"Melihat Balikpapan Lebih Dekat, Berita Tanpa Jeda"

Kalah Perang? Trump Ajak Iran Damai Saat Kapal AS Dilarang Lalu Lintas Selat Hormuz

Persiapan Diplomasi dan Tuntutan Berat Iran

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mulai mempertimbangkan opasi damai dengan Iran di tengah kebuntuan akses navigasi di kawasan Timur Tengah. Langkah diplomasi ini muncul saat Teheran menunjukkan sikap tegas dengan melarang kapal-kapal yang berafiliasi dengan AS melewati Selat Hormuz, sekaligus memberlakukan tarif transit yang sangat tinggi, mencapai 2 juta dolar AS atau sekitar Rp34 miliar per kapal bagi armada yang diizinkan melintas.

Meski Washington berupaya melakukan deeskalasi, Iran justru memperketat posisi tawarnya dengan mengajukan sejumlah tuntutan berat, termasuk ganti rugi perang dan pengakuan penuh atas program rudal balistik mereka. Dalam laporan dari sumber di Teheran, Iran tidak hanya menginginkan gencatan senjata, tetapi juga menyiapkan sejumlah tuntutan dalam satu paket yang dinilai cukup berat bagi Washington.

Beberapa tuntutan tersebut antara lain jaminan keamanan penuh, ganti rugi perang, kendali atas Selat Hormuz, hingga pengakuan terhadap program rudal balistik Iran. Menguatnya sikap keras Iran disebut sebagai dampak dari pergeseran politik internal, terutama setelah serangan militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel dalam beberapa waktu terakhir.

Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyatakan bahwa situasi diplomatik saat ini masih sangat dinamis dan belum ada keputusan final terkait negosiasi. “Ini adalah diskusi diplomatik yang sangat sensitif. Amerika Serikat tidak akan melakukan negosiasi melalui pers,” ujarnya.

Di sisi lain, peluang perundingan juga terbuka dengan kemungkinan pertemuan langsung yang difasilitasi oleh Pakistan sebagai mediator. Sementara itu, pihak Israel menyatakan keraguan terhadap keberhasilan perundingan tersebut. Mereka menilai kecil kemungkinan Iran akan menyetujui tuntutan yang diajukan Amerika Serikat.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengungkapkan bahwa Trump melihat adanya peluang diplomasi dengan memanfaatkan tekanan militer yang telah dilakukan sebelumnya. “Trump percaya pencapaian militer bisa dimanfaatkan untuk mencapai tujuan melalui jalur diplomasi,” ujarnya.

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran saat ini masih terus berkembang, dan hasil negosiasi diperkirakan akan sangat menentukan stabilitas kawasan Timur Tengah ke depan.

Tarif Lewat Selat Hormuz

Iran mulai mengizinkan kapal-kapal untuk melewati Selat Hormuz di Teluk Persia. Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan kapal-kapal yang tidak berafiliasi dengan Israel dan Amerika Serikat diperbolehkan untuk melintasi selat sempit tersebut. Meskipun demikian media-media Iran juga melaporkan bahwa Teheran menarik tarif 2 juta dolar AS atau sekitar Rp34 miliar per kapal di Selat Hormuz, jalur perairan sempit yang dilintasi 20 persen minyak dunia itu.

Kebijakan ini diambil Iran saat Presiden Donald Trump mengatakan pihaknya dan Iran sedang melakukan perundingan dan ada tanda-tanda positif menuju deeskalasi konflik di Teluk Persia tersebut. “Iran telah mengambil langkah untuk memastikan keamanan pelayaran lewat jalur ini dan akan melakukan koordinasi yang diperlukan bagi kapal yang tidak berafiliasi dengan pihak agresor,” kata Pezeshkian dalam percakapan telepon dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif.

Sementara Alaeddin Boroujerdi, anggota komite keamanan dan kebijakan luar negeri parlemen Iran, dalam wawancara dengan media lokal mengatakan pemerintah menarik tarif 2 juta dolar AS per kapal yang lewat di Selat Hormuz. “Menarik 2 juta dolar AS sebagai biaya transit dari kapal-kapal yang melewati Selat Hormuz mencerminkan kekuatan Iran,” kata Boroujerdi dilandir dari kantor berita Türkiye, Anadolu.

Sementara itu media-media maritim melaporkan bahwa kapal-kapal China mulai membayar pemerintah Iran untuk bisa melewati Selat Hormuz. Dilansir dari Lloyd List, kapal Newvoyager milik perusahaan China Bengbu Shengda Transportation telah membayar pemerintah Iran untuk bisa melintasi Selat Hormuz. Meski demikian belum diketahui berapa besar ongkos dan bagaimana metode pembayarannya.

Pada akhir pekan kemarin Iran juga mengumumkan akan mengizinkan kapal tanker Jepang yang mengangkut sekitar 2 juta barel minyak dari Irak untuk melewati Selat Hormuz.


Balqis Ufairah

Penulis yang fokus pada entrepreneurship dan pengembangan UMKM. Ia senang berkunjung ke pameran bisnis, berbincang dengan pelaku usaha, serta menulis ringkasan peluang pasar. Hobinya termasuk membuat desain sederhana. Motto: “Informasi membuka pintu kesempatan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *