Perayaan Jumat Agung dan Lagu-Lagu Kristen dalam Kidung Jemaat
Peristiwa wafat Yesus Kristus atau yang dikenal sebagai Jumat Agung merupakan salah satu hari yang sangat sakral bagi umat beragama Kristen di seluruh dunia. Setiap tahunnya, hari ini diperingati untuk mengenang pengorbanan Yesus Kristus yang rela mati di kayu salib demi menghapuskan dosa umat manusia. Dalam perayaan tersebut, umat Kristen dapat menghayati peristiwa kematian Yesus Kristus dengan melantunkan nyanyian dari buku lagu seperti Kidung Jemaat.
Berikut beberapa pilihan lagu Kristen dari Kidung Jemaat untuk mengenang wafat Yesus Kristus di pekan Paskah:
1. Kidung Jemaat 166 – Tersalib dan Sengsara
Lagu ini menjadi salah satu yang masuk dalam rumpun “Sengsara Yesus dan Jumat Agung” dalam Kidung Jemaat. Melalui liriknya, lagu ini ingin mengajak umat manusia merenungkan pengampunan dosa dari Tuhan Yesus, meski Ia harus sengsara dan tersalib di kayu salib.
Berikut isi lirik lagu Kidung Jemaat 166 – “Tersalib dan Sengsara”:
– Tersalib dan sengsara Kau, Yesus, Tuhanku, terkulai menderita akibat salahku; dengan hati yang pilu, sedih tak terperi kulihat siksaan-Mu yang dashyat dan keji.
– Alam berdukacita dan langit menggelap saksikan Putra Allah membuat Firman g’nap; ditanggung segala siksa yang sakit dan pedih demi tebusan dosa manusia di bumi.
– Tertumpah darah Yesus di bukit Kalvari; dipikul dengan tulus durhaka insani. Bertobatlah, manusia, memohon ampun-Nya, supaya disucikan di dalam darah-Nya!
2. Kidung Jemaat 167 – Yesus, Tuhanku, Apakah Dosa-Mu
Lagu berjudul “Yesus, Tuhanku, Apakah Dosa-Mu” berisi tentang ungkapan refleksi seorang umat terhadap pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib. Ungkapan tersebut muncul karena sebagai manusia menyadari bahwa Tuhan melakukan pengorbanan atas dasar kasih yang besar.
Beberapa lirik dalam Kidung Jemaat 167 – “Yesus, Tuhanku, Apakah Dosa-Mu”:
– Yesus, Tuhanku, apakah dosa-Mu, hingga hukuman bagi-Mu berlaku? Durhaka apa sudah dituduhkan pada-Mu Tuhan?
– Kau didera, dihina kaum prajurit, Kau dicerca, dib’ri mahkota duri dan minum-Mu pada kayu salib anggur yang pahit.
– Apa sebabnya Kauterima siksa? Tak lain kar’na dosa manusia: aku sendiri dan kesalahanku jadi beban-Mu!
– Siapa menduga jalan hukum ini: bahwa Gembala mengurbankan diri, jadi tebusan domba yang bersalah terhadap Allah.
3. Kidung Jemaat 169 – Memandang Salib Rajaku
Lagu “Memandang Salib Rajaku” dalam Kidung Jemaat 169 mengajak umat untuk merenungkan makna karya penebusan Yesus Kristus melalui peristiwa penyaliban serta menyadari tak ada yang lebih besar selain kasih Tuhan kepada manusia.
Adapun lirik lagu Kidung Jemaat 169 – “Memandang Salib Rajaku”, antara lain:
– Memandang salib Rajaku yang mati untuk dunia, kurasa hancur congkakku dan harta hilang harganya.
– Tak boleh aku bermegah selain di dalam salib-Mu; kubuang nikmat dunia demi darah-Mu yang kudus.
– Berpadu kasih dan sedih mengalir dari luka-Mu; mahkota duri yang pedih menjadi keagungan-Mu.
4. Kidung Jemaat 170 – Kepala yang Berdarah
Lagu “Kepala yang Berdarah” membawa umat berkontemplasi atas penderitaan yang Tuhan Yesus rasakan saat prosesi penyaliban terjadi. Lagu ini sering dilantunkan dalam ibadah khusus memperingati wafat Yesus Kristus.
Lirik lagu Kidung Jemaat 170 – “Kepala yang Berdarah”:
– Kepala yang berdarah, tertunduk dan sedih, penuh dengan sengsara dan luka yang pedih, meski mahkota duri menghina harkat-Mu, Kau patut kukagumi: terima hormatku.
– O wajah yang mulia, yang patut di sembah dan layak menerima pujian dunia, sekarang diludahi, dihina, dicerca, disiksa, dilukai yang salah siapakah?
