Pemantauan Wilayah Pesisir Bangka Selatan untuk Antisipasi Banjir Rob
Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, terus memantau kondisi wilayah pesisir guna mencegah potensi banjir rob. Hingga saat ini, belum ada satupun wilayah di pesisir yang terdampak banjir rob meskipun pasang air laut pada awal Desember 2025 diketahui meningkat di beberapa daerah. Momentum puncak tertinggi pasang air laut diprediksi terjadi pekan ini.
Kepala Bidang Penanggulangan Bencana dan Kebakaran, Satuan Polisi Pamong Praja dan Damkar Kabupaten Bangka Selatan, Ardiansyah menjelaskan bahwa hingga kini tim di lapangan tidak menemukan adanya genangan air laut yang masuk ke permukiman. Sejumlah tim telah diturunkan untuk melakukan pengecekan di sejumlah titik rawan banjir rob. Semua wilayah masih aman dari bencana banjir rob.
“Sampai hari ini belum ada wilayah di Kabupaten Bangka Selatan yang terdampak banjir rob. Kami sudah melakukan pengecekan di sejumlah wilayah,” ujar Ardiansyah.
Wilayah Rawan Banjir Rob
Dari tujuh kecamatan yang ada, terdapat beberapa wilayah yang rawan mengalami banjir maupun banjir rob akibat pasang air laut. Di Kecamatan Toboali, wilayah Kelurahan Toboali dan Desa Keposang rawan terjadi banjir. Sementara wilayah rawan banjir rob ada di Kelurahan Toboali dan Kelurahan Tanjung Ketapang. Di Kecamatan Tukak Sadai, terdapat Desa Tukak dan Desa Sadai.
Di Kecamatan Lepar, ada Desa Tanjung Labu dan Desa Tanjung Sangkar. Sementara di Kecamatan Kepulauan Pongok, terdapat Desa Celagen. Di Kecamatan Airgegas, Desa Bencah dan Desa Payung menjadi wilayah rawan banjir. Di Kecamatan Payung, wilayah tersebut rawan terjadi banjir ketika hujan lebat. Di Kecamatan Simpang Rimba, terdapat Desa Sebagin yang rawan banjir dan Desa Rajik yang rawan banjir rob. Untuk Kecamatan Pulau Besar, dipastikan aman dari potensi banjir dan banjir rob.
Potensi Abrasi dan Bencana Hidrometeorologi
Selain itu, terdapat delapan wilayah rentan terjadi abrasi ketika pasang tinggi air laut. Mulai dari Kelurahan Tanjung Ketapang, Kelurahan Toboali, Desa Sadai dan Desa Pasir Putih. Dilanjutkan dengan Desa Tanjung Sangkar, Desa Celagen, Desa Permis dan Desa Rajik. Selain itu, ada 12 wilayah dianggap rawan terjadi bencana hidrometeorologi berupa angin puting beliung.
Wilayah-wilayah tersebut antara lain: Desa Kaposang, Desa Rias, Desa Gadung dan Desa Nyelanding. Lalu, Desa Air Bara, Desa Bencah, Desa Batu Betumpang dan Desa Fajar Indah. Kemudian, Desa Panca Tunggal, Desa Suka Jaya, Desa Sumber Jaya Permai serta Desa Simpang Rimba. Untuk mengantisipasi bencana hidrometeorologi, pihaknya telah menginstruksikan tim untuk melakukan pengecekan rutin. Selain memantau permukaan air laut, petugas juga mencatat kondisi angin, cuaca, serta laporan dari para nelayan yang sering kali menjadi pihak pertama yang merasakan perubahan di laut.
Kewaspadaan Masyarakat
Walaupun dalam keadaan aman, Ardiansyah tidak menampik bahwa beberapa wilayah pesisir memiliki kerentanan tinggi terhadap banjir rob. Khususnya kawasan permukiman yang berada di bibir pantai. Ia menyebutkan sedikitnya empat titik yang menjadi fokus pemantauan. Mulai pesisir Toboali bagian timur, kawasan Pesisir Sadai, Pantai Nek Aji, serta beberapa titik di Pulau Lepar.
Titik-titik tersebut bukan berarti saat ini terkena rob, tapi masuk zona siaga karena struktur tanah rendah dan dekat pantai. Ketika pasang tinggi ekstrem terjadi, daerah inilah yang pertama kali perlu diwaspadai. Dirinya menekankan bahwa status belum terjadi rob bukan berarti masyarakat boleh lengah. Pihaknya ingin masyarakat tetap waspada, terutama pada keluarga yang tinggal tepat di pinggir laut.
Edukasi dan Persiapan Warga
Dirinya memastikan pihaknya telah melakukan edukasi kepada warga pesisir. Langkah ini penting agar masyarakat tidak hanya bergantung pada informasi pemerintah, tetapi juga memahami tanda-tanda alam. Ia meminta masyarakat untuk menjaga kebersihan parit dan drainase di permukiman pesisir. Sampah yang menumpuk dapat memperparah genangan ketika rob terjadi.
“Kami mengimbau warga untuk mengenali perubahan ombak dan angin. Jika air laut mulai naik ke batas yang tidak biasa, laporkan segera,” pungkas Ardiansyah.











