Presiden AS Donald Trump Mengungkapkan Kekhawatiran terhadap NATO
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyampaikan pernyataan yang mengejutkan mengenai keterlibatan negaranya dalam organisasi militer internasional yang dikenal sebagai NATO. Menurutnya, AS sedang mempertimbangkan dengan serius untuk keluar dari aliansi tersebut. NATO, atau Pakta Pertahanan Atlantik Utara, merupakan organisasi yang didirikan pada 4 April 1949 dan bertujuan menjaga keamanan kolektif bagi negara-negara anggotanya.
Saat ini, NATO memiliki 32 negara anggota, termasuk AS dan sejumlah sekutu di Eropa. Prinsip utama dari aliansi ini adalah bahwa serangan terhadap satu anggota akan dianggap sebagai serangan terhadap semua. Namun, belakangan ini, beberapa negara anggota NATO menolak untuk membantu AS dalam perang melawan Iran, yang menjadi salah satu pemicu ketegangan antara AS dan aliansi tersebut.
Trump secara terbuka menggambarkan NATO sebagai “macan ompong” dan menyatakan bahwa keluar dari pakta pertahanan itu sekarang “tidak dapat dipertimbangkan lagi”. Ia juga menyebut bahwa selama ini ia tidak pernah terpengaruh oleh NATO dan selalu tahu bahwa organisasi tersebut lemah. Bahkan, ia menyatakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin juga mengetahui hal ini.
Kekesalan Trump terhadap Sekutu
Donald Trump menunjukkan kemarahannya terhadap negara-negara sekutu yang tidak memberikan dukungan yang cukup untuk upaya perang AS melawan Iran. Dalam situasi ini, harga bensin di AS meningkat hingga $4 per galon akibat penutupan Selat Hormuz, yang menjadi jalur vital untuk pengiriman minyak dan gas.
Trump menulis di media sosial bahwa Prancis “SANGAT TIDAK MEMBANTU” dan mengingatkan bahwa AS akan “MENGINGATNYA!!!”. Pernyataan ini muncul setelah Prancis menolak izin bagi pesawat militer AS yang membawa pasokan ke Israel untuk terbang di atas wilayah Prancis. Militer Prancis sebelumnya menyatakan bahwa mereka hanya mengizinkan pesawat yang tidak terlibat dalam serangan untuk mendarat di pangkalan Istres.
Selain Prancis, Italia juga menolak izin bagi aset militer AS untuk menggunakan pangkalan udara Sigonella di Sisilia. Pemerintah Italia kemudian menegaskan bahwa hubungan dengan AS tetap kuat dan didasarkan pada kerja sama penuh dan setia.
Trump Bersedia Mengakhiri Perang
Dalam wawancara dengan para ajudannya, Donald Trump menyatakan bahwa ia bersedia mengakhiri kampanye militer melawan Iran meskipun Selat Hormuz masih tertutup. Laporan dari Wall Street Journal menyebutkan bahwa Trump juga bersedia menunda operasi untuk membuka kembali jalur air vital tersebut ke waktu yang akan datang.
Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi pengiriman energi global. Trump dan timnya menilai bahwa misi untuk membuka Selat Hormuz bisa memperburuk konflik lebih jauh. Menurut laporan tersebut, Trump ingin mencapai tujuan utamanya yaitu melumpuhkan angkatan laut Iran dan persediaan rudalnya sambil mengakhiri permusuhan saat ini. Ia juga berencana menekan Teheran secara diplomatik untuk melanjutkan arus perdagangan bebas.
WSJ menambahkan bahwa meskipun ada opsi militer yang bisa dipilih, hal tersebut bukan prioritas utama bagi Trump saat ini.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”











