"Melihat Balikpapan Lebih Dekat, Berita Tanpa Jeda"
Daerah  

Ribuan ASN Jadi Relawan ke Aceh Tamiang Tanpa Anggaran Perjalanan Dinas

Relawan Pemerintah Aceh Bantu Bersihkan Fasilitas Umum Tanpa Gunakan Anggaran APBA

Relawan yang terdiri dari Aparatur Sipil Negara (ASN) dan non-ASN di lingkungan Pemerintah Aceh yang melakukan kegiatan pembersihan fasilitas publik di Kabupaten Aceh Tamiang tidak menggunakan anggaran perjalanan dinas APBA. Hal ini disampaikan oleh Juru bicara Pos Komando (Posko) Penanganan Banjir dan Longsor Aceh, Murthalamuddin.

“Setiap personel ASN/P3K/Non-ASN yang menjadi relawan bencana banjir dan longsor ke Aceh Tamiang tidak menggunakan biaya perjalanan dinas APBA,” ujar Murthalamuddin.

Ia menjelaskan bahwa kehadiran ribuan ASN/P3K/Non-ASN di daerah terdampak bencana merupakan bagian dari aksi kemanusiaan. Mereka turut serta membersihkan fasilitas publik seperti tempat ibadah dan akan kembali untuk membersihkan sekolah-sekolah.

Untuk memastikan para ASN tidak menggunakan anggaran perjalanan dinas, Sekda Aceh telah memberikan arahan kepada setiap pejabat struktural, fungsional, dan personil ASN/P3K/Non-ASN yang menjadi relawan bencana. Arahan tersebut menyatakan bahwa mereka yang bergerak membersihkan sarana publik adalah bagian dari kegiatan bakti sosial.

Pemerintah Aceh kembali mengirimkan sebanyak 4.000 relawan ASN di lingkungan pemerintah setempat untuk bakti sosial tahap kedua ke sekolah-sekolah terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh. Sebelumnya, pada 29-30 Desember 2025, pemerintah Aceh juga mengirimkan relawan ASN tahapan pertama sebanyak 3.000 orang untuk membantu membersihkan fasilitas umum yang terdampak banjir di Aceh.

Bantuan Pompa Apung dari Kantor Staf Presiden

Kantor Staf Presiden (KSP) menyalurkan pompa apung untuk membersihkan rumah dan fasilitas umum warga terdampak banjir di Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya, Aceh. Penyaluran dilakukan bersamaan dengan kegiatan pembersihan permukiman warga bersama aparat TNI dan Polri.

Tenaga Ahli Utama Kedeputian III KSP, Iwan Eka, menjelaskan bahwa kehadiran pihaknya di Aceh bertujuan memastikan bantuan benar-benar memberikan manfaat langsung bagi warga terdampak. “Bantuan dari keluarga besar KSP sebelumnya tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, dan hari ini kami pastikan langsung bergerak ke lokasi-lokasi terdampak di Pidie dan Pidie Jaya,” ujarnya.

Iwan Eka menjelaskan bahwa KSP mengirimkan 10 unit pompa apung, dengan 7 unit telah tiba dan langsung digunakan, sementara sisanya masih dalam proses pengiriman. Genangan air, lumpur yang menumpuk, serta keterbatasan kebutuhan dasar, terutama bagi bayi dan anak-anak, merupakan persoalan paling mendesak yang dihadapi warga pascabencana.

“Pompa apung ini kami pilih karena portabel, adaptif, dan efektif menjangkau kawasan permukiman padat yang tidak dapat diakses alat berat. Ini bukan simbol bantuan, tetapi alat kerja yang langsung digunakan untuk membantu warga agar rumah mereka lebih cepat kering dan bisa kembali ditempati,” ucapnya.

Alat tersebut digunakan untuk menyedot genangan air, membilas lumpur, serta mempercepat pengeringan rumah dan fasilitas umum. Di Gampong Lamkawe, Kembang Tanjong, Kabupaten Pidie, pompa apung digunakan untuk membersihkan lapangan dan fasilitas olahraga yang tertutup lumpur. Area publik ini diprioritaskan agar dapat kembali digunakan warga sebagai ruang aktivitas bersama.

Sementara di Gampong Tiba Mesjid, Mutiara Timur, Kabupaten Pidie, pembersihan difokuskan pada rumah-rumah warga dengan menyedot genangan dan membilas lumpur yang mengendap di kawasan permukiman. Kegiatan serupa juga dilakukan di Gampong Dayah Usen, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, yang selama ini menjadi salah satu wilayah paling lambat pulih pascabanjir.

Erina Syifa

Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *