Peningkatan Pengunjung di Makam Bung Karno Selama Libur Lebaran 2026
Selama libur Lebaran 2026, kawasan wisata sejarah Makam Bung Karno di Kota Blitar mengalami peningkatan jumlah pengunjung yang signifikan. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Blitar mencatat bahwa selama masa libur Lebaran, jumlah pengunjung di lokasi tersebut mencapai 8.244 orang.
Angka ini menunjukkan peningkatan yang sangat tajam dibandingkan jumlah pengunjung pada libur Lebaran 2025, yang hanya mencapai sekitar 1.119 orang. Plt Kepala Disbudpar Kota Blitar, Rike Rochmawati, menyampaikan bahwa peningkatan jumlah pengunjung terjadi karena adanya masa libur sekolah yang lebih panjang selama momen Lebaran 2026. Selain itu, kebijakan work from anywhere (WFA) dari pemerintah pusat juga turut berkontribusi dalam meningkatkan minat masyarakat untuk berkunjung ke tempat-tempat wisata.
Puncak kunjungan di Makam Bung Karno terjadi pada H+5 dan H+6 Lebaran. Mayoritas pengunjung berasal dari Jawa Timur, dengan pengunjung luar Jawa Timur terbanyak datang dari wilayah Tangerang, Serang, dan Banten.
Penurunan Kunjungan Wisata di Kabupaten Blitar
Sebaliknya, jumlah kunjungan wisata di wilayah Kabupaten Blitar selama libur Lebaran 2026 justru mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Data dari Disbudpar Kabupaten Blitar menunjukkan bahwa lima tempat wisata favorit mengalami penurunan jumlah pengunjung sebesar 3,1 persen dibandingkan libur Lebaran 2025.
Lima tempat wisata dengan jumlah pengunjung terbanyak selama libur Lebaran 2026 adalah:
- Kampung Coklat: 9.897 pengunjung
- Pantai Serang: 4.633 pengunjung
- Sumur Amber: 2.931 pengunjung
- Blitar Park: 4.236 pengunjung
- Candi Penataran: 1.879 pengunjung
Total jumlah pengunjung di lima tempat wisata tersebut mencapai 25.602 orang. Angka ini turun dari total 26.420 pengunjung pada libur Lebaran 2025.
Kabid Pemasaran Disbudpar Kabupaten Blitar, Yanti, menjelaskan bahwa penurunan jumlah pengunjung disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah cuti bersama yang tidak sepanjang tahun lalu. Selain itu, daya beli masyarakat juga mengalami penurunan. Ia menambahkan bahwa kebijakan WFA untuk pegawai tidak semua daerah menerapkannya, sehingga dampaknya belum terasa secara signifikan terhadap kunjungan wisata di Kabupaten Blitar.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perubahan Kunjungan Wisata
Beberapa faktor utama yang memengaruhi perubahan jumlah pengunjung wisata di Blitar antara lain:
- Durasi Cuti Bersama: Masa libur yang lebih pendek dibandingkan tahun sebelumnya menyebabkan pengurangan waktu yang tersedia bagi masyarakat untuk berkunjung ke tempat wisata.
- Daya Beli Masyarakat: Penurunan daya beli masyarakat dapat memengaruhi keinginan untuk melakukan perjalanan atau menghabiskan waktu di tempat wisata.
- Kebijakan Work From Anywhere (WFA): Meskipun kebijakan ini diberlakukan, tidak semua daerah menerapkannya, sehingga dampaknya tidak merata.
Rekomendasi untuk Meningkatkan Minat Wisata
Untuk meningkatkan minat masyarakat dalam berkunjung ke tempat wisata, Disbudpar Kota Blitar dan Kabupaten Blitar dapat melakukan beberapa langkah strategis:
- Menyusun program promosi wisata yang lebih menarik dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
- Meningkatkan fasilitas dan layanan di kawasan wisata agar pengunjung merasa nyaman dan puas.
- Melibatkan komunitas lokal dalam kegiatan pariwisata untuk memperkuat ikatan budaya dan tradisi.
- Mengoptimalkan penggunaan media sosial sebagai sarana promosi dan informasi tentang destinasi wisata.
Dengan strategi yang tepat, diharapkan dapat meningkatkan jumlah pengunjung wisata di Blitar, baik di kawasan kota maupun kabupaten.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”











