Banjir di Desa Manong Manggarai Merendam Ratusan Rumah Warga
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai telah menerima laporan mengenai bencana alam banjir yang melanda puluhan rumah warga dari Pemerintah Desa (Pemdes) Manong. Laporan tersebut disampaikan oleh Kepala BPBD Kabupaten Manggarai, Stefanus Tawar, kepada media pada Minggu 12 April 2026.
Stefanus menyatakan bahwa BPBD Kabupaten Manggarai segera menindaklanjuti laporan tersebut dengan berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Manggarai untuk memberikan bantuan sosial lebih lanjut kepada para korban. “Benar, kita sudah terima laporan bencana dari Kadesnya. Kades sudah laporkan, kami koordinasikan dengan Dinas Sosial,” ujar Stefanus singkat.
Banjir yang terjadi di Kampung Garang, Desa Manong, Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai, disebabkan oleh intensitas curah hujan tinggi yang terjadi sejak hari Senin tanggal 6 sampai tanggal 11 April 2026 kemarin. Hujan ini menyebabkan saluran drainase meluap dan menghancurkan sekitar 28 rumah milik warga serta satu fasilitas publik, yaitu PAUD KB 1.
Sekertaris Desa Manong, Robertus Jampar, menjelaskan bahwa banjir meluap karena kondisi saluran drainase yang kecil dan adanya tumpukan material seperti batu, tanah, dan kayu di dalam saluran tersebut. Hal ini menyebabkan aliran air terhambat dan akhirnya meluap ke pemukiman warga.
“Jadi saluran drainase ini kecil, apalagi selama ini karena tidak ada hujan dan air tidak ada sehingga tumpukan material batu, kayu, daun dan tanah tertumpuk dalam saluran sehingga saat hujan besar kemarin terjadi banjir besar terhalang sehingga banjir meluap ke pemukiman warga,” ujarnya.
Banjir tersebut merendam sebanyak 28 rumah warga di empat anakan Kampung yaitu Dusun Garang, Lada, Laru, Kelumpag, menyebabkan kerusakan pada perabotan rumah tangga, alat elektronik, dan bagian bawah bangunan. Selain itu, sekitar 5 karung beras basah dan terhanyut banjir itu juga menjadi kerugian bagi warga.
Selain itu, dampak banjir juga menyebabkan bangunan fasilitas publik seperti Paud KB 1 terendam banjir. Seluruh material masuk ke dalam bangunan itu. Juga akses jalan utama di desa itu lumpuh total karena air mengenai badan jalan dan juga material batu dan tanah menumpuk di area badan jalan.
Sejumlah Warga Mengungsi
Robertus mengatakan bahwa dampak banjir ini juga menyebabkan sejumlah warga atau korban mengungsi ke rumah tetangga, menunggu pembersihan material yang menumpuk di dalam rumah. Dikatakan Robertus, Pemerintah Desa Manong juga mencatat dampak bencana alam banjir ini, dengan warga menderita dengan taksasi kerugian material mencapai ratusan juta rupiah.
“Dampak bencana banjir ini memang tidak ada korban jiwa, karena saat banjir terjadi banyak warga ada di kebun, saat pulang banjir sudah terjadi. Tetapi banyak perabot rumah tangga, beras dan bahan makanan lain, terhanyut banjir dengan total taksasi kerugian oleh para korban mencapai ratusan juta rupiah,” terangnya.
“Bahkan ada warga yang terpaksa mengungsi sementara, aktifitas jalan utama di desa lumpuh dan ada bangunan publik seperti Paud KB 1, jembatan kayu terhanyut dan halaman kampung tertumpuk material,” sambung Robertus.
Kades Lapor Bupati
Robertus mengatakan, dampak bencana alam banjir ini juga, Pemerintah Desa dalam hal ini Kepala Desa Manong Vinsensius Jebarus telah memberikan surat laporan bencana banjir kepada Bupati Manggarai tembusan Kepala BPBD Kabupaten Manggarai.
Robertus mengatakan, para korban berharap agar dapat direspon cepat oleh Pemkab Manggarai guna turun memberikan bantuan penanganan kepada para korban.
Seorang jurnalis online yang gemar membahas tren baru dan peristiwa cepat. Ia menyukai fotografi jalanan, nonton dokumenter, dan mendengar musik jazz sebagai relaksasi. Menulis baginya adalah cara memahami arah dunia. Motto hidupnya: "Setiap berita harus memberi manfaat, bukan sekadar informasi."











