Antusiasme Warga Menghadiri Pasang Murah di Pelaihari
Pagi yang diguyur gerimis tidak menghalangi ratusan warga untuk datang ke Ruang Terbuka Hijau (RTH) Brigjen H Hasan Basri, Pelaihari, pada hari Minggu (8/3/2026). Mereka berdesak-desakan demi mendapatkan paket sembako murah yang disediakan di lokasi tersebut. Meskipun ramai, semua warga tetap tertib dan masuk secara bergantian.
Di antara kerumunan itu, wajah haru terpancar dari Mukbah, seorang ibu rumah tangga yang tinggal di kawasan Pasar Hewan, Saranghalang, Pelaihari. Perempuan dari kalangan warga kecil ini mengaku sangat terbantu dengan adanya pasar murah tersebut.
“Alhamdulillah dapat sembako sangat murah. Cuma Rp 50 ribu sudah dapat macam-macam, seperti beras 5 liter, minyak goreng, gula, dan tepung,” ujarnya dengan nada syukur.
Mukbah menjelaskan bahwa jika membeli di pasar umum, harga paket sembako tersebut bisa dua kali lipat lebih mahal. Ia mencontohkan harga beras 5 liter saja di pasaran berkisar antara Rp 55 ribu hingga Rp 70 ribu.
“Kalau di luar mahal. Di sini jauh lebih murah, jadi sangat membantu kami,” katanya.
Senada diutarakan Asliah, warga Gagas ini mengaku senang karena dapat bagian sembako murah itu. “Murah banget, selisihnya puluhan ribu,” sebutnya.
Ia mengatakan pasar murah tersebut sangat membantu warga kecil seperti dirinya. “Terimakasih Pak H Endang yang sudah menyediakan sembako murah,” tambahnya.
Sebagai informasi, pasar murah itu dihadirkan oleh H Endang Agustina, anggota DPR RI yang berasal dari Tala. Ia juga turut hadir di lokasi dan sempat melayani langsung warga yang berbelanja.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi hari. Warga berdatangan dari berbagai penjuru Pelaihari untuk memanfaatkan pasar murah tersebut. Bahkan, gerimis yang sempat turun tidak membuat mereka beranjak dari antrean.
Di sepanjang Jalan Gembira, kendaraan roda dua milik warga tampak memenuhi bahu jalan. Mereka berduyun-duyun menuju lokasi kegiatan demi mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
H Endang mengatakan kegiatan pasar murah tersebut merupakan bentuk kepedulian kepada masyarakat, khususnya menjelang Hari Raya Idulfitri.
“Ini bukti bahwa kami hadir bersama rakyat. Kita menyadari setiap menjelang Lebaran kebutuhan masyarakat meningkat, sementara tidak semua masyarakat mampu mencukupi kebutuhan itu,” ujarnya.
Karena itu, pihaknya berupaya membantu masyarakat yang kurang mampu dengan menyediakan sembako murah melalui pasar murah.
“Semoga ini bisa membantu masyarakat dan mengurangi beban mereka,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, panitia menyiapkan dua jenis paket sembako. Sebanyak 1.000 paket khusus untuk masyarakat kurang mampu, seperti buruh cuci mobil, penyapu jalan, janda tanpa pekerjaan, anak yatim, dan kelompok rentan lainnya. Paket tersebut hanya ditebus Rp 50 ribu, padahal nilai sebenarnya sekitar Rp 120 ribu, sehingga ada subsidi sekitar Rp70 ribu per paket.
Isi paket antara lain beras 5 liter, minyak goreng 2 liter, gula 2 kilogram, serta tepung terigu.
Selain itu, panitia juga menyediakan setidaknya 1.000 paket sembako untuk penjualan bebas dengan harga murah. Komoditas yang disiapkan antara lain beras 5 ton, telur 1 ton, gula 2 ton, dan tepung terigu.
Harga yang ditawarkan jauh lebih rendah dibanding harga pasar, seperti beras Rp 40 ribu per 5 liter (pasar Rp 55 ribu), telur Rp 20 ribu per kilogram (pasar Rp 30 ribu). Lalu, minyak goreng 2 liter Rp 25 ribu (pasar Rp 38 ribu), gula Rp 10 ribu per kilogram (pasar Rp 17 ribu). Juga ada tepung terigu yang juga dilepas cukup murah.
Bagi warga kecil seperti Mukbah, pasar murah itu bukan sekadar tempat belanja, tetapi juga harapan agar kebutuhan dapur tetap terpenuhi di tengah harga bahan pokok yang terus merangkak naik menjelang lebaran.











