"Melihat Balikpapan Lebih Dekat, Berita Tanpa Jeda"
Daerah  

Warga Tangsel Tutup Sampah dengan Terpal, Bau Masih Menyengat

Tumpukan Sampah di Pasar Serpong dan Ciputat Masih Mengganggu

Di kawasan Pasar Serpong, Kota Tangerang Selatan, tumpukan sampah masih menjadi masalah yang mengganggu aktivitas pedagang dan warga meskipun telah ditutup dengan terpal. Bau menyengat dari tumpukan sampah tersebut masih terasa, menciptakan suasana tidak nyaman bagi pengunjung pasar.

Kondisi Tumpukan Sampah di Pasar Serpong

Tumpukan sampah ini berada tepat di depan Puskesmas Serpong 1, Jalan Raya Serpong, Tangsel, Banten. Meski sudah tertutup terpal berwarna putih, dari celah-celahnya masih terlihat kantong-kantong sampah berwarna merah, hitam, dan putih yang tersusun rapi. Keberadaan sampah ini menimbulkan kekhawatiran terkait kebersihan dan kesehatan masyarakat sekitar.

Menurut Nasuha Banyumudal, pedagang rujak di dekat tumpukan sampah, kondisi ini sangat mengganggu aktivitas pedagang dan pengunjung. “Ya, merasa (bau) juga. Cuman sudah biasa, diapain lagi? Namanya kita sudah biasa begini, bau-bauan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa selama ini sampah biasanya diangkut setiap hari. Namun, sejak penutupan TPU Cipeucang, pengangkutan sampah terhenti sementara. Hal ini memicu keluhan dari warga dan pedagang.

Penyebab Penumpukan Sampah

Penutupan TPU Cipeucang dilakukan sebagai respons terhadap keluhan masyarakat terkait kebersihan dan penumpukan sampah. Sejak penutupan tersebut, pengangkutan sampah dihentikan sementara, sehingga menimbulkan tumpukan yang semakin besar.

Nasuha berharap agar sampah bisa diambil secara rutin agar tidak menimbulkan bau dan mengganggu pengunjung pasar. “Harapannya, mungkin harapannya biar sampahnya diangkut gitu. Kalau sampahnya stabil, buahnya bisa stabil juga,” tambahnya.

Penutupan Sampah di Kawasan Ciputat

Selain di Pasar Serpong, penutupan sampah juga dilakukan di kawasan Ciputat, tepatnya di bawah fly over. Agus Warsojeniawan, pedagang di Ciputat, menjelaskan bahwa penutupan tumpukan sampah menggunakan terpal dilakukan untuk mengurangi dampak bau menyengat yang dikeluhkan masyarakat.

Menurutnya, keluhan warga terkait sampah ini sudah banyak disampaikan dan bahkan ramai dibicarakan di media sosial. “Itu ditutup, tadi sempat ngobrol. Katanya sih untuk mengurangi dampak bau. Soalnya bukan cuma mengeluh, keluhan warga sudah banyak, bahkan sampai masuk ke TikTok,” ujar Agus.

Namun, pria berusia 57 tahun ini mengaku tidak mengetahui secara pasti pihak yang bertanggung jawab atas pembuangan sampah tersebut. “Kami juga enggak tahu, mungkin dari pihak sana, istilahnya dari Wali Kota. Tapi soal siapa yang buang nantinya kami enggak tahu,” tutupnya.

Upaya Pemkot Tangsel dalam Menangani Sampah

Pemerintah Kota Tangerang Selatan melakukan penanganan tumpukan sampah yang terjadi di sejumlah titik. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menutup tumpukan sampah menggunakan terpal. Selain itu, penyemprotan rutin dilakukan guna meminimalisir bau tidak sedap dan menjaga kenyamanan masyarakat sekitar.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangsel, Bani Khosyatullah, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan penanganan sementara sambil memastikan proses pengangkutan dan pengelolaan sampah berjalan optimal. “Penutupan dengan terpal dan penyemprotan ini kami lakukan agar dampak bau dapat ditekan, khususnya bagi warga di sekitar lokasi. Ini adalah bagian dari penanganan cepat agar situasi tetap terkendali dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, penyemprotan dilakukan menggunakan cairan ramah lingkungan yang berfungsi menekan aroma tidak sedap sekaligus menjaga kebersihan area sekitar tumpukan sampah. Petugas juga terus disiagakan untuk memantau kondisi lapangan secara berkala.

“Kami memahami kekhawatiran masyarakat. Oleh karena itu, langkah-langkah teknis di lapangan terus kami perkuat, baik dari sisi pengangkutan, pengendalian bau, hingga penataan lokasi agar lebih tertib dan aman,” pungkasnya.


Ratna Purnama

Seorang reporter yang gemar meliput isu publik, transportasi, dan dinamika perkotaan. Ia memiliki kebiasaan membaca opini koran setiap pagi untuk memperluas perspektif. Hobi utamanya adalah jogging, fotografi, dan menikmati senja. Motto: "Kepekaan adalah modal utama seorang penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *