"Melihat Balikpapan Lebih Dekat, Berita Tanpa Jeda"

Ferdinand Hutahaean Ungkap ‘Jebakan’ JK terhadap Prabowo Soal BBM

Ferdinand Hutahaean Mengungkap “Jebakan” yang Dibuat Jusuf Kalla terhadap Prabowo Subianto

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Ferdinand Hutahaean, mengungkapkan bahwa Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), mungkin sedang mempersiapkan skenario politik yang bisa merugikan Presiden terpilih, Prabowo Subianto. Ia menilai pernyataan JK terkait wacana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bukan sekadar pandangan ekonomi biasa, melainkan bagian dari strategi yang berpotensi memicu sentimen publik negatif.

Menurut Ferdinand, jika harga BBM benar-benar dinaikkan, masyarakat berpotensi bereaksi keras dan memicu gelombang protes besar-besaran. Situasi ini, kata dia, bisa dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk melemahkan posisi Prabowo di mata publik. Ia bahkan menyebut adanya “jebakan” yang sengaja dibuat oleh JK untuk memancing reaksi publik terhadap kebijakan tersebut.

“Jusuf Kalla berharap Prabowo akan menaikkan harga BBM dan momen itu akan dijadikan sebagai momentum serangan kepada Prabowo Subianto,” ujar Ferdinand dalam pernyataannya.

Ferdinand menekankan bahwa kebijakan kenaikan harga BBM berpotensi memicu kemarahan publik yang kemudian dapat berkembang menjadi aksi demonstrasi besar-besaran. Ia juga menyebut, situasi ini dikhawatirkan dimanfaatkan oleh pihak tertentu yang berharap tekanan publik bisa melemahkan posisi Prabowo Subianto.

“Masyarakat tentu akan marah, mengorganisir kekuatan untuk melakukan demo besar-besaran kepada Prabowo dan mereka berharap Prabowo akan digulingkan oleh masyarakat,” katanya.

Jusuf Kalla Pilih Naikkan Harga BBM ketimbang WFH

Sebelumnya, Jusuf Kalla memberikan kritik terhadap kebijakan work from home (WFH) yang diterapkan pemerintah bagi aparatur sipil negara (ASN). Kebijakan tersebut sebelumnya diberlakukan setiap hari Jumat sebagai upaya penghematan energi di tengah tekanan geopolitik global yang berdampak pada pasokan bahan bakar minyak (BBM).

Menurut JK, tujuan penghematan BBM melalui WFH tidak sepenuhnya tepat. Ia menilai, meskipun mobilitas pegawai berkurang, penggunaan energi di gedung perkantoran tetap berlangsung. Konsumsi listrik untuk operasional seperti pendingin ruangan, pencahayaan, hingga perangkat kerja masih bergantung pada pembangkit listrik, termasuk yang berbasis batu bara.

Selain itu, JK juga menyoroti potensi penurunan produktivitas ASN akibat kebijakan tersebut. Dalam situasi yang penuh tantangan, ia justru menilai kinerja aparatur negara seharusnya ditingkatkan, bukan berkurang. Kata JK, WFH justru bisa berpotensi membuat ASN tidak bekerja. Ia mengingatkan pelayanan publik bisa terdampak apabila efektivitas kerja menurun.

Dalam pernyataannya di Jakarta pada Rabu (1/4/2026), JK mengakui kebijakan WFH memang memiliki sisi positif, terutama dalam mengurangi penggunaan BBM oleh pegawai. Namun, ia menilai dampak negatif terhadap kinerja dan pelayanan publik perlu menjadi perhatian serius, terlebih ketika sektor usaha juga membutuhkan dukungan dari pemerintah.

“Ada efektifnya, yaitu menghemat bahan bakar bagi pegawai. Tetapi efeknya, mereka tidak kerja. Itu layanan pemerintah besar sekali, apalagi kalau masih diminta pengusaha lagi, bagaimana penjualan, bagimana produksi. Itu mahal sekali akibatnya,” kata JK di Jakarta.

Alternatif yang Diusulkan oleh Jusuf Kalla

Sebagai alternatif, JK mengusulkan pendekatan yang pernah diterapkan pada masa lalu, yakni penyesuaian harga BBM. Ia merujuk pada kebijakan pada periode 2005–2006, di mana kenaikan harga bahan bakar dinilai efektif menekan konsumsi secara langsung.

“Kalau mau seperti dulu yang kita lakukan, tahun 2005-2006, naikan harga,” ujar JK.

Menurutnya, mekanisme harga akan mendorong masyarakat untuk lebih hemat dalam penggunaan BBM. Dengan demikian, pengurangan konsumsi bisa terjadi secara alami tanpa harus mengurangi produktivitas kerja.

“Kalau harga naik, otomatis orang mengurangi pemakaian BBM, bisa mengurangi setengah pemakaian,” kata JK.

Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *