Firdaus Oiwobo Mengungkap Kerugian Finansial dan Sindiran Terhadap Hotman Paris
Firdaus Oiwobo, seorang pengacara yang kini sedang menghadapi masalah hukum, akhirnya membuka suara tentang nasibnya setelah izin advokatnya dibekukan oleh Mahkamah Agung. Ia tidak hanya mengeluhkan reputasinya yang tercoreng, tetapi juga kerugian finansial yang sangat besar.
Dalam sebuah konferensi pers, Firdaus menyatakan bahwa selama delapan bulan terakhir, ia kehilangan pendapatan tetap dari perusahaan-perusahaan yang menjadi kliennya. “Saya setiap bulannya mendapat pendapatan sebesar Rp 320 juta dari perusahaan-perusahaan itu,” ujarnya di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, pada Selasa (11/11/2025). “Tapi sekarang sudah stop semua selama 8 bulan. Jadi 320 juta dikali 8 bulan, dikalikan saja.”
Kerugian ini menunjukkan betapa besar dampak dari pembekuan izin praktiknya sebagai advokat. Firdaus mengungkapkan bahwa penurunan pendapatan ini bukan hanya sekadar angka, tetapi juga berdampak pada keseluruhan hidupnya. Ia merasa bahwa kesuksesannya dalam dunia hukum telah membuat beberapa pihak merasa iri dan terancam.
Dugaan Keterlibatan Pihak Lain
Firdaus bahkan secara spesifik menyebut nama Hotman Paris Hutapea sebagai salah satu figur yang mungkin merasa terancam oleh kesuksesannya. “Itu kayaknya ngiri gitu, ngiri dengan kesuksesan saya dan takut disaingi mungkin,” ujarnya. Ia berandai-andai bahwa jika dirinya terus sukses dan membeli mobil mewah seperti Lamborghini, hal itu bisa dianggap sebagai ancaman bagi dominasi pengacara papan atas seperti Hotman Paris.
“Karena takutnya saya beli Lamborghini menyaingi Hotman Paris ya kan. Akhirnya saya buru-buru dibekukan,” celetuknya. Meskipun mengucapkan hal tersebut dengan nada bercanda, Firdaus tampaknya percaya bahwa ada faktor pribadi di balik sanksi yang diterimanya.
Ia juga menuding bahwa sanksi ini bukanlah murni persoalan hukum, melainkan ada unsur dendam pribadi dan konspirasi untuk menjatuhkan kariernya. “Dendam sekelompok orang di bidang hukum, ya kan. Dendam sekelompok orang ini yang mungkin ngiri atas kepintaran saya dan kesuksesan saya. Jadi akhirnya berkelompok mereka untuk menjatuhkan saya itu,” pungkasnya.
Sindiran Tajam kepada Hotman Paris
Firdaus Oiwobo juga memberikan sindiran tajam kepada Hotman Paris. Ia menyebut bahwa kemampuan hukum Hotman jauh di bawah dirinya. Perseteruan antara dua pengacara ini masih bergulir, terutama terkait kisruh keributan saat sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Utara beberapa waktu lalu.
Dalam pernyataannya, Firdaus terang-terangan mengejek dan menantang Hotman Paris usai muncul klaim adanya dua tersangka dari kasus sidang tersebut. Firdaus menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar. Menurutnya, berdasarkan informasi resmi yang diterimanya dari penyidik Bareskrim Polri, hingga kini belum ada satu pun pihak yang ditetapkan sebagai tersangka.
“Saya kasihan sama Hotman. Dia nggak bisa menjarain Razman, terus berita hoaxnya disebar ke mana-mana. Dia sudah kalah mutlak. 7-0 sama saya,” kata Firdaus Oiwobo di Mabes Polri, Jakarta, Senin (6/10/2025).
Firdaus kemudian menyindir gaya Hotman yang kerap tampil heboh dan penuh sensasi di publik. Ia meminta Hotman berhenti melakukan aksi yang dianggap tidak relevan dengan kasus hukum yang sedang berjalan.
“Kau nggak usah berpolitik, ya. Kau nggak usah main sabun, nggak usah siram-siram pakai Aqua segala. Orang-orang kasihan, lo tuh nggak ada apa-apanya Hotman,” ujarnya dengan nada tegas.
Permintaan untuk Adu Kecepatan Hukum
Firdaus juga menantang Hotman Paris untuk adu kecerdasan dan kemampuan hukum di forum terbuka. Ia bahkan menyebut Hotman hanya unggul dalam hal kekayaan, bukan kepintaran. “Kau cuma beruntung saja Tuhan kasih kau Lamborghini sama berlian. Kalau otak menangan saya. Kalau skill di hukum mohon maaf nggak usah lawan senior saya,” tegas Firdaus.
Adapun kedatangan Firdaus ke Mabes Polri juga didampingi kuasa hukumnya, Deolipa Yumara. Mereka meluruskan kabar yang dianggap menyesatkan soal adanya penetapan tersangka dalam kasus tersebut.
“Setelah kami berkoordinasi dengan penyidik, memang belum ada penetapan tersangka. Jadi belum ada tersangka dari laporan itu,” jelas Deolipa Yumara. Deolipa pun mempertanyakan dasar pernyataan Hotman Paris. Terlebih Hotman tidak memiliki kewenangan dalam proses penyelidikan di Bareskrim.
“Kaget saja, tiba-tiba ada orang dari luar yang bukan Bareskrim menyatakan dua orang jadi tersangka, begitu. Itu nggak lazim,” tandasnya.











