"Melihat Balikpapan Lebih Dekat, Berita Tanpa Jeda"
Daerah  

Rumah Warga Roboh di Lebak, DPRD Minta Pemkab Percepat Bantuan RTLH

Peristiwa Rumah Ambruk di Lebak, Keprihatinan dan Tuntutan Pemerintah Daerah

Pada hari Sabtu (28/3/2026) sekitar pukul 12.30 WIB, sebuah rumah milik Saniah (70), warga Kampung Kumpay, Desa Maraya, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, ambruk akibat tidak layak huni. Peristiwa ini menimpa perempuan lanjut usia tersebut yang sedang berada di dalam rumah saat kejadian. Akibat tertimpa puing-puing bangunan, Saniah mengalami luka di bagian tubuhnya.

Ketua DPRD Kabupaten Lebak, Juwita Wulandari, menyampaikan keprihatinan atas musibah yang menimpa Saniah. Ia menilai kejadian ini menjadi alarm bagi pemerintah daerah untuk lebih memperhatikan isu-isu seperti rumah tidak layak huni dan kemiskinan ekstrem yang masih nyata di wilayah Lebak.

“Peristiwa ini tidak bisa dianggap biasa. Ini menjadi alarm bahwa persoalan rumah tidak layak huni dan kemiskinan ekstrem di Lebak masih nyata,” ujarnya.

Juwita mengungkapkan bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak dan dinas terkait agar korban menerima perawatan medis yang layak serta bantuan darurat. Ia juga menekankan pentingnya penyediaan hunian sementara yang aman, sehingga korban tidak kembali ke tempat berisiko.

Selain itu, Juwita menyoroti adanya kendala administrasi kependudukan yang sering menghambat penyaluran bantuan sosial. Ia menegaskan bahwa dokumen seperti KTP dan KK harus menjadi prioritas agar warga yang membutuhkan tidak tertinggal karena masalah data.

“Jangan sampai warga yang membutuhkan justru tertinggal karena masalah data,” katanya.

Pendataan Ulang dan Program RTLH

DPRD Lebak juga mendorong Pemkab untuk melakukan pendataan ulang warga yang tinggal di rumah tidak layak huni (RTLH), terutama di wilayah rawan. Juwita menegaskan bahwa program RTLH harus tetap berjalan meski ada efisiensi anggaran.

“Keselamatan warga harus diutamakan,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi gotong royong warga Desa Maraya yang siap membantu pembangunan rumah korban. DPRD akan mengawal dukungan anggaran agar upaya tersebut berjalan efektif.

“Gotong royong adalah kekuatan masyarakat. Negara harus hadir melalui dukungan anggaran yang tepat sasaran dan langsung dirasakan masyarakat,” pungkasnya.

Tanggapan BPD Desa Maraya

Saat dikonfirmasi, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Maraya, Nasrudin, membenarkan kejadian rumah ambruk tersebut. Menurutnya, rumah Saniah sudah lama dalam kondisi memprihatinkan dan belum sempat diperbaiki.

“Rumah itu memang sudah tidak layak huni dan belum sempat diperbaiki,” ujarnya.

Nasrudin mengungkapkan bahwa pihaknya sudah pernah mengusulkan bantuan perbaikan rumah milik Saniah. Namun, Saniah tergolong sangat miskin dan sempat terkendala administrasi seperti tidak memiliki KTP dan Kartu Keluarga.

“Dokumen kependudukan Ibu Saniah baru selesai diurus dalam beberapa bulan terakhir,” tambahnya.

Menurut Nasrudin, saat kejadian, Saniah tengah berada di dalam rumah sehingga rumahnya ambruk menimpa korban. Warga sempat mengira korban sudah meninggal dunia karena pingsan hingga sekitar dua jam.

“Sekarang sudah sadar, tapi mengalami luka terutama di bagian pinggang. Rencananya akan dibawa ke puskesmas untuk perawatan lebih lanjut,” bebernya.

Kondisi Warga dan Tantangan Bantuan Sosial

Saat ini, Saniah tinggal sementara di rumah kerabatnya. Nasrudin mengungkapkan bahwa rumah kerabatnya juga hampir mirip dengan rumah Saniah, sama-sama sudah mau roboh.

“Di rumah kerabatnya. Rumah kerabatnya juga hampir mirip rumah Ibu Saniah, sama-sama sudah mau roboh, jadi kalau dibilang tidak layak, ya memang tidak layak,” katanya.

Ia mengatakan bahwa Saniah selama ini belum pernah menerima bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dikarenakan terkendala data administrasi.

“Beliau ini tidak punya keluarga dekat dan sebelumnya tidak memiliki identitas. Itu yang membuat bantuan tidak bisa masuk. Sekarang sebenarnya sedang diupayakan, tapi keburu kejadian rumahnya roboh,” ujarnya.

Upaya Masyarakat dan Tantangan Anggaran

Meskipun begitu, warga akan berupaya bergotong royong membantu proses pembangunan jika ada dukungan anggaran. Nasrudin berharap pemerintah daerah dapat segera memberikan bantuan untuk membangun kembali rumah Saniah.

“Harapannya ada bantuan untuk membangun rumahnya kembali. Kalau ada dana, masyarakat siap membantu tenaga. Yang penting ada modal awal,” katanya.

Selain itu, tambah dia, Desa Maraya masih banyak warga yang tinggal di rumah tidak layak huni (RTLH). Dari jumlah 1.100 kepala keluarga (KK), diperkirakan sekitar 20 persen masih membutuhkan bantuan perbaikan.

“Selama ini desa terus mengajukan bantuan. Sudah ada sekitar 50 rumah yang terealisasi dalam dua tahap pada 2023 dan 2024. Cuma tahun ini belum bisa direalisasikan karena adanya efisiensi anggaran,” ungkapnya.


Dian Sasmita

Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *