"Melihat Balikpapan Lebih Dekat, Berita Tanpa Jeda"
Hukum  

Warisan Mpok Alpa Dibagi, Nasib Sherly dan Raffi-Raffa Terungkap

Pembagian Harta Warisan Mpok Alpa Terungkap

Pembagian harta warisan dari almarhumah Mpok Alpa akhirnya terungkap. Aji Darmaji, suami mendiang, mengungkapkan bagian yang akan diterima oleh anak tirinya, Sherly, serta Raffi Ahmad dan Raffa Ahmad.

Pengadilan Agama (PA) Jakarta Selatan telah memutuskan penetapan perwalian ahli waris yang diajukan oleh Aji Darmaji. Ia ditetapkan sebagai wali sah bagi ketiga anaknya yang masih di bawah umur, yaitu Al Fatih serta si kembar Raffi Ahmad Darmadina dan Raffa Ahmad Darmadina.

Sementara itu, putri sulung Mpok Alpa, Sherly, tidak masuk dalam penetapan perwalian karena usianya yang sudah dewasa. Meskipun demikian, ia tetap tercatat sebagai salah satu ahli waris.

Aji Darmaji menjelaskan bahwa harta warisan tersebut akan dibagi rata untuk empat anak. Ia memilih menggunakan sistem hukum adat dalam pembagian warisan ini.

“Jadi itu enggak ada yang dibagi ya, sama-sama gitu anak-anak nih sama-sama,” kata pria yang menikahi Mpok Alpa pada 2018 ini, dikutip dari YouTube Reyben Entertainment, Selasa (10/2/2026).

“Saya ini sistemnya hukum adat, semuanya rata kayak gitu kan. Semuanya rata, si kakak, Fatih, si kembar,” sambungnya.

Di samping itu, Aji Darmaji menegaskan tak sedikitpun berniat menguasai harta warisan wanita bernama asli Nina Carolina tersebut.

“Kita cuma nyelamatin haknya anak-anak aja gitu. Enggak ada sedikitpun unsur apa-apa kayak gitu,” ujar Aji Darmaji.

“Toh enggak ada juga yang kita geser kok,” lanjutnya.

Aji Darmaji pun memutuskan membagi rata warisan Mpok Alpa demi mencegah konflik atau kecemburuan sosial di antara anak-anaknya di masa depan.

“Jadi saya tuh didik anak-anak nih maksudnya biar akur sampai kakek nenek tuh akur kayak gitu kan, saudara-saudara akur,” ungkapnya.

Keluarga Mpok Alpa Kaget

Sejak Mpok Alpa meninggal pada Jumat (15/8/2025), Idung kini bertanggung jawab penuh mengurus anak-anaknya seorang diri. Mengenai langkah Idung minta penetapan perwalian anak, keluarga dari Mpok Alpa justru kaget.

Perwakilan keluarga Mpok Alpa, Mpok Banong, pun mengaku tak diberitahu langkah Aji Darmaji tersebut.

“Bang Aji nggak konfirmasi mpok, nggak ngomong mpok,” kata Mpok Banong, dikutip dari YouTube Rasis Infotainment, Rabu (17/9/2025).

“Mpok tahunya dari video,” sambungnya.

Ia juga menilai Aji Darmaji telah membawa-bawa keluarga perempuan kelahiran Jakarta, 12 Maret 1987 itu.

“Bukan kaget lagi, jadi gini mpok ini kan keluarganya Mpok Alpa.”

“Kalau dia udah ngutarain kayak gitu berarti dia bawa-bawa keluarganya Mpok Alpa,” bebernya.

Bahkan, Mpok Banong menyebut Aji Darmaji telah membohongi publik. Pasalnya, menurutnya, Idung sempat bilang sudah berdiskusi dengan keluarga Mpok Alpa.

“Berarti kan dia membohongi publik, membohongi kan. Sedangkan dia belum ngomong sama Mpok Banong,” ujar Mpok Banong.

“Di situ dia bilangnya udah ngerembukin sama keluarganya Mpok Alpa.”

“Makanya mpok klarifikasi kalau Bang Aji itu nggak pernah ngomong masalah bikin surat pengasuhan anak,” lanjutnya.

Alasan Aji Darmaji Minta Penetapan Wali atas Anak

Kedatangan Aji Darmaji ke PA Jakarta Selatan lantaran ingin meminta hak perwalian untuk keempat anaknya. Yakni Sherly, Al Fatih serta bayi kembar; Raffi Ahmad dan Raffa Ahmad.

Didampingi kuasa hukumnya, Zaki R. Mosabasa, Aji ingin melakukan penetapan sebagai wali sah untuk anak-anaknya yang masih di bawah umur.

Meskipun Aji sudah berstatus sah sebagai ayah kandung, namun baginya perlu ada penetapan hukum atas status perwalian tersebut.

