagian Kesra, Muhammad Royhan, menjelaskan bahwa proses penyaluran dilakukan agar bantuan benar-benar tepat sasaran.

Ia menambahkan bahwa pencairan diprioritaskan bagi guru ngaji yang data lengkap dan memiliki rekening aktif. Sementara untuk data yang masih bermasalah, seperti rekening tidak aktif atau adanya pergantian penerima, akan diproses pada tahap berikutnya. Oleh karena itu, masih ada 518 guru ngaji yang pencairannya dijadwalkan setelah lebaran.

Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menegaskan bahwa insentif ini merupakan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung para guru ngaji yang telah berkontribusi besar dalam membangun karakter generasi muda. “Insentif ini bukan sekadar bantuan, tetapi bentuk penghargaan atas dedikasi mereka. Kami berharap ini bisa menjadi penyemangat agar terus membina generasi muda yang berakhlak,” ujarnya.

Kisah Pilu Mariyah, Penyapu Makam

Mariyah, seorang penyapu makam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Ngagel Rejo, Wonokromo, Surabaya, menjalani kehidupan yang penuh tantangan. Ia bekerja di sekitar nisan-nisan, membersihkan daun kering dan kelopak bunga yang layu. Ia tinggal di sebuah kamar kos di belakang kompleks pemakaman dengan biaya sewa Rp450 ribu per bulan.

Mariyah tidak mematok tarif untuk pekerjaannya. Bila ada peziarah yang memintanya membersihkan makam keluarga mereka, ia mengerjakan dengan tuntas. Pendapatannya naik turun secara tajam. Pada hari-hari biasa, ia bisa pulang hanya dengan Rp2.000 di saku. Namun saat musim nyekar, pendapatannya bisa melonjak hingga Rp80 ribu- Rp100 ribu dalam sehari.

Namun, menjelang Lebaran tahun ini, suasana justru berbeda dari yang ia harapkan. Peziarah yang biasanya membludak di pekan-pekan terakhir Ramadhan kali ini lebih sedikit. Menurut Mariyah, warga Surabaya sudah mulai mudik. Yang tersisa hanyalah mereka yang memang menetap di kota.

Mariyah tidak memiliki uang untuk mudik ke Sampang. Ongkos Surabaya–Sampang satu arah saja sudah Rp200 ribu. Pulang-pergi berarti Rp400 ribu, hampir setara sewa kosnya sebulan. Ia memiliki anak angkat, tapi kebersamaan itu tak bertahan lama. Ketika si anak menikah, ia pergi mengikuti suaminya.

Utang sebesar Rp57 juta harus dipikul seorang diri. Semuanya berasal dari biaya pengobatan sang suami yang menderita diabetes hingga pernah diamputasi kaki kirinya. Mariyah kini memikul beban itu sendirian. “Tinggale utang. Wonge mati,” kata dia pelan.

Pengamanan Malam Takbir dan Idulfitri di Tuban

Polres Tuban bersama Forkopimda Kabupaten Tuban menggelar apel kesiapan pengamanan malam takbir dan Salat Idulfitri 1447 Hijriah, Jumat (20/3/2026) sore. Apel yang digelar di Alun-alun Tuban tersebut sebagai upaya memastikan perayaan berjalan aman dan kondusif.

Wakil Bupati Tuban, Joko Sarwono, menegaskan bahwa seluruh unsur yang terlibat memiliki tanggung jawab untuk memberikan pelayanan, kenyamanan, dan pengamanan kepada masyarakat. Dalam apel tersebut, sebanyak kurang lebih 340 personel diterjunkan. Mereka terdiri dari unsur TNI-Polri, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), serta didukung tokoh masyarakat dan ulama.

Lebih lanjut Joko juga mengimbau masyarakat untuk merayakan malam takbir dan Idulfitri secara sederhana dan tidak berlebihan. Di antara hal yang menjadi perhatian pengamatan pada malam takbir adalah penggunaan kembang api dan aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum. “Kami berharap masyarakat tidak berlebihan, seperti penggunaan kembang api atau kegiatan lain yang bisa mengganggu ketertiban. Mari kita rayakan Idulfitri dengan sederhana, tertib, dan tetap menjaga situasi yang aman dan kondusif,” pungkasnya.




Daliyah Ghaidaq

Jurnalis yang membahas isu anak muda, dunia komunitas, dan tren karier modern. Ia suka membaca blog produktivitas, mencoba teknik manajemen waktu, serta membuat jurnal harian. Motto: “Pemuda yang tahu informasi adalah pemuda yang kuat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *