Penyaluran Bantuan Langsung Pangan di Gorontalo Diterima Positif oleh Masyarakat
Pemerintah Provinsi Gorontalo telah memfokuskan bantuan langsung pangan tahun ini khusus untuk lansia dan penyandang disabilitas. Tujuannya adalah agar bantuan tersebut benar-benar menyentuh kelompok yang paling membutuhkan. Hal ini dilakukan guna memastikan bahwa setiap paket bantuan yang diberikan dapat membantu masyarakat dalam menghadapi kenaikan harga pangan, terutama selama bulan Ramadan dan persiapan Idulfitri.
Bantuan yang diberikan berupa paket senilai Rp 252.000, yang mencakup beras sebanyak 10 kilogram, telur 10 butir, dua liter minyak goreng, serta satu kilogram gula pasir. Semua komponen dalam paket ini merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting bagi masyarakat. Wakil Gubernur Idah Syahidah menegaskan bahwa bantuan tersebut dilarang keras untuk dijual kembali, agar fungsi bantuan tetap terjaga dengan baik.
Penyaluran Bantuan Langsung Pangan Pemerintah Provinsi Gorontalo (BLP3G) mendapat respon positif dari masyarakat. Bukan sekadar rutinitas birokrasi, bantuan ini hadir sebagai oase di tengah teriknya siang bulan Ramadan. Raut wajah bahagia terpancar jelas dari warga Kabupaten Gorontalo saat mereka menerima paket bantuan pangan tersebut. Mereka merasa diperhatikan oleh pemerintah daerah di saat harga-harga kebutuhan pokok cenderung mengalami kenaikan.
Bagi para penerima, bantuan ini bukan hanya sekadar beras atau telur, melainkan simbol kepedulian. Rasa syukur yang mendalam terus mengalir dari bibir warga yang sejak pagi sudah berkumpul di titik-titik penyaluran. Sementara itu, Deni Datau, warga Desa Bunggalo, Kecamatan Telaga Jaya, Kabupaten Gorontalo, menuturkan bahwa BLP3G adalah berkah yang luar biasa bagi keluarganya. Ia tidak menyangka namanya masuk dalam daftar pendek penerima manfaat tahun ini.
Menurut pandangan Deni, bantuan pangan seperti ini memang sangat dinantikan oleh masyarakat dengan kondisi ekonomi lemah. Terlebih lagi, penyaluran dilakukan tepat di pertengahan bulan Ramadan, saat stok pangan di rumah mulai menipis. Ia merasa pemerintah daerah cukup peka dengan kondisi di lapangan saat ini. “Ini paling penting sekali dan sangat dibutuhkan oleh kami di sini,” katanya singkat sambil memegangi paket bantuan yang baru saja diterimanya.
Selain Deni, bantuan juga dirasakan manfaatnya oleh Yaser Atamini, seorang lansia yang dengan semangat hadir di lokasi penyaluran meski usianya tidak lagi muda. Bagi Yaser, bantuan tersebut memiliki arti yang sangat besar bagi kelangsungan hidup keluarganya. Sebagai lansia, aksesnya untuk mencari nafkah tentu sudah tidak sekuat dahulu. Ia juga sempat memeriksa isi paket tersebut dan memberikan penilaian yang positif. Ia memuji langkah pemerintah yang memberikan bahan pangan dengan kualitas yang baik dan layak konsumsi.
Harapan besar pun ia gantungkan kepada Pemerintah Provinsi Gorontalo. Ia sangat berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara rutin, tidak hanya saat momen tertentu saja. Selama proses penyaluran, Yaser dan warga lainnya juga menyimak dengan seksama arahan dari Wakil Gubernur Gorontalo. Ada pesan penting yang ditekankan oleh sang pimpinan daerah tersebut. Wakil Gubernur meminta agar bantuan yang telah diberikan tidak dijual kembali kepada pihak lain demi mendapatkan uang tunai. Pesan ini ditujukan agar fungsi bantuan pangan tetap terjaga.
Sebelumnya, Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah, memang turun langsung untuk memastikan proses distribusi berjalan lancar. Ia berkeliling ke beberapa titik di Kabupaten Gorontalo pada Kamis (5/3/2026). Di tengah suasana Ramadan yang penuh berkah, Idah ingin memastikan bahwa bantuan tersebut benar-benar menyentuh lapisan masyarakat yang paling bawah. Ia tidak ingin ada bantuan yang salah sasaran.
Tahun ini, Idah menegaskan adanya perubahan fokus penerima. Prioritas utama diberikan kepada para lansia dan penyandang disabilitas yang seringkali terlewatkan dalam pendataan. Ia juga memaparkan bahwa terdapat perbedaan karakteristik penerima di tiap kecamatan. Hal ini menuntut fleksibilitas dalam proses pendataan dan distribusi di lapangan. Saat berkunjung ke Kabupaten Pohuwato beberapa waktu lalu, ia mencatat tidak ditemukan penerima dari kalangan disabilitas. Namun, situasi berbeda ditemukan saat ia bergeser ke wilayah lain.
Reflin Buata, Kepala Dinas Sosial dan Dukcapil Provinsi Gorontalo, menambahkan bahwa program ini adalah bentuk komitmen kepemimpinan Gubernur Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah. Seluruh anggaran telah dipastikan tersedia melalui APBD Provinsi Gorontalo demi kesejahteraan warga.











