"Melihat Balikpapan Lebih Dekat, Berita Tanpa Jeda"
Daerah  

Kemarin Dikatakan Tak Gentar, Warga: Haji Sahar Mulai Perbaiki Proyek Rp3 M di Maros

Proyek Drainase dan Jalan Beton di Maros Mulai Diperbaiki Setelah Protes Warga

Paket proyek drainase dan jalan beton di Dusun Kantisang, Desa Bantomanurung, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, akhirnya mulai diperbaiki setelah mendapat protes dari warga setempat. Kontraktor pelaksana yang sebelumnya sempat disorot oleh masyarakat kini mulai bertindak setelah kondisi proyek viral di media sosial.

Meski demikian, warga masih mengawasi pengerjaan dari kejauhan karena merasa khawatir akan mendapat intimidasi. Salah satu warga yang menjadi narasumber menyebut dirinya mulai dicari-cari oleh pihak tertentu.

“Dicari-cari-ma ini,” ujar Nasir kepada sumber lokal, Senin (26/1/2026). Ia menjelaskan bahwa setelah adanya sorotan publik, kontraktor yang sebelumnya terkesan pasif akhirnya mulai memperbaiki sejumlah kerusakan di lokasi proyek.

Lokasi proyek berada di kawasan perbukitan dengan kontur jalan menurun dan dikelilingi vegetasi hutan serta kebun warga. Kondisi alam tersebut membuat wilayah ini rawan longsor kecil dan guguran batu, terutama saat musim hujan.

Pantauan di lapangan menunjukkan tumpukan batu berukuran besar dan sedang berserakan di badan jalan beton. Sebagian material bahkan menutup jalur kendaraan dan berpotensi membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua.

“Batu pondasi juga sudah ada di jalanan,” lanjut Nasir. Di sejumlah titik, tampak saluran drainase beton yang baru selesai dicor, namun permukaannya masih kasar dengan bekas adukan semen yang belum dirapikan. Pada sisi drainase terlihat lapisan batu dan tanah yang belum diperkuat dengan pasangan batu atau struktur penahan yang memadai.

Selain itu, besi tulangan (anker) yang mencuat di tepi jalan beton masih terlihat, menandakan pekerjaan struktur belum sepenuhnya dituntaskan. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap keselamatan warga jika tidak segera ditangani.

Secara visual, kualitas pekerjaan dinilai belum sepenuhnya rampung, sementara material sisa proyek masih berada di badan jalan dan sekitar drainase. Kondisi kerusakan dan material berserakan ini sempat diprotes warga karena dianggap asal-asalan.

Warga menyebut proyek tersebut dikerjakan kontraktor bernama Haji Sahar. Proyek bernilai Rp3 miliar itu disebut sudah rusak meski belum genap satu bulan diresmikan. Ironisnya, sorotan warga sempat tidak direspons serius.

Warga menilai kontraktor terkesan tidak gentar meski proyeknya dipermasalahkan. Jalan beton dan drainase itu sendiri baru diresmikan Bupati Maros Chaidir Syam pada Minggu (4/1/2026). Proyek tersebut dikerjakan melalui Anggaran Perubahan 2025.

Namun di lapangan, warga menilai kualitas pekerjaan tidak sebanding dengan nilai anggaran. Jalan beton yang terbangun disebut hanya sekitar satu kilometer, sementara drainase di beberapa titik sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan.

“Baru dibangun sudah rusak, belum cukup satu bulan,” kata Nasir. Pantauan menunjukkan dinding drainase beton retak, lapisan beton mengelupas, serta terdapat lubang-lubang kecil yang menjadi jalur rembesan air.

Pada bagian dasar saluran, lapisan beton tampak tergerus hingga memperlihatkan batu dan tanah di bawahnya. Kondisi tersebut mengindikasikan mutu pengecoran dan campuran beton yang dinilai kurang mampu menahan tekanan air dan erosi.

“Kalau dibiarkan, kerusakan bisa makin parah dan fungsi drainase tidak maksimal,” ujar Nasir. Ia mengungkapkan, sejak awal pengerjaan, warga sudah ikut mengawasi proyek dan menyampaikan masukan. Namun, berbagai keluhan tersebut disebut tidak mendapat respons serius.

“Kontraktornya bilang tidak takut,” ucap Nasir. Bahkan, warga menilai kontraktor merasa aman karena diduga memiliki kedekatan dengan aparat penegak hukum.

“Dia yakin tidak akan diusut. Katanya orang kuat, banyak dekkengna,” kata Nasir. Pantauan pada Senin (29/12/2025) menunjukkan pembangunan jalan beton belum sepenuhnya menjangkau permukiman warga. Pondasi jalan di beberapa titik belum rampung, termasuk pemasangan gorong-gorong yang memotong badan jalan.

Padahal, berdasarkan papan proyek Dinas Pekerjaan Umum (PU), masa kontrak pekerjaan berakhir pada 27 Desember 2025. Proyek tersebut dikerjakan oleh CV Nur Miranda Zulta sejak 31 Juli 2025. Hingga kini, belum ada keterangan resmi terkait sosok Haji Sahar maupun keterkaitannya dengan perusahaan pelaksana.

Sebagai informasi, Pemerintah Kabupaten Maros meresmikan sejumlah proyek infrastruktur jalan dan jembatan pada 3–4 Januari 2026. Salah satunya Jalan Kantisang yang menghubungkan Desa Bantomanurung dengan Desa Bontosomba. Dalam rilis resmi Pemkab Maros, disebutkan jalan beton yang dibangun sepanjang 2 kilometer dengan lebar 4 meter dan anggaran Rp3 miliar.

Namun, keterangan tersebut berbeda dengan pengakuan warga di lapangan. Pemkab Maros menyebut pembangunan masih bersifat sebagian karena untuk tersambung penuh ke Desa Bontosomba masih membutuhkan perbaikan jalan tambahan sepanjang 2 kilometer.

Bupati Maros Chaidir Syam menegaskan pembangunan infrastruktur menjadi prioritas untuk membuka akses wilayah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Jalan dan jembatan ini diharapkan mempermudah mobilitas warga serta memperlancar distribusi hasil pertanian dan usaha masyarakat,” ujar Chaidir.

Amirah Rahimah

Reporter berita perkotaan yang gemar berkeliling kota untuk mencari cerita. Ia menikmati fotografi gedung, membaca artikel arsitektur, dan menyusun catatan kecil tentang perubahan kota. Hobi lainnya adalah menikmati kopi di kedai lokal. Motto: “Kota bicara melalui cerita warganya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *