Kondisi Kantor Lurah Tumbihe yang Mengkhawatirkan
Kantor Lurah Tumbihe, yang terletak di Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango, kini menjadi sorotan masyarakat setempat. Bangunan yang sudah lama berdiri tersebut mengalami kerusakan di berbagai bagian, mulai dari plafon yang rusak hingga furnitur yang sudah tua dan tidak lagi layak digunakan. Selain itu, ruang pelayanan yang sempit dan panas juga memengaruhi kenyamanan masyarakat saat mengurus administrasi.
Lokasi kantor yang lebih rendah dari jalan raya menyebabkan air masuk dari segala arah saat hujan deras. Bahkan, pernah terjadi insiden di mana 37 karung beras bantuan terendam air hingga rusak. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi kantor tidak hanya memprihatinkan secara fisik, tetapi juga berdampak pada pengelolaan bantuan sosial.
Masalah yang Sudah Disuarakan Sejak Lama
Lurah Tumbihe, Tauhid Massa, mengungkapkan bahwa masalah kantor lurah sebenarnya sudah lama disuarakan oleh masyarakat. Dalam beberapa kali musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang), masyarakat dan perangkat desa sepakat menjadikan pembangunan kantor lurah sebagai prioritas utama. Bahkan, beberapa program lain sempat dikesampingkan demi mendorong pembangunan kantor baru.
“Semua pihak sepakat mengusulkan pembangunan Kantor Lurah Tumbihe,” kata Tauhid Massa. Namun hingga kini, rencana tersebut belum juga terealisasi. Padahal, beberapa anggota DPRD baik dari tingkat kabupaten maupun provinsi pernah datang langsung melihat kondisi kantor.
Kendala Anggaran dan Fisik Bangunan
Tauhid menilai pemerintah daerah sebenarnya sudah berupaya, tetapi keterbatasan anggaran menjadi kendala utama. “Kita tahu bersama, kondisi keuangan daerah sedang efisiensi, bukan hanya di Bone Bolango, tapi hampir di seluruh daerah,” ujarnya.
Selain faktor anggaran, kondisi fisik bangunan memang sudah jauh dari kata layak. Plafon kantor banyak yang rusak, lemari sudah tua, dan fasilitas pelayanan tidak lagi memadai. Bangunan lama itu semakin terlihat rapuh dan tidak nyaman digunakan. Banjir juga menjadi masalah rutin setiap musim hujan.
“Karena posisi tanah lebih rendah, air dari depan, belakang, kiri, dan kanan jalan semuanya masuk ke kantor lurah,” jelasnya. Ia bahkan mengingat sebuah kejadian ketika 37 karung beras bantuan terendam air dan tidak bisa digunakan.
Kondisi dalam Kantor yang Memprihatinkan
Kondisi di dalam kantor pun tidak kalah memprihatinkan. Ruang pelayanan utama terlalu sempit, sehingga masyarakat merasa kurang nyaman saat mengurus administrasi. Menurut Tauhid, hal ini jelas mengurangi kualitas pelayanan publik.
Ia menilai, dari total 165 desa dan kelurahan di Bone Bolango, Tumbihe termasuk yang paling membutuhkan kantor baru. Ironisnya, beberapa desa di pelosok justru sudah memiliki kantor yang lebih baik. Sebagai kelurahan, Tumbihe seharusnya mendapat perhatian lebih.
Inisiatif Masyarakat untuk Pembangunan
Di tengah keterbatasan itu, muncul inisiatif masyarakat untuk membantu pembangunan kantor secara swadaya. Awalnya, ide tersebut hanya berupa candaan dalam obrolan warga. Namun kemudian, salah satu tokoh masyarakat mencoba menggalang dana.
“Alhamdulillah, ketika disampaikan kepada masyarakat, responnya sangat bagus,” ungkap Tauhid. Meski demikian, ia mengingatkan agar wacana itu tidak diseriusi berlebihan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Keluhan Warga Setempat
Keluhan serupa juga disampaikan warga setempat, Sri Hastuti Usman. Ia menilai fasilitas kantor lurah saat ini belum memberikan kenyamanan bagi masyarakat. “Masyarakat yang datang tidak bisa menggunakan fasilitas yang layak,” ujarnya.
Sri menyebut masih banyak fasilitas yang kurang, seperti kursi tunggu, aula, dan ruang penunjang lainnya. Menurutnya, ruangan kantor juga tidak nyaman digunakan untuk kegiatan masyarakat. “Kalau ada rapat, ruangan terasa panas. Kalau hujan, air bisa masuk ke dalam kantor,” kata Sri.
Ia mengakui kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama. Namun hingga kini belum ada tanda-tanda perbaikan. “Ada masyarakat yang berupaya menambah dana, tapi belum memadai untuk pembangunan,” ujarnya.
Sri berharap pemerintah segera memberikan perhatian agar kantor lurah bisa digunakan dengan layak. Menurutnya, keberadaan kantor yang baik akan mendukung pelayanan publik dan kegiatan masyarakat. Harapan itu juga menjadi suara bersama warga Tumbihe. Mereka ingin kantor lurah yang baru, aman, dan nyaman, agar pelayanan bisa berjalan maksimal.











