"Melihat Balikpapan Lebih Dekat, Berita Tanpa Jeda"
Daerah  

Konferensi UIA DR3 2026 Ditutup, Pakar Dunia Belajar Ketahanan Bencana di Aceh

Konferensi Internasional tentang Bencana Alam dan Buatan Manusia Resmi Ditutup

Konferensi internasional bertajuk International Conference on Natural & Human Disaster 2026, Rethinking Architecture: Disaster Risk Reduction, Resilience & Recovery (DR3) resmi ditutup di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh. Acara yang berlangsung selama tiga hari ini menjadi ajang pertemuan para ahli dari berbagai belahan dunia untuk membahas isu-isu penting terkait pengurangan risiko bencana, ketahanan, serta pemulihan pasca-bencana.

Tujuan dan Peserta

Konferensi ini diinisiasi oleh Organisasi Arsitek Dunia (UIA) melalui program kerja Natural and Human Disasters. Kegiatan ini bekerja sama dengan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) dan Arcasia Emergency Architects (AEA), serta didukung oleh Kementerian Ekonomi Kreatif RI. Acara ini menarik perhatian para pakar arsitektur dari berbagai negara, termasuk perwakilan dari berbagai organisasi arsitek dunia.

Selama tiga hari, peserta menghadiri seminar, lokakarya, hingga kunjungan lapangan ke lokasi yang pernah dilanda tragedi. Banda Aceh dipilih sebagai tuan rumah karena pengalamannya dalam menghadapi bencana besar, sekaligus menjadi simbol ketangguhan masyarakat dan laboratorium hidup ketahanan bencana.

Hasil dan Rekomendasi

Ketua Penyelenggara DR3 Aceh 2026 sekaligus Ketua Region IV (Asia dan Oceania) UIA Natural and Human Disasters Work Programme, Aimee Roslan, menyampaikan bahwa konferensi ini menjadi ajang solidaritas internasional. Ia menjelaskan bahwa beberapa poin penting telah dideklarasikan dalam rangkaian konferensi, seperti pengurangan risiko, ketahanan, dan pemulihan pasca-bencana.

“Hasil dan rekomendasi dari konferensi internasional ini akan dibawa ke UIA untuk dikembangkan nantinya,” ujar Aimee.

Ia juga mengapresiasi semangat tim dan dukungan masyarakat Aceh dalam mempersiapkan acara ini. “Keberanian orang-orang Aceh luar biasa. Mereka tetap tersenyum dan hidup seolah tidak ada apa-apa yang terjadi. Dari sini saya belajar bahwa pemulihan bukanlah akhir penyelamatan, melainkan awal dari tanggung jawab baru,” tambahnya.

Partisipasi Global

Aimee juga menyampaikan kekagumannya terhadap masyarakat Aceh, yang begitu antusias menyambut para pakar baik nasional maupun internasional. Ia menjelaskan bahwa banyak tokoh dari Afrika dan berbagai negara lain yang melakukan kajian akademik tentang Aceh, tetapi tidak pernah datang langsung ke sini.

“Dengan adanya acara ini, menggerakkan hati mereka untuk datang pertama kalinya, walau sudah puluhan tahun mengetahui tentang Aceh,” ungkapnya.

Co-Director UIA Natural & Human Disasters Work Programme, Yolanda David-Reyes, turut memberikan apresiasi kepada seluruh peserta. “Terima kasih telah menjadi bagian dari konferensi ini. Mari kita tepuk tangan untuk semua pihak yang hadir dan mendukung, kehadiran Anda adalah bukti nyata komitmen terhadap ketahanan dan pemulihan,” tutupnya.

Penutupan Konferensi

Kegiatan penutupan diakhiri dengan penandatangan deklarasi oleh beberapa perwakilan, termasuk:

  • Ketua Penyelenggara DR3 Aceh 2026 sekaligus Ketua Region IV (Asia dan Oceania) UIA Natural and Human Disasters Work Programme Aimee Roslan
  • Wakil Ketua Penyelenggara DR3 Aceh 2026 dan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Aceh International Affairs Fitriyani Insanuri Qismullah
  • Co-Director UIA Natural & Human Disasters Work Programme Yolanda David-Reyes
  • Perwakilan Arcasia Emergency Architects Tony Wong
  • Ketua Region V UIA Natural and Human Disasters Work Programme Batshetsi Kgamane
  • Ketua IAI Aceh Said Husain


admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *