Kemandirian Finansial Michelle Ashley yang Menarik Perhatian
Di balik kontroversi yang melibatkan Pinkan Mambo, muncul sisi lain dari putrinya, Michelle Ashley, yang justru mencuri simpati banyak orang. Ia dikenal sebagai sosok yang mandiri sejak usia muda, terutama dalam hal finansial.
Michelle Ashley mengungkap bahwa dirinya sudah tidak bergantung secara ekonomi kepada orang tuanya sejak masih sangat muda. Ia bahkan menyebut bahwa ia mulai memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri sejak usia 16 hingga 17 tahun. Pengakuan ini cukup mengejutkan, mengingat usianya yang kini baru menginjak 20 tahun.
“Saya sudah financially independent dari umur 17-an, malah kayaknya dari 16-an deh,” ujar Michelle dalam tayangan YouTube tersebut pada Kamis (9/4/2026). Keputusannya untuk mandiri bukan karena paksaan, melainkan keinginan pribadi. Ia menilai ada kepuasan tersendiri saat mampu menghasilkan uang sendiri. Selain itu, ia juga merasa lebih bebas dalam menentukan pilihan hidupnya.
“Beda rasanya kalau pakai uang sendiri, aku bisa do whatever I want,” katanya. Meski sang ibu masih memiliki perhatian dan niat untuk memberinya uang, Michelle memilih untuk tidak bergantung dan mencari jalannya sendiri. “Mami of course masih peduli, masih mau kasih. Tapi dari aku sendiri pengen cari sendiri,” ungkapnya.
Di tengah situasi hubungan yang tengah merenggang, Michelle tetap menunjukkan sikap tangguh dalam menjalani hidup. Ia mengaku tetap bekerja dan memanfaatkan berbagai peluang, termasuk melalui platform digital seperti siaran langsung di media sosial. Selain itu, ia juga sempat mencoba peruntungan di dunia akting. Meski belum mendapatkan hasil maksimal, Michelle tetap optimistis akan peluang di masa depan.
“Semoga tahun ini ada kesempatan lagi,” ujarnya.
Kemandirian ini juga menjadi salah satu alasan Michelle memilih menjaga jarak dari konflik keluarga. Ia ingin fokus pada dirinya sendiri, baik secara mental maupun finansial. “Aku harus take care of myself juga, bukan cuma mikirin orang lain,” katanya. Di sisi lain, Michelle juga menyinggung bahwa dirinya tidak lagi menjadi beban finansial bagi sang ibu. Hal ini membuatnya semakin yakin untuk berdiri di atas kaki sendiri.
“Aku sudah nggak jadi tanggungan lagi,” ucapnya. Meski demikian, ia tidak menutup kemungkinan untuk memperbaiki hubungan dengan sang ibu di masa mendatang. Michelle mengaku masih menyimpan rasa rindu dan harapan untuk kembali dekat.
“Aku pengen semuanya bisa baik lagi, tapi mungkin belum waktunya,” tuturnya.
Di tengah sorotan publik terhadap Pinkan Mambo, kisah Michelle justru memperlihatkan potret anak muda yang berusaha mandiri di tengah konflik keluarga. Ia memilih untuk tetap melangkah dan membangun kehidupannya sendiri. Kisah ini pun menjadi sisi lain yang jarang terlihat dari polemik yang tengah viral. Bahwa di balik konflik, ada proses pendewasaan yang sedang dijalani seorang anak menuju kemandirian.
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."











