"Melihat Balikpapan Lebih Dekat, Berita Tanpa Jeda"
Daerah  

Bupati Beltim Harap Tidak Ada Penambahan Stok Daging Beku: Cukup Saja

Kebijakan Pemerangkapan Daging Beku di Belitung Timur

Pemerintah Kabupaten Belitung Timur melakukan berbagai langkah untuk menjaga keseimbangan antara stabilitas harga pangan dan keberlanjutan usaha pedagang lokal, terutama menjelang Idulfitri 1447 Hijriah. Salah satu upaya yang dilakukan adalah membatasi pasokan daging sapi beku agar tidak berlebihan di pasar. Hal ini disampaikan oleh Bupati Belitung Timur Kamarudin Muten atau Afa saat memberikan arahan pada kegiatan Operasi Pasar Murah di halaman Kantor Bupati Belitung Timur, Jumat (13/3/2026).

Afa menegaskan bahwa kebijakan pengendalian harga tidak boleh menghancurkan usaha pedagang kecil yang selama ini bergantung pada momentum hari raya. Menurutnya, pedagang hanya memiliki kesempatan beberapa kali dalam setahun untuk mendapatkan penghasilan. Jika mereka tidak mampu berjualan, maka lama-lama mereka akan berhenti.

Di sisi lain, pemerintah juga perlu menyediakan alternatif agar harga daging tetap terjangkau bagi masyarakat. Namun, kebijakan tersebut harus dilakukan secara terukur agar tidak merugikan pedagang daging segar di pasar tradisional. Afa meminta instansi terkait tidak memesan daging beku dalam jumlah berlebihan hanya demi menekan harga pasar.

“Tolong secukupnya. Yang penting bisa mengendalikan harga dagingnya, supaya mereka juga merasakan. Kalau mati mereka, tahun depan bisa-bisa nggak ada lagi daging yang dipotong, semua beli daging beku,” katanya.

Afa juga menilai banjirnya daging beku murah berpotensi menekan pendapatan pedagang lokal sekaligus memukul peternak yang memasok sapi potong ke pasar tradisional. Sebagai seorang pengusaha, ia memahami dinamika pasar. Menurutnya, kebijakan populis berupa penjualan daging murah tidak boleh mengorbankan keberlanjutan ekonomi pelaku usaha kecil.

Alternatif Pilihan Warga

Di sisi lain, daging beku tetap menjadi pilihan bagi sebagian warga karena harganya lebih terjangkau dibandingkan daging segar. Neneng Karlina, warga Desa Lalang Jaya, mengaku pernah membeli tiga kilogram daging beku melalui koordinasi RT pada Lebaran tahun lalu. Ia mengatakan bahwa harga daging beku lebih rendah dibandingkan daging segar, terutama ketika perekonomian sedang tidak lancar.

Tahun lalu, Neneng membeli daging beku seharga Rp110 ribu per kilogram. Tahun ini harganya naik menjadi Rp120 ribu per kilogram, namun masih lebih murah dibandingkan daging sapi segar yang bisa mencapai Rp170 ribu per kilogram. Menurut Neneng, kualitas daging beku tidak jauh berbeda setelah dimasak menjadi rendang atau opor.

Fenomena serupa juga terlihat di Pangkalpinang. Rosita (61), warga Opas, mengaku sudah beberapa tahun memilih membeli daging beku karena selisih harga yang cukup jauh dibandingkan daging segar. Ia menyebut harga daging beku sekitar Rp120 ribu per kilogram, sedangkan daging segar di pasar bisa mencapai Rp180 ribu per kilogram menjelang Lebaran.

Pengawasan Distribusi Daging Beku

Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memastikan pengawasan terhadap distribusi daging beku menjelang Idulfitri. Kepala Bidang Pengendalian Perdagangan dan Perlindungan Konsumen Disperindag Babel, Edi Kurniadi, mengatakan pengawasan dilakukan di sejumlah ritel. Ia menyebut bahwa daging beku tersedia di ritel-ritel seperti Hypermart serta toko-toko yang menjual daging beku.

Berdasarkan data Disperindag, stok daging beku di wilayah tersebut sekitar 1.004 kilogram dengan harga berkisar Rp151 ribu per kilogram. Meski demikian, masyarakat masih cenderung memilih daging sapi segar untuk kebutuhan Lebaran. Ia memastikan ketersediaan sapi potong di Bangka Belitung masih mencukupi dengan stok sekitar 1.600 ekor.

Persiapan Pedagang Daging Segar

Sementara itu, pedagang daging sapi segar di Belitung Timur mulai menambah stok menjelang Lebaran. Salah satunya Abdurrohman (30) yang tetap fokus menjual daging segar. Ia menjual daging sapi segar seharga Rp165 ribu hingga Rp170 ribu per kilogram, lebih tinggi dibandingkan daging beku yang sekitar Rp120 ribu per kilogram.

Menjelang Lebaran, ia menyiapkan sekitar 500 kilogram daging sapi segar. “Stok paling sekitar setengah ton, 500 kilo. Biasanya habis,” katanya. Ia berharap peternakan sapi lokal di Belitung Timur dapat berkembang sehingga daerah tidak terus bergantung pada pasokan dari luar.


Kaila Azzahra

Penulis berita yang menggemari liputan ringan seputar tren, hiburan, dan dunia kreatif. Ia hobi mendengarkan musik pop, membuat catatan ide, dan memotret suasana kota. Menurutnya, kreativitas lahir dari rasa bahagia. Motto: "Tulislah apa yang bisa memberi senyum."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *