Pemulihan Layanan Perbankan di Bank Jambi Terus Berjalan
Bank Jambi terus melakukan pemulihan layanan perbankan setelah mengalami gangguan sistem pada akhir Februari 2026 lalu. Fokus utama bank tersebut saat ini adalah percepatan distribusi kartu ATM kepada nasabah, khususnya menjelang dan setelah momentum bulan Ramadan dan Idulfitri.
Direktur Operasional Bank Jambi, Zulfikar, menyampaikan bahwa kebutuhan kartu ATM meningkat secara signifikan menjelang bulan puasa. Namun, pengiriman dari vendor dilakukan secara bertahap karena keterbatasan pasokan. Ia menuturkan, hingga saat ini sekitar 60 ribu kartu ATM sudah datang, meskipun pengirimannya dilakukan secara bertahap.
“Sekarang yang sudah datang itu hampir 60 ribu. Memang kita kirimnya bertahap, tidak sekaligus. Tapi stok kita sudah cukup banyak dan terus berjalan pengirimannya,” ujarnya.
Pendistribusian kartu ATM sempat mengalami kendala karena vendor penyedia berada di Surabaya. Sehingga, distribusi itu belum dapat memenuhi kebutuhan secara cepat saat permintaan meningkat di bulan puasa. Namun, setelah Lebaran, pasokan mulai lancar dan kondisi kini dinyatakan semakin aman.
“Setelah Lebaran ini sudah kirim ke kita. Aman sudah. Jadi kalau masyarakat mau PIN ATM di mana pun, sudah siap,” tuturnya.
Zulfikar menjelaskan, saat ini masih terdapat sekitar 40 ribu kartu ATM yang belum terpenuhi. Sekitar 5 ribu kartu per minggu dikirimkan secara berkala hingga seluruh kebutuhan terpenuhi dalam waktu dekat.
Isu Keamanan Sistem
Terkait isu keamanan sistem, Zulfikar menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada laporan resmi dari vendor terkait adanya kelemahan sistem yang diabaikan oleh bank. Ia menambahkan bahwa sistem ini sudah diatur dengan standar keamanan yang ada, dan pihak bank mengikuti sistem tersebut.
“Belum pernah ada pemberitahuan seperti itu. Sistem ini kan sudah diatur dengan standar keamanan yang ada, dan kami sebagai pengguna mengikuti sistem tersebut,” tegasnya.
Saat ini, pihaknya masih menunggu hasil audit forensik untuk memastikan penyebab gangguan, termasuk kemungkinan adanya unsur fraud, baik dari internal maupun eksternal. Hasil audit tersebut belum dirilis, dan Zulfikar menegaskan bahwa jika ada pelanggaran, akan diproses secara hukum.
Kondisi Keuangan Bank Jambi
Seiring proses pemulihan, antrean nasabah di ATM yang sebelumnya sempat terjadi kini mulai berkurang. Zulfikar juga memastikan bahwa dana nasabah tetap aman dan aktivitas perbankan, termasuk penghimpunan dan penyaluran dana, tetap berjalan normal.
“Yang jelas saldo nasabah aman. Aktivitas kredit juga terus berjalan. Kepercayaan masyarakat tetap ada,” terangnya.
Pihaknya juga menepis isu yang menyebut kondisi keuangan Bank Jambi terancam. Secara rasio keuangan, kondisi bank masih dalam kategori sehat, dengan tingkat permodalan yang dinilai kuat.
“Kalau dibilang bangkrut, itu tidak benar. Kita punya rasio likuiditas dan permodalan yang masih aman,” ucapnya.
Penanganan Kerugian
Terkait kerugian yang dialami, Zulfikar memastikan akan menggunakan dana cadangan internal dan tidak melibatkan Lembaga Penjamin Simpanan. Ia menegaskan bahwa pergantian kartu ATM akan disiapkan dari pencadangan internal, bukan dari LPS.
“Pergantian itu kita siapkan dari pencadangan internal. Bukan dari LPS,” imbuhnya.
Pihaknya menargetkan pemulihan layanan, termasuk penggantian kartu ATM dan normalisasi sistem, dapat segera rampung dalam waktu dekat. Upaya pembaruan sistem keamanan juga terus dilakukan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”











