Kehilangan Seorang Prajurit TNI di Lebanon
Praka Farizal Romadhon, seorang prajurit TNI yang merupakan anggota Satuan Tugas Kontingen Garuda (Konga) TNI dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), gugur dalam serangan Israel ke Lebanon Selatan pada Minggu (29/3/2026). Kejadian ini menimpa Praka Farizal bersama tiga prajurit TNI lainnya, yaitu Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif Kurniawan. Dari keempat korban, Praka Farizal dinyatakan gugur, sementara Praka Rico mengalami luka berat, sedangkan dua lainnya hanya mengalami luka ringan.
Latar Belakang Karier Militer Praka Farizal
Praka Farizal Romadhon lahir di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada tanggal 3 Januari 1998. Ia merupakan bagian dari Batalyon Infanteri (Yonif) 113/Jaya Sakti, di bawah naungan Brigif 25/Siwah, Kodam Iskandar Muda. Dalam perjalanan karir militernya, ia terakhir menjabat sebagai Rektor Taban 1 Ru Provost Kima, posisi jabatan operasional untuk menjaga disiplin dan tata tertib di lingkungan Kompi Markas satuan Yonif. Ia juga pernah menerima penghargaan berupa Satyalancana Dharma Nusa dan Satyalancana Kesetiaan VIII Tahun, yang menjadi bukti loyalitas, disiplin, dan pengabdian tanpa cacat dalam menjalankan tugas sebagai prajurit TNI.
Pada bulan April 2025, Praka Farizal ditugaskan dalam misi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang tergabung dalam pasukan UNIFIL di Lebanon. Penugasan tersebut menjadi bentuk kehormatan sekaligus tanggung jawab besar sebagai bagian dari kontribusi Indonesia dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global. Ia menjadi anggota Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S UNIFIL.
Keluarga yang Terluka
Di balik layar sebagai prajurit, Praka Farizal adalah seorang suami dan ayah yang penuh kasih. Ia menikah dengan Fafa Nur Azila pada 4 Juli 2023, dan dari pernikahan tersebut dikaruniai seorang putri bernama Shanaya Almahyra Elshanu yang lahir pada 6 Mei 2024. Keluarga kecilnya tinggal di Asrama Militer Kima Yonif 113/Jaya Sakti di Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Aceh. Kepergian Praka Farizal meninggalkan luka mendalam bagi istri dan anaknya yang masih kecil.
Pulang Saat Lebaran 2025
Farizal diketahui berasal dari Padukuhan Ledok, Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Lendah. Wakidi, warga setempat, menyampaikan bahwa Farizal sempat pulang ke kampung halamannya pada Lebaran 2025 lalu. Ia datang membawa istri dan anaknya. “Lebaran kemarin saya sempat ketemu, tapi kalau Lebaran tahun ini orangnya tidak pulang,” katanya ditemui di kediamannya, Senin siang. Wakidi mengatakan bahwa Farizal merupakan anak kedua dari dua bersaudara. Ia lulus dari SMA Negeri 1 Lendah dan melanjutkan pendidikan untuk menjadi anggota TNI. Semasa muda, ia sering ikut kegiatan Karang Taruna di Ledok.
Peristiwa yang Menimpa Praka Farizal
Informasi yang diterima oleh Wakidi, Farizal meninggal saat meluncurkan di Lebanon, terkena serangan rudal dari Israel. Kabar itu diteruskan ke orang tua Farizal, yang terkejut saat mengetahui kematian telah meninggal dunia. Wakidi mengaku bertanya kepada orang tuanya, apakah Farizal dimakamkan di Taman Makam Pahlawan atau di Tempat Pemakaman Umum (TPU). Setelah berdiskusi, keluarga memilih dimakamkan di TPU dekat sini, jaraknya sekitar 1 kilometer dari rumah Farizal.
Persiapan Pemakaman
Wakidi kini tinggal menunggu kabar kapan jenazah Farizal bisa pulang ke kampung halamannya. Sebab hingga kini belum ada kejelasan soal itu. Namun yang jelas, pemakaman akan dilakukan secara militer sebagai bentuk penghormatan terakhir. Persiapan pun tengah dilakukan untuk menyambut kedatangan jenazah. “Sekarang ini bersih-bersih lahan sekitar rumah dulu untuk persiapan kedatangan jenazah,” kata Wakidi.
Pengakuan dari Komando Militer
Komandan Komando Distrik Militer (Kodim) 0731/Kulon Progo, Letkol Inf Dyan Niti Sukma, membenarkan kabar meninggalnya Farizal. Farizal diketahui berpangkat Praka. “Yang bersangkutan menjabat sebagai Provost Taban 1 Ru Provost Kima di Kesatuan Yonif 113/JS Brigif 25/Suwah Dam IM,” kata Dyan saat dikonfirmasi melalui telepon.
Situasi Saat Serangan Berlangsung
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah mengungkapkan, keempat korban merupakan anggota Kompi C United Nations Position (UNP) 7-1 dari Satuan Tugas (Satgas) Batalyon Mekanis (Yonmek) XXIII-S UNIFIL. Kementerian Pertahanan RI menyatakan prajurit TNI yang gugur dalam serangan Israel di Lebanon berada di tengah situasi saling serang artileri kedua belah pihak. Karo Infohan Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menyampaikan bahwa kejadian terjadi di tengah saling serang artileri.
“Insiden terjadi di tengah saling serang persenjataan dan hingga saat ini belum dapat dipastikan pihak yang secara langsung menyebabkan kejadian tersebut,” ungkap Aulia. Mendiang Praka Farizal disemayamkan di East Sector Headquarters dan proses administrasi pemulangannya ke Indonesia sedang diselesaikan dengan bantuan KBRI Beirut.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”











