Banjir Melanda Kota Denpasar, Banyak Wilayah Terendam Air
Pada dini hari Minggu 14 Desember 2025, Kota Denpasar dilanda banjir yang disebabkan oleh hujan lebat yang mengguyur sejak malam hari Sabtu 13 Desember 2025. Banjir ini menimpa berbagai titik di kota tersebut dengan ketinggian air yang bervariasi.
Menurut data dari Pudalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Denpasar (PUPR) Denpasar, terdapat setidaknya delapan titik yang terendam banjir. Operator Pusdalops BPBD Kota Denpasar, Putu Darma Putra Setyawan, menyebut bahwa pihaknya menerima setidaknya tujuh laporan banjir di berbagai wilayah.
Beberapa lokasi yang terkena dampak banjir antara lain:
- Jalan Pura Demak 1: Ketinggian air mencapai dada orang dewasa. Pihak PUPR langsung menangani situasi ini.
- Jalan Tangkuban Perahu, Perum Padang Gria Padangsambian: Ketinggian air setinggi perut orang dewasa.
- Jalan Subur: Ketinggian air mencapai lutut orang dewasa.
- Jalan Kertapura: Tinggi air sekitar selutut orang dewasa.
- Jalan Gunung Kalimutu: Ketinggian air setinggi dada orang dewasa.
- Jalan Bhuana Shanti Padangsambian: Air setinggi paha orang dewasa.
- Jalan Tangkuban Perahu Perum Buana Permai: Ketinggian air setinggi dada orang dewasa.
Di Jalan Tangkuban Perahu Perum Buana Permai, sebanyak 20 warga dievakuasi. Mereka terdiri dari 7 kepala keluarga (KK) dan dieungsikan ke tetangga atau keluarga yang tidak terdampak. Evakuasi dilakukan pada pukul 02.30 Wita. Selain warga lokal, ada juga 18 orang Warga Negara Asing (WNA) yang dievakuasi dari Jalan Gunung Atena II Denpasar.
Di kawasan tersebut, terdapat 11 WNA asal Singapura, 3 Australia, 4 China, dan 2 India. Salah satu WNA asal Australia, Latai, mengaku baru sehari tinggal di vila tersebut dan langsung menghadapi banjir. Ia bersama dua rekannya memutuskan untuk pindah tempat menginap.
Selain WNA, dua wisatawan asal Jakarta dan dua warga lokal juga dievakuasi. Untuk penanganan, diterjunkan satu buah rubber boat.
Banjir juga melanda Jalan Gunung Atena Denpasar. Di Perumahan Widuri Permai, Jalan Gunung Atena II, Padang Sumbu Kelod, ketinggian air masih setinggi dada orang dewasa hingga siang hari. Air mengalir dari sungai kecil menuju Tukad Mati yang meluap kemudian masuk ke pemukiman.
Salah satu warga, Wayan Sugianta, menyebut bahwa air mulai masuk ke perumahan sekitar pukul 04.00 Wita. Ia menjelaskan bahwa sebanyak 27 KK warga di kawasan ini terdampak. Selain rumah warga, vila juga terendam air.
Sekretaris BPBD Kota Denpasar, Anak Agung Surya Kencana, menyampaikan bahwa dua warga dievakuasi menggunakan rubber boat. Sisanya memilih bertahan di rumah mereka sambil menunggu air surut. Penyedotan belum bisa dilakukan karena air masih terus mengalir.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Denpasar, IB Joni Ariwibawa, menyebut bahwa 20 warga dievakuasi dari Perum Buana Permai. Mereka diungsikan ke tetangga dan keluarga yang tidak terdampak. Di Jalan Pura Demak, meskipun ketinggian air mencapai dada orang dewasa, tidak ada warga yang sampai dievakuasi. Air sudah disedot menggunakan mobil pompa PUPR.
Di Jalan Kertapura, ketinggian air juga mencapai dada orang dewasa. Penanganan intensif dilakukan di Perumahan Buana Permai. Banjir mulai terjadi sekitar pukul 02.00 Wita, dengan ketinggian air yang sempat mencapai sepinggang orang dewasa.
Lokasi perumahan tersebut memang berada di dataran rendah, sehingga rentan terhadap genangan air saat curah hujan tinggi. Air dilaporkan sudah menyurut pada pagi hari, sehingga warga dapat kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan sisa banjir.
Selain di Padangsambian, banjir juga dilaporkan terjadi di wilayah lain seperti Jalan Kunti II Seminyak, yang sering menjadi langganan banjir saat hujan lebat. BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat potensi hujan lebat masih ada di musim penghujan ini.