5. Kidung Jemaat 173 – Siapa Tergantung di Salib di Sana
“Siapa Tergantung di Salib di Sana” berisi perenungan tentang penderitaan yang dialami Tuhan Yesus di kayu salib. Lagu ini menjelaskan, Tuhan Yesus memiliki kasih yang besar kepada umat-Nya, sehingga Ia rela menanggung sengsara dengan berkorban di kayu salib demi menebus dosa manusia.
Lirik lagu Kidung Jemaat 173 – “Siapa Tergantung di Salib di Sana”:
– Siapa tergantung di salib di sana, tertimpa siksaan dan bencana, penuh dengan luka, dirundung hukuman? Apakah yang sudah dituduhkan?
– Di salib di sana, menanggung sengsara, tergantunglah Anak domba Allah. Tiada salah-Nya selain mengasihi, dan itu ditolak dunia ini.
6. Kidung Jemaat 175 – Penebusku Disalib
Melalui liriknya, Kidung Jemaat 175 berjudul “Penebusku Disalib” menuntun umat merefleksikan penebusan dosa dan pengampunan yang diberikan Tuhan Yesus melalui peristiwa penyaliban. Lagu ini pun menjadi ajakan bagi umat percaya untuk tetap setia dan menyerahkan hidup sepenuhnya kepada Tuhan.
Lirik lagu Kidung Jemaat 175 – “Penebusku Disalib”:
– Penebusku disalib dalam nista dan sengsara. Putra Allah, hilangkah kuasa-Mu dan kemuliaan-Mu?
– Penebusku disalib menghapuskan hukumanku, agar aku diberi anugerah, hidup oleh mati-Nya.
7. Kidung Jemaat 177 – Golgota, Tempat Tuhanku Disalib
Lirik lagu “Golgota, Tempat Tuhanku Disalib” mengingatkan umat bahwa peristiwa penyaliban Yesus Kristus di bukit Golgota merupakan bentuk kasih Tuhan kepada dunia. Melalui pengorbanan-Nya itulah manusia mendapatkan kedamaian dan keselamatan, sehingga umat diajak untuk memuji Tuhan selamanya.
Lirik lagu Kidung Jemaat 177 – “Golgota, Tempat Tuhanku Disalib”:
– Golgota, tempat Tuhanku disalib dan dicela, agar dunia damai pula dengan Allah, Khaliknya. Dari sanalah mengalir sungai kasih kurnia Bagi orang yang berdosa, yang memandang Golgota.
8. Kidung Jemaat 179 – Yesus, Kau Kehidupanku
Lebih dari sekadar nyanyian biasa, Kidung Jemaat 179 berjudul “Yesus, Kau Kehidupanku” mengajak umat untuk bersyukur atas penghapusan dosa, keselamatan, serta hidup baru yang diberikan Yesus Kristus melalui penderitaan dan pengorbanan-Nya di kayu salib.
Lirik lagu Kidung Jemaat 179 – “Yesus, Kau Kehidupanku”:
– Yesus, Kau kehidupanku, Kau penumpas mautku; pada salib Kau dipaku sampai mati gantiku; agar aku mendapati hidup baru yang abadi. Syukur hati tak henti kepada-Mu kuberi.
– Yesus, Kau telah memikul fitnah, siksa terbesar; Kau ditambat dan dipukul, walau hidup-Mu benar, Agar aku tak binasa, s’lamat dari rantai dosa. Syukur hati tak henti kepada-Mu kuberi.
9. Kidung Jemaat 183 – Menjulang Nyata Atas Bukit Kala
Lagu Kidung Jemaat 183 dengan judul “Menjulang Nyata Atas Bukit Kala” menjadi salah satu lagu populer yang sering dinyanyikan pada ibadah peringatan wafat Yesus Kristus. Lirik lagu ini menggambarkan penyaliban Tuhan Yesus di bukit Kalvari telah menghapuskan dosa manusia, sehingga umat mendapatkan keselamatan dan harapan baru melalui pengorbanan-Nya.
Lirik lagu Kidung Jemaat 183 – “Menjulang Nyata Atas Bukit Kala”:
– Menjulang nyata atas bukit kala t’rang benderang salib-Mu, Tuhanku. Dari sinarnya yang menyala-nyala memancar kasih agung dan restu. Seluruh umat insan menengadah ke arah cahya kasih yang mesra. Bagai pelaut yang karam merindukan di ufuk timur pagi merekah.
– Salib-Mu, Kristus, tanda pengasihan mengangkat hati yang remuk redam membuat dosa yang tak terperikan di lubuk cinta Tuhan terbenam. Di dalam Tuhan kami balik lahir, insan bernoda kini berseri, Teruras darah suci yang mengalir di salib pada bukit Kalvari.
Beberapa pilihan lagu Kristen dari Kidung Jemaat di atas memiliki makna tentang kasih dan pengorbanan besar Tuhan untuk memberikan keselamatan kepada manusia. Dari kumpulan lagu tersebut, adakah yang sangat kamu sukai?











