Arus Mudik di Jalur Pantura Cirebon Mulai Meningkat
Arus lalu lintas di Jalur Pantai Utara (Pantura) Kota Cirebon, Jawa Barat, mulai mengalami peningkatan pada H-7 Lebaran. Pada Sabtu (14/3/2026), sejumlah kendaraan yang mayoritas berupa sepeda motor mulai melintasi jalur tersebut dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah.
Berdasarkan pengamatan, sekitar 4.000 hingga 5.000 kendaraan melintas sejak dini hari. Meskipun jumlah kendaraan meningkat, arus lalu lintas masih terpantau relatif lancar. Di Simpang Empat Pemuda Kota Cirebon, antrean kendaraan terlihat cukup panjang. Kendaraan seperti sepeda motor, bus, dan truk logistik saling berselingan.
Pengendara motor terlihat membawa barang bawaan yang cukup banyak, seperti tas ransel besar yang diikat di jok belakang kendaraan. Hal ini menjadi ciri khas pemudik yang ingin pulang ke kampung halaman. Di lokasi tersebut juga terdapat kendaraan umum rute Cirebon–Bandung serta truk logistik yang melintas berdampingan dengan pemudik motor.
Saat lampu lalu lintas berubah, kendaraan bergerak perlahan dan kembali melaju menuju jalur Pantura arah Jawa Tengah. Beberapa pengendara motor bahkan terlihat berhenti di persimpangan sambil menunggu lampu lalu lintas. Hal ini menunjukkan bahwa meski arus lalu lintas lancar, kondisi di beberapa titik masih memerlukan pengawasan.
Dari catatan Dinas Perhubungan setempat, sejak pukul 00.00 hingga pukul 06.00 WIB, sudah sekitar 4.000 hingga 5.000 kendaraan melintas di kawasan tersebut. Rata-rata, setiap 15 menit terdapat sekitar 300 hingga 400 kendaraan yang melintas dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah maupun wilayah timur lainnya.
Seorang pemudik asal Tegal, Jawa Tengah, Endin (33) mengatakan bahwa perjalanan dari Jakarta menuju kampung halamannya masih relatif lancar meskipun jumlah kendaraan mulai meningkat. Ia sengaja berangkat lebih awal agar tidak terjebak macet mendekati Lebaran.
Endin mengatakan, “Perjalanan dari Jakarta masih relatif lancar, walaupun kendaraan sudah mulai banyak. Saya sengaja berangkat lebih awal supaya tidak terjebak macet mendekati Lebaran.”
Hal senada disampaikan oleh Windu (28), seorang pemudik asal Tegal. Ia mengaku memilih berangkat pagi dari Bekasi agar dapat menghindari kepadatan kendaraan yang biasanya meningkat pada siang hingga malam hari. Windu menyebutkan, “Hari ini saya memilih berangkat pagi dari Bekasi menuju Tegal. Pas tadi memang sudah banyak orang yang mudik, tapi arusnya masih cukup lancar.”
Kepala Pos Pengamanan Kanggraksan Polres Cirebon Kota, AKP Juntar Hutasoit, menjelaskan bahwa peningkatan volume kendaraan sudah mulai terlihat sejak Jumat (13/3/2026) malam. Menurutnya, peningkatan tersebut belum terlalu signifikan karena sebagian besar masih didominasi aktivitas masyarakat lokal di wilayah Cirebon dan sekitarnya.
Juntar menambahkan, “Kalau kami lihat dari aktivitas perusahaan yang ada di sekitar sini, banyak warga lokal yang melaksanakan buka bersama, baik dari arah Kuningan menuju Kota Cirebon maupun sebaliknya.”
Meskipun demikian, pihak kepolisian tetap melakukan pemantauan intensif karena Jalur Pantura Cirebon merupakan salah satu lintasan utama kendaraan menuju wilayah Jawa Tengah saat arus mudik Lebaran. Pengaturan lalu lintas di kawasan Simpang Kanggraksan dilakukan secara terus-menerus selama pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026.
Petugas juga disiagakan di sejumlah titik yang dinilai berpotensi menimbulkan kepadatan kendaraan, terutama di persimpangan jalan utama. Pos Pengamanan Kanggraksan juga dimanfaatkan untuk memantau sekaligus melancarkan arus kendaraan dari empat simpang lampu lalu lintas di kawasan tersebut.