“Ini permohonan penetapan perwalian karena anak-anak masih di bawah umur. Memang hak asuh untuk merawat secara otomatis jatuh ke ayah kandungnya tapi dibutuhkan penetapan perwalian untuk pemberkasan nanti,” jelas Zaki, dikutip dari YouTube Intens Investigasi, Selasa (16/9/2025).

Alasan penetapan perwalian tersebut, guna mempermudah Aji dalam mengurus berbagai dokumen administratif untuk anak. Terlebih, Aji mengatakan ingin menyekolahkan anaknya sampai luar negeri.

“Misalkan untuk masuk sekolah karena anak-anak tidak bisa tanda tangan, belum cakap umurlah. Makanya Bang Aji sebagai ayah kandung meminta penetapan tersebut.”

“Bang Aji ingin menyekolahkan anaknya ke luar negeri,” lanjutnya.

Pria yang dulunya kerja sebagai manajer Mpok Alpa itu, juga menegaskan tidak ada kaitan antara penetapan perwalian yang diajukannya dengan dugaan konflik warisan. Pihaknya membantah isu yang beredar luas terkait hal itu.

“Nggak ada konflik (warisan), kita urus administrasi aja. Biar lebih aman,” tukas Aji.

Kini jadi orang tua tunggal untuk empat anak, Aji menegaskan tidak akan mengungkit soal warisan mendiang istrinya. Ia berucap akan menyerahkan semua peninggalan almarhumah Mpok Alpa untuk anaknya.

“Nggak ada hal-hal kayak gitu, semua yang kita miliki dari nol sama almarhum itu semuanya buat anak-anak.”

“Ke anak-anak (diwariskan). Nggak ada benturan warisan,” tegas Aji lagi.

Sempat Menghilang

Sempat menghilang tanpa kabar, kondisi Sherly saat sidang ahli waris Mpok Alpa terekam. Sherly putri sulung mendiang komedian Mpok Alpa mengikuti sidang ahli waris di Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Kamis (8/1/2026).

Ia hadir tak lama setelah ayah sambungnya yakni Aji Darmaji tiba lebih dulu di Pengadilan. Sherly nampak hadir mengenakan kemeja coklat dan wajahnya ditutup masker.

Mengahdiri sidang setelah sebelumnya absen saat menghilang tanpa kabar, Sherly terekam tak banyak bicara saat ditanya awak media. Meski begitu, Sherly sempat mengabarkan bahwa Ia dalam kondisi yang baik-baik.

“Baik-baik,” beber Sherly singkat, dikutip dari Tribunnews.com, Jumat (9/1/2026).

Kepulangan Sherly menghilangkan kekhawatiran yang sempat dirasakan Aji Darmaji. “Tiga hari lebih, mau sembilan harian (tanpa kabar). Khawatir, tapi kan sudah mulai chat, pas di chat itu saya tenang,” ujar Aji.

Aji menjelaskan, kekhawatirannya mulai mereda setelah komunikasi dengan Sherly kembali terjalin. Ia bersyukur Sherly tidak mengalami persoalan serius ketika pergi dari rumah tanpa sepengetahuannya.

“Artinya bukan masalah ini. Namanya sudah agak dewasa ya anaknya, mungkin punya teman atau apa,” sambung Aji.

Kuasa Aji Darmaji, Zaki Ramdani, menyampaikan bahwa ketidakhadiran Sherly sebelumnya karena sedang berada di tempat temannya. Sherly juga mengikuti aktivitas perkuliahan.

“Sherly kemarin ada di tempat temannya. Ada juga urusan belajar karena masih ngampus (kuliah),” jelas Zaki.

Zaki menambahkan, pihaknya juga telah memberikan pemahaman secara rinci kepada Sherly terkait proses hukum penetapan ahli waris agar tidak terpengaruh asumsi atau isu yang berkembang di luar.

“Kita jelaskan secara rinci supaya dia mengerti. Alhamdulillah sekarang dia sudah paham,” ujarnya.

Pihak keluarga menegaskan tidak ada konflik internal dan seluruh proses sidang penetapan ahli waris berjalan aman dan terkendali.

“Tidak ada hal-hal yang bersifat ribut atau merugikan. Aman semuanya,” pungkas Aji Darmaji.

Sebagai informasi, sidang penetapan ahli waris adalah proses hukum di pengadilan agama untuk menetapkan secara resmi siapa saja ahli waris sah dari seseorang yang meninggal. Tujuan dari sidang tersebut agar di kemudian hari tidak ada sengketa atau perselisihan perihal warisan.

Faiqa Amalia

Jurnalis yang fokus pada isu pendidikan, karier, dan pengembangan diri. Ia suka membaca buku motivasi, mengikuti seminar online, dan menulis rangkuman belajar. Hobinya adalah minum teh sambil menenangkan pikiran. Motto: “Pengetahuan harus dibagikan, bukan disimpan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *