dailybalikpapan.com – JAKARTA – Mantan Menteri Koordinator Sektor Politik, Hukum, juga Ketenteraman (Menko Polhukam) Mahfud MD meminta-minta untuk kementerian yang tersebut terlibat pada pembuatan izin dan juga sertifikat pagar laut dalam Wilayah Tangerang untuk tidaklah menutup-nutupi perkara yang dimaksud demi menjaga keberhasilan institusi. Mahfud meminta-minta agar menteri terkait bukan takut membongkar perkara pagar laut.
“Menteri2 yg kementeriannya terlibat dlm pembuatan izin lalu HGU Laut tak hrs takut. Yg bertanggungjawab scr pidana adl aktor intelektual, pelaku, serta kontestan yg ada niat,” tulis Mahfud di dalam akun media sosial Twitter atau X @mohmahfudmd, Awal Minggu (27/1/2025).
Menurut Mahfud, yang dimaksud bertanggung jawab secara pidana adalah pejabat yang tersebut segera berkolusi. Mahfud memohonkan agar menteri yang mana menjabat di dalam kementerian terkait untuk membongkar tindakan hukum tersebut.
“Yg bertanggungjawab scr pidana adl pejabat bawahan yg menerima delegasi wewenang. Jd, kalau merasa tak terlibat ya bongkar sj, Pak Menteri. Kan byk persoalan hukum yg dihukum hny dirjen atau pegawai bawahnya yg segera berkolusi,” tulisnya.
Mahfud juga menyarankan agar menyerahkan dia yang digunakan melanggar terhadap aparat penegak hukum. “Serahkan mereka yang mana melanggar hukum hukum bukti2nya ke aparat penegak hukum. Tak perlu menutupi perkara dgn alasan demi keberhasilan institusi.”
Hingga pada waktu ini, postingan Mahfud MD disukai oleh 3.373 warganet, dan juga mendapat komentar beragam dari warganet.
“Penegak hukum kita hampir bukan mampu dipercaya lagi prof. Yg ada nanti kongkalikong,” komentar pemilik akun@rudynapit
“Berdsrkn pengembngan penyidikn pasti juga oknum yg menerbitkan srtifikat pantas dijdikan tersangka. Krn sertifikat diterbitkn sebelum adanya rekomendasi atau apalah namanya dari KKP. Didukung pula dng pengembangan berdsrkn fakta persidangan,” tulis @wijayantogempar.
Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”











