Operasi Pemulangan Jenazah Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon
Dalam rangka pemulangan tiga jenazah prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian di Lebanon selatan, dua pesawat militer disiagakan di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. Pesawat tersebut adalah CASA CN-295 dan Lockheed Martin C-130J Super Hercules milik TNI Angkatan Udara. Kedua pesawat ini akan digunakan untuk mendistribusikan jenazah ke daerah asal para prajurit.
Kedatangan jenazah dilakukan melalui jalur udara sipil menggunakan maskapai Turkish Airlines dengan nomor penerbangan TK 056. Pesawat diberangkatkan dari Istanbul dan dijadwalkan tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Sabtu sore. Setibanya di tanah air, proses pemulangan memasuki tahap militer dengan pengambilalihan penanganan oleh unsur TNI.
Rangkaian ini menjadi bagian dari koordinasi antara sektor sipil dan militer dalam memastikan pemulangan jenazah berlangsung cepat, aman, dan penuh penghormatan. Tiga prajurit yang gugur tersebut adalah Mayor Inf (Anm) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anm) M. Nur Ichwan, dan Kopda (Anm) Farizal Rhomadon. Mereka merupakan bagian dari kontingen Indonesia dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Setelah tiba di Bandara Soekarno-Hatta, jenazah akan disambut melalui upacara militer di Terminal VVIP. Upacara tersebut menjadi titik awal rangkaian penghormatan sebelum jenazah dipindahkan ke pesawat militer. Kepala Polresta Bandara Soekarno-Hatta Kombes Wisnu Wardana mengatakan pihaknya telah menyiapkan pengamanan menyeluruh untuk mendukung kelancaran proses tersebut.
“Dari Polresta Bandara mempersiapkan 90 personel gabungan untuk pengamanan kedatangan tiga jenazah TNI dari Lebanon,” ujarnya dalam keterangan, Sabtu (4/4/2026). Ia menjelaskan, pengamanan melibatkan unsur Polri, TNI, dan Avsec yang difokuskan pada jalur kedatangan hingga lokasi upacara.
“Personel ditempatkan di titik-titik perlintasan, mulai dari kedatangan hingga ke Terminal VVIP,” katanya. Wisnu menambahkan, skema pengamanan bersifat fleksibel tergantung pada kehadiran pejabat negara. “Pak Presiden hadir, yang menjadi leading sector pengamanan dari TNI. Jadi, kami hanya back up di beberapa titik saja,” jelasnya.
Setelah prosesi penyambutan, jenazah akan diberangkatkan ke Lanud Halim Perdanakusuma menggunakan pesawat militer. Tahap ini menjadi bagian penting dalam rantai logistik militer sebelum jenazah dipulangkan ke keluarga masing-masing. Pesawat CN 295 dan C-130J dipilih karena memiliki kemampuan angkut personel dan logistik dalam berbagai kondisi. Selain itu, fleksibilitas operasional kedua pesawat tersebut memungkinkan distribusi jenazah ke lebih dari satu tujuan secara efisien.
Dari Lanud Halim, jenazah selanjutnya akan diterbangkan ke daerah asal, yakni Bandung dan Yogyakarta. Proses ini menutup rangkaian panjang perjalanan dari wilayah konflik hingga kembali ke kampung halaman. Wisnu memastikan situasi keamanan di Bandara Soekarno-Hatta tetap kondusif selama proses berlangsung.
“Kami pastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan tertib,” ujarnya. Sebagai informasi, Petugas gabungan TNI dan Polri menggelar apel pasukan di kawasan VVIP Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu, sebagai bentuk kesiapan pengamanan kedatangan tamu VVIP. Kegiatan ini dilakukan menjelang agenda penyambutan Presiden Prabowo Subianto.
Apel gelar pasukan berlangsung dengan formasi rapi, di mana seluruh personel mengikuti instruksi pimpinan apel sebagai bagian dari prosedur standar pengamanan VVIP. Kegiatan ini bertujuan memastikan seluruh unsur pengamanan siap menjalankan tugas sesuai rencana. Fokus utama pengamanan tidak hanya pada kedatangan Presiden, tetapi juga pada prosesi penyambutan tiga jenazah prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon dalam naungan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Setibanya di tanah air, ketiga jenazah akan disemayamkan sementara di area bandara sebagai bentuk penghormatan awal. Selanjutnya, jenazah akan diberangkatkan ke daerah asal masing-masing, yakni Magelang, Yogyakarta, dan Bandung. Sebanyak 540 personel gabungan dikerahkan dalam operasi pengamanan ini, yang terdiri dari unsur TNI dan Polri. Mereka dibagi ke dalam tiga sektor strategis guna memastikan seluruh titik krusial, mulai dari jalur kedatangan hingga area VVIP, dalam kondisi aman.
Komandan Subsatgas Pengamanan Bandara Soekarno-Hatta Kolonel Inf Ary Sutrisno mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari rencana pengamanan yang telah disusun matang. “Kami melaksanakan kegiatan pengamanan VVIP di areal VIP Room Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Untuk pengamanan kami melibatkan sekitar 540 personel dari unsur TNI dan Polri yang sudah dibagi dalam tiga sektor. Diharapkan seluruh kegiatan dapat berjalan aman dan tertib,” pungkasnya.
Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."











