"Melihat Balikpapan Lebih Dekat, Berita Tanpa Jeda"

Bupati Tulungagung Tiba di KPK, Ini Penjelasan Komisi Antikorupsi

Penangkapan Bupati Tulungagung dalam Operasi Tangkap Tangan

Pada hari Sabtu (11/4/2026) pagi, Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, tiba di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan. Ia bersama 15 orang lainnya ditangkap oleh KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan di wilayah Jawa Timur pada Jumat (10/4/2026) malam.

Sesampainya di KPK, Gatut Sunu Wibowo langsung digiring ke dalam gedung untuk menjalani pemeriksaan intensif.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa tim penyidik segera membawa sang bupati ke Jakarta guna pendalaman perkara setelah sebelumnya diamankan dalam operasi senyap tersebut.

“Dalam lanjutan kegiatan penyelidikan tertutup di wilayah Jawa Timur, pagi ini, tim membawa Bupati Tulungagung ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Bupati tiba di gedung KPK Merah Putih sekitar pukul 06.50 WIB, dan langsung dilakukan pemeriksaan intensif,” kata Budi kepada wartawan, Sabtu (11/4/2026).

Sementara itu, pihak-pihak lain yang terjaring dalam operasi tersebut masih diperiksa di daerah. Budi memastikan bahwa proses penyelidikan dan pengumpulan alat bukti masih terus berjalan oleh tim di lapangan.

“Sedangkan untuk pihak-pihak lainnya, saat ini masih dilakukan pemeriksaan di Mapolresta Tulungagung. Kami akan update terus perkembangannya secara berkala,” ujar Budi.

Dalam giat penindakan di wilayah Kabupaten Tulungagung pada Jumat malam, tim KPK mengamankan total 16 orang, di mana salah satunya adalah pucuk pimpinan Pemerintah Kabupaten Tulungagung tersebut.

Penyitaan Uang Tunai Ratusan Juta Rupiah

Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, sebelumnya telah mengonfirmasi kebenaran penangkapan ini dan menyebutkan adanya penyitaan barang bukti. Selain mengamankan belasan orang, penyidik juga menyita sejumlah uang tunai yang diduga kuat berkaitan dengan tindak pidana korupsi yang sedang diselidiki.

“Ada uang ratusan juta rupiah,” ungkap Fitroh saat dikonfirmasi terkait temuan barang bukti dari operasi tersebut pada Sabtu pagi.

Hingga berita ini diturunkan, KPK belum membeberkan secara resmi dan rinci mengenai konstruksi perkara dugaan tindak pidana korupsi yang menjerat sang bupati beserta 15 orang lainnya. Sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), lembaga antirasuah memiliki batas waktu 1×24 jam untuk melakukan pemeriksaan intensif guna menentukan status hukum para pihak yang terjaring dalam rangkaian OTT tersebut.

Profil dan Harta Kekayaan Gatut Sunu Wibowo

Gatut Sunu Wibowo menjadi perhatian publik setelah sukses meniti karier dari dunia usaha hingga memimpin Kabupaten Tulungagung sebagai bupati. Sebelum menjabat sebagai Bupati Tulungagung, Gatut lebih dahulu mengemban amanah sebagai Wakil Bupati periode 2021–2024, mendampingi Maryoto Birowo.

Di luar dunia pemerintahan, Gatut dikenal sebagai pengusaha di bidang material bangunan. Ia memiliki jaringan usaha yang cukup luas, terutama di wilayah Tulungagung dan Trenggalek. Meski tergolong pendatang baru dalam dunia politik, langkahnya terbilang cepat. Ia baru bergabung dengan PDI Perjuangan pada November 2021. Namun, dalam waktu singkat, ia mampu membangun kepercayaan publik hingga akhirnya memenangkan kontestasi Pilkada dan terpilih sebagai Bupati Tulungagung.

Riwayat Pendidikan

  • S2 UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung (2021–2023)
  • S1 Universitas Merdeka Malang (1988–1992)
  • SMAK Santo Thomas Aquino (1985–1988)
  • SMP Negeri Bandung (1982–1985)
  • SDN Gandong 1 (1976–1982)

Harta Kekayaan

Pria asal Desa Gandong, Kecamatan Bandung, Tulungagung ini memiliki total kekayaan sekitar Rp 17,8 miliar sesuai LHKPN 2022. Berikut rinciannya:

A. TANAH DAN BANGUNAN
1. Tanah dan Bangunan Seluas 346 m2/150 m2 di TULUNGAGUNG, HASIL SENDIRI Rp 205.950.000

2. Tanah dan Bangunan Seluas 180 m2/150 m2 di SURABAYA, HASIL SENDIRI Rp 1.800.000.000

3. Tanah dan Bangunan Seluas 144 m2/120 m2 di TULUNGAGUNG, HASIL SENDIRI Rp 333.330.000

… (lanjut hingga nomor 21)

B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN
1. MOBIL, TOYOTA VELLFIRE Tahun 2018, HASIL SENDIRI Rp 800.000.000

2. MOBIL, MITSUBISHI PAJERO SPORT Tahun 2018, HASIL SENDIRI Rp 425.000.000

… (lanjut hingga nomor 17)

C. HARTA BERGERAK LAINNYA: Rp 525.000.000

E. KAS DAN SETARA KAS: Rp 41.740.865

Wahyudi

Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *